Batas atas dan batas bawah inventory spare parts sering disebut min/max. Dalam ERP sistem, seperti SAP atau MIMS, nilai min sama dengan reordering point (titik dimana dilakukan pengorderan kembali) dan nilai max nya ditentukan berdasarkan tingkat pemakaian. Sehari hari batas bawah ini sering juga disebut sebagai buffer stock. Batas atas dapat dihitung dengan EOQ. Tapi sering sekali tidak praktis, kecuali Anda menggunakan software logistics semacam Oniqua.

Pembahasan – rek4cipt4solusi

(Ditulis untuk menjawab pertanyaan di salah satu milis)

Batas atas dan batas bawah inventory spare parts sering disebut min/max.

Dalam ERP sistem, seperti SAP atau MIMS, nilai min sama dengan reordering point (titik dimana dilakukan pengorderan kembali) dan nilai max nya ditentukan berdasarkan tingkat pemakaian. Sehari hari batas bawah ini sering juga disebut sebagai buffer stock.

Batas atas dapat dihitung dengan EOQ. Tapi sering sekali tidak praktis, kecuali Anda menggunakan software logistics semacam Oniqua.

Untuk praktisnya, berikut cara perhitungannya.

Data-data yang Anda perlukan untuk menghitung min/max:

– Lead time pengadaan (LT), yaitu waktu mulai dari PO dikirimkan hingga barang diterima di warehouse. Semakin tinggi lead time, semakin tinggi qty min/max.

– Tingkat pemakaian (usage rate): jumlah pemakaian per hari atau bulan. Data ini dapat diambil dari histori pemakaian per bulan.

Perhitungannya sebagai berikut.

Batas bawah = LT x usage rate

Contoh, spare part A dipakai sebanyak 5 buah per bulan (usage rate = 5 per bulan). Lead time pengadaan misalnya 4 bulan.

Maka batas bawah atau min = 5 x 4 = 20

Tanpa EOQ, menentukan batas atas (max) dilakukan dengan pertimbangan – pertimbangan berikut.

Semakin tinggi batas atas, semakin jarang proses pembelian kembali dilakukan. Tetapi semakin banyak uang yang ‘mati’ karena menjadi inventory. Selain itu, semakin banyak ruang yang dibutuhkan di gudang Anda. Semakin rendah batas atas, semakin sering proses pembelian dilakukan. Semakin sering karyawan gudang Anda melakukan proses penerimaan barang yang sama.

Jika anda bekerja di daerah terpencil dengan transportasi yang sulit, tentu saja Anda ingin melakukan sesedikit mungkin proses pembelian. Kalau warehouse Anda berada di daerah yang mudah transportasinya, Anda dapat menurunkan batas atas ini.

Lakukan beberapa trial and error untuk mendapatkan titik optimum batas atas Anda.

Semoga membantu.

Catatan: masukan dari salah milis member, criticality spare part tersebut juga mempengaruhi. Kalau sangat critical, tentu min/max nya bisa lebih tinggi daripada yang tidak terlalu critical.