Tahapan mendesign pressure vessel (PV) dapat dibaca dengan lengkap pada ASME secion VIII div 1. Namun secara ringkas: 1. kumpulkan data pv ini mau untuk fungsi apa? apakah reaktor, scruber, dll..sehingga kita tau fluida apa yang akan ditampungnya, berapa temperatur operasinya, berapa tekanan yang beroperasi(apakah tekanan internal atau external(pv vakum) ), berapa volume /kapasitas yang diinginkan dari pv tsb, apakah ada alat2 lain yang akan dipasang pada pv tsb (mis: pipa2 yg tersambung, insulasi,dll), apakah perlu main hole&nosel;
2. Setelah hal2 tersebut ditentukan lalu langkah pertama adalah menghitung ketebalan dari pv, baik shell, dan head.

Tanya – ardhi purwoko

Apakah saya dapat berkonsultasi tentang bagaimana tahapan mendesain sebuah pressure vessel, apakah benar hal-hal yang diperhatikan adalah:

Tekanan uap air, tekanan operasi, temperatur minimal untuk terbakar dari fluida yang akan disimpan, temperatur dari rpoduk yang akan disimpan.
Kapasitas tangki, frekuensi penambahan produk, jumlah produk yang menguap ke udara ketika proses pengisian dilakukan.

Regulasi, batas minimal produk yang menguap..
Resiko kebakaran yang dapat ditimbulkan, baik oleh kecelakaan tangki atau fasilitas pendukung.

Sifat korosi dari material baja, material produk yang disimpan, kandungan kimia fluida, material yang terkandung dalam fluida..

Lapisan gas pelindung.

Temperatur dan standar level fluida.
dan apa saja metode kerja untuk membangun sebuah pressure vessel, apakah saya boleh meminta gambar-gambar metode kerja beserta alat-alatnya? Terimakasih.

Tanggapan – hananto mardiko

Tahapan mendesign pressure vessel (PV) dapat dibaca dengan lengkap pada ASME secion VIII div 1.

Namun secara ringkas saya coba jelaskan :

1.kumpulkan data pv ini mau untuk fungsi apa? apakah reaktor, scruber, dll..sehingga kita tau fluida apa yang akan ditampungnya, berapa temperatur operasinya, berapa tekanan yang beroperasi(apakah tekanan internal atau external(pv vakum) ), berapa volume /kapasitas yang diinginkan dari pv tsb, apakah ada alat2 lain yang akan dipasang pada pv tsb (mis: pipa2 yg tersambung, insulasi,dll), apakah perlu main hole&nosel.

2. setelah hal2 tersebut ditentukan lalu langkah pertama adalah menghitung ketebalan dari pv, baik shell, dan head. rumus untuk tebal dinding silindrical shell dg tek internal

t= (P R) / ( S E – 0,6 P ) + corosion alowance

dengan t= tebal dinding bejana

P= tekanan rancang

R= jari2 internal

S= tegangan ijin maks untuk material dinding bejana pada temp rancang (material kita pilih berdasarkan data jenis fluida yang ditampung(korosif atau tdk) , kekuatan
E= efisiensi sambungan (jenis sambungan las yang dipake dan inspeksinya), harga pada tabel UW-12

rumus untuk tebal head lebih lengkap ada di ASME sec VIII div 1 apakah kita pilih yang elipsoidal. torisperical dll.

3. setelah tebal sudah dihitung kita hitung pengurangan kekuatan yang mungkin terjadi karena PV tsb kita lobangi untuk keperluan nosel, main hole, dll. disini kita memakai area replacement method, yang prinsipnya apakah pv kita masih cukup kuat walaupun sudah dilobangi. jika tidak kuat maka disekitar lobang tersebut kita beri pad sehingga kekuatannya bisa mensubstitusi area yang hilang tsb.

4. untuk pv yang mengalami tek external perlu dipertimbangkan pemasangan stiffening ring untuk mencegah pv buckling karena tek vakum.

5. setelah itu baru kita rancang tumpuannya (untuk yang ini tidak ada panduannya di ASME), dengan memperhitungkan :

-berat pv itu sendiri,

-berat isi pv dlam kondisi operasi dan pengujian,termasuk tekanan hidrostatis

-berat peralatan yang dipasang pd pv : pipa, insulasi dll

-beban angin, gempa

6. perlu juga dihitung kekuatan flange (momen dan stress), baut

kurang lebih seperti itu….