Bagi karyawan resign hanya diberikan Uang Penggantian Hak ( diatur dlm UU No 13 th 2003 psl 156 ) & Uang Pisah ( diatur dlm PP atau PKB ). Jika sudah ada PP atau PKB ditempat anda bekerja maka akan diatur tentang karyawan resign. Contoh : Ada perusahaan yang membuat PP bahwa karyawan resign mendapat uang pisah dgn ketentuan : a. bekerja lebih 3th – 6th dpt uang pisah 1X upah; b. Bekerja 6th – 9 th = 1,5X upah.

Tanya – romarex_desam

Dear Milister,

Adakah yg tahu informasi hak-hak karyawan yang akan diperolehnya pada saat dia resign?
Bisa disertai dgn perhitungan detailnya seperti apa.

Yg dimana:

1. Masa kerjanya 3thn 2 bulan di perusahaan tsb.

2. Ada uang THR,uang rawat jalan (yg apabila tdk dipakai akan diberikan ke karyawan).

3. Annual leave masih ada sisa sekian hari.

Tanggapan 1 – iwan saputra

Bapak R. Desam,

Kalau boleh tahu..sekarang Bapak kerja dimana?

Status kerja permanent atau contract?

Kalau pengalaman saya mengenai pertanyaan Bapak baik kerja sebagai karyawan permanent dan contract.

1. Tidak ada dapat apa2 walau anda bekerja 3 tahun, 2 bulan.

2. Tidak dapat apa2 dan kemungkinan gaji terakhir tidak dibayarkan untuk menutupi sisa kontrak.

3. Habiskan segera cuti anda sebelum resign.

Jadi jangan lah resign bilamana tidak bisa menerima semua jawaban saya diatas.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Tapi semua tergantung kebijaksanaan Perusahaan dimana Bapak Bekerja.

Bapak Iwan Saputra Yth.

Point di bawah membuat pertanyaan besar di kepala saya.

2. Tidak dapat apa2 dan kemungkinan gaji terakhir tidak dibayarkan untuk menutupi sisa kontrak.

Apakah di tanah air sekarang sudah mempraktekkan hal ini, sehingga gaji terakhir digunakan untuk denda membayar sisa kontrak?

(Kalau gitu resign-nya sehari setelah terima gaji aja, resign nya pake verbal aja, ‘Pak/Bu saya minta berhenti, rematik saya kumat di ruang AC, saya mau berobat dulu ke S’pore’, nah kabur deh… ).

Tanggapan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut:

.