Saya sedang mencari info dari rekan2 KPS atau engineering company yang mendisain, apakah ada KPS di Indonesia yang sudah / sedang menerapkan design living quarter dan control room dengan blast protection yang memadai untuk memitigate jika ada explosion?

Tanya – Nanan, Yanie

Rekans,

Saya sedang mencari info dari rekan2 KPS atau engineering company yang mendisain, apakah ada KPS di Indonesia yang sudah / sedang menerapkan design living quarter dan control room dengan blast protection yang memadai untuk memitigate jika ada explosion? Jika ada, please share infonya, apalagi jika boleh dikirim fotonya.
Trims banyak sebelumnya.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Dear Nanan,

Saya kira blast wall di construct tersendiri sehingga control room nya tidak perlu blast proof (very expensive, tapi kalau mau bikin sih pasti ada yang bikinkan) yang dikerjakan control room nya selalu dibikin positive pressure dibandingkan tekanan luar say 2 -3 inches water. jadi kemungkinan explode spt explosion proof enclosure ngak ada.

Tanggapan 2 – andi.setiyono@ikpt

Dear Nanan,

Sekedar masukan,

Apakah mbak nanan ini ingin mencari company yang bisa membuatkan blast protection building?

Atau kalau baru akan mendesainnya, mungkin mbak bisa membaca ASCE, mereka mengeluarkan code, design procedure dan hal-hal lainnya yang berhubungan untuk membuat bangunan ini.

Kalo gak salah judulnya ‘ design of blast resistant buildings in petrochemical facilities ‘. disini semua pertimbangan untuk mendesain dapat kita temukan, apakah buildingnya existing atau new. kita juga pernah bikin, mungkin pertimbangan costnya juga perlu mbak pikirkan…. soale itu building bisa jadi kayak benteng , tebel-tebel ……

Tanggapan 3 – Suryanto, Slamet

Mbak Nanan,

Bisa diperjelas apakah yang dimaksud LQ dicontruct dengan seluruh dinding blast wall in nature atau LQ dilindungi dengan blast wall from the side at the most risk from blast overpressure? Kalau yang terakhir saya kira banyak contoh dan cukup efektif (tentu dengan study pemodelan blast overpressure). Jika yang diinginkan yang pertama, saran saya LQ harus di re-layout bukannya dicontruct semua dinding dengan blast wall.
Kami sedang study tersebut untuk salah satu KPS.

Tanggapan 4 – Nanan, Yanie

Terima kasih infonya.

Sebenernya saat ini saya belum mencari company yang bisa membuat blast protecion, tetapi saya mencari benchmark blast proof installation di KPS-KPS.
Jadi jika ada info KPS-KPS mana yang memasang blast protection untuk living buildingnya, tolong ya…

Anyway, makasih ya

Tanggapan 5 – Bambang Sugiharta

Dear Nanan,

Blast protection untuk living quarter/control room. Dulu Petrosea mendesain dan menginstall blast wall di platform KF Gulf (Sekarang Star Energy) untuk proteksi LQ. Mungkin rekan2 Star Energy punya fotonya.

Tanggapan 6 – Arun, Zulfian

Pak/bu Nanan,

Di projek yg kami kerjakan sekarang dipasang fire/blast wall di lokasi Lower Deck (LD) untuk melindungi fire water pump dan di lokasi Main Deck (MD) untuk melindungi LER dan SWR building.

Pada lokasi LD , fire/blast wallnya kita buat sendiri kemudian baru dilapisi cat yg fire proofing, sedangkan pada MD cat fire proofing tsb langsung dilapisi pada wall dari building (LER &SWR)

Sub kontraktor yg dipakai untuk fire proofing ini adalah Jurunature.

Semoga informasi saya tidak salah sambung 🙂

Tanggapan 7 – Nanan, Yanie

Terimakasih pak Zulfian

Saya ingin tanya lagi, apakah wall yang dipasang, betul2 blast wall atau fire wall saja?
Jika iya blast dan fire proofing, apakah subkon (Jurunature) tersebut hanya membuat fireproofingnya saja, atau dia juga membuat blast proofingnya?

Tanggapan 8 – Alvin Alfiyansyah

Dear Mbak Nanan,

Sebenarnya KPS2 di Kaltim dan laut Cina Selatan sudah pernah melakukan study tersebut. Beberapa rekomendasi adalah memang memasang blast proof untuk explosion, tapi tidak di semua sisi bangunan J. Kalo lanjutan aplikasi dan pemasangannya, saya kurang tahu dan tidak punya fotonya. Hmmm….blast exp proof disemua sisi utk LQ/CR belum pernah lihat (which can be expensive).

Mungkin hanya re-layout/ study facility siting lagi yang diperlukan, dan mungkin juga blast explosion proof tidak efektif jika long duration fire dapat terjadi di area tersebut, fire wall dengan rating lebih tinggi lebih baik dipakai. Juga escape route mungkin perlu dilihat lagi, siapa tahu radiation shielding diperlukan sehingga fatality rate dapat diturunkan secara umum.

Maaf Mbak, maksudnya ini untuk mengecek compliance untuk platform lama, atau untuk platform baru agar strukturnya juga bisa menahan fire and blast loading (i.e. API RP 2FB) ?

Demikian yang dapat saya sharing. CMIIW.

Tanggapan 9 – Nanan, Yanie

Terima kasih mas Alvin,

Betul yang disebutkan mas Alvin, tentunya perlu dilakukan studi optimisasi lebih lanjut untuk design building yang tahan blast, apakah masih mungkin dilakukan re-layout, atau memang perlu blast proof dengan design yang cukup tinggi (apalagi untuk offshore!), atau mungkin bisa dilakukan explosion control sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi overpressure yang dihasilkan atau ‘mengarahkan’ explosion sehingga impactnya terhadap concerned area bisa dikurangi. Termasuk juga aspek2 lain seperti escape route, muster area, dsb.

Tentunya optimisasi akan lebih mudah dilakukan untuk disain baru, sedangkan untuk existing platform banyak batasan/limitasi yang membuat aplikasinya jadi susah, belum lagi jika umurnya sudah cukup tua dan strukturnya ngga kuat untuk tambahan beban, wah jadi ribet deh..

Jawaban pertanyaan mas Alvin, untuk dua2nya. Terlepas dari mengapanya, apakah compliance atau hasil QRA (karena biasanya kebutuhan akan ini dilandasi dari hasil risk assessment), saya saat ini ingin mendapat sharing dari rekan-rekan, jika ada yang tahu fasilitas KPS yang menerapkan blast protection tersebut dalam instalasinya, apakah itu fasilitas baru atau existing. Jika mas Alvin atau rekan2 lain mempunyai tambahan info, please ya….

Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya….