Biasanya setelah balancing seluruh impeller selesai, maka susunan impeller dan poros tersebut diberi marking dan no urutan impeller. Marking pada poros dan impeller tersebut akan membentuk garis lurus. Jadi sewaktu disasembly, akan mempermudah pemasangan kembali tanpa perlu balancing ulang.

Tanya – Risang Raheditya

Kepada rekan2 yg bergerak di bidang rotating machinery,pompa,saya ingin bertanya:

Bagaimana proses balancing impeller untuk pompa multistage?apakah setelah semua impeller ter assembly pada shaft atau dilakukan static blancing pada impeller2 sebelum dilakukan assembly pada shaft.

Jika suatu pompa sudah melewati tahap balancing kemudian dilakukan disassembly pada semua impellernya,dan ingin dilakukan reassembly kembali apakah kondisi banlance pada keseluruhan sistem pompa multistage tidak mengalami perubahan?ataukah harus dilakukan re balancing. Terimakasih.

Tanggapan 1 – Ilham B Santoso

Prosedurnya adalah setiap komponen di balance hingga residual mass unbalance nya ada pada limit yang diijinkan jadi tiap impeler dibalance dan shaft juga dibalance. Kemudian dirangkai satu persatu..setiap penambahan impeler pada poros dilakukan proses balancing, hingga rotor ter asembly secara lengkap.

Bila rotor yang telah terassembly dan dibalance itu diurai lagi, maka saat re assembly lagi tentu perlu balancing lagi. Karena setiap komponen selalu menyisakan residual mass unbalanced. Bila komponen-komponen tadi dirangkai maka efek residual unbalance akan mempengaruhi kondisi unbalance pada rotor. Pengaruh residual unbalance tersebut sangat tergantung pada posisi komponen pada poros (baik posisi sepanjang poros maupun posisi penempatan sudut residual mass pada setiap poros). Nah tentu sangat sulit melakukan re assembly hingga kondisi kekencangan dan posisi impeler pada poros dan posisi residual mass pada setiap komponen persis seterpi sebelum di disasembly. Oleh karena itu setelah di balance dinamik secara keseluruhan maka rangkaian rotor tidak perlu didisasembly lagi atau kita perlu melakukan balancing ulang.

Semoga membantu..CMIIW.

Tanggapan 2 – restoto pramuharjo

Nambahin sedikit,

Jadi setelah individual impeller dibalance, dan impeller di-assembly pada shaft maka dilakukan lagi rotor balancing, mengingat multistage pump mempunyai rotor yg agak panjang sehingga total residual mass unbalanced (dari setiap impeller yg berbeda itu dalam phase/degree dan mgram)akan saling mengurangi atau mungkin bahkan menambah residual mass unbalance tsb dgn phase yg berbeda lagi. Kita tidak tahu kalau tidak dilakukan rotor assembly balance. Kalau tidak aware thd hal ini kemungkinan besar vibrasi akan terjadi nanti pada saat pump running.

Tanggapan 3 – Pakarti Tirtoagung PT

Sekedar tambahan,

Biasanya setelah balancing seluruh impeller selesai, maka susunan impeller dan poros tersebut diberi marking dan no urutan impeller. Marking pada poros dan impeller tersebut akan membentuk garis lurus. Jadi sewaktu disasembly, akan mempermudah pemasangan kembali tanpa perlu balancing ulang…