Kopling diafragma maupun kopling disk merupakan kopling jenis flexing mekanik (ada bagian yang sengaja dikorbankan untuk mengalami deformasi). Pada kopling diafragma, bagian yang mengalami deformasi adalah membrane tipis yang terletak diantara hub poros dan cover penutup (bukan kopling guard) sehingga kita sering tidak menyangka bahwa di dalam kopling terdapat membrane flexible yang meneruskan torsi dan “yang dikorbankan/ditekuk-tekuk”. Pada kopling diafragma, membrane mengalami kekukan (bending).

Tanya – Syamsul Anwar

Dear all,

Mohon pencerahannya mengenai perbedaan antara diaphragm coupling & disc coupling. Termasuk keuntungan,, kekurangan & aplikasi yang sesuai dari masing-masing coupling.

Atas sarannya diucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Zainal Abidin

Pak Syamsul Anwar,

Kopling diafragma maupun kopling disk merupakan kopling jenis flexing mekanik (ada bagian yang sengaja dikorbankan untuk mengalami deformasi). Pada kopling diafragma, bagian yang mengalami deformasi adalah membram tipis yang terletak diantara hub poros dan cover penutup (bukan kopling guard lho) sehingga kita sering tidak menyangka bahwa didalam kopling terdapat membran flexibleh yang meneruskan torsi dan ‘yang dikorbankan/ditekuk-tekuk’. Pada kopling diafragma, membran mengalami tekukan (bending).

Pada kopling disk, material yang dikorbankan adalah material berlapis-lapis (laminated disc). Material ini secara berselang seling dipegang oleh dua buah flens atau antara flens poros dengan spacer. Berbeda dengan kopling diafragma, laminated disk ini secara jelas dapat dilihat dari luar. Beban yang diterima oleh laminated disk berupa beban robek bolak-balik (seperti kalau kita mau merobek kertas tetapi beban bolak balik).

Keuntungan kedua jenis kopling tersebut dibandingkan dengan kopling flexing mekanik (seperti kopling roda gigi, kopling grid dll) adalah:

– Tidak ada bagian yang bergesekan krn itu

– Tidak ada keausan

– Tidak memerlukan pelumas

– Gaya akibat misalignment kecil (1/9 dari kopling roda gigi, akibat misalignment yang sama).

– Gaya akibat misalignment tidak tergantung torsi yang diteruskan

– Ringan (untuk kapasitas torsi yang sama)

Tidak mengherankan kalau beberapa pabrik kopling menyebut kedua kopling ini sebagai kopling modern.

Kopling diafragma maupun kopling disc cocok digunakan untuk kecepatan putar yang tinggi (bahkan di atas 12.000 rpm).

Karena kopling diafragma memiliki massa floating yang lebih kecil dan keseimbangan yang lebih baik dibandingkan kopling disc, maka kopling diafragma lebih ‘bebas masalah’ getaran dibandingkan kopling disk.

Walaupun demikian saya memiliki dugaan berikut (saat ini saya sedang menyelidiki masalah ini):

– Kopling diafragma akan menyebabkan gaya bearing yang kecil hanya bila alignment axialnya jauh di bawah nilai misalignment axial yang diperbolehkan). Bila karena adanya pemuaian, misalignment aksial yang terjadi besar, maka gaya pada bearing akan besar!

Untuk kecepatan di atas 10.000 rpm orang cenderung menggunakan kopling diafragma (CMIIW). Untuk kecepatan 3000 sd 10.000 rpm bisa digunakan keduanya. Untuk kecepatan di bawah 3000 rpm orang cenderung menggunakan kopling disk, mungkin karena harganya lebih murah (CMIIW).

Tanggapan 2 – restoto pramuharjo

Dear Pak ZA,

Boleh saya tambahkan sbb:

Biasanya dalam applikasi pemilihan main shaft coupling saya men-specify untuk GT to GearBox (low speed) saya gunakan Diaphragm type dan untuk GB to Compressor (high speed) saya gunakan Disc type.

Diaphragm biasa dipakai dalam kondisi operasi machine yang high axial dan angular defleksi yg menjadi concern pada steam atau gas turbine.

Kalau Disc type dipakai karena bisa mereduce besarnya design momentnya krn dapat menerima diameter shaft yg lebih besar.

Demikian tambahannya CMiIW…..