Pemilihan hydrotest atau pneumatic test ditentukan oleh: 1. Service/process fluid yg akan dialirkan oleh si pipa; 2. Test pressure; 3. Material pipa. Jadi kita memang memilih, mana yang akan dilakukan, hydrotest ato pneumatic test.

Tanya – Bakti Kumoro

Pak / Bu ,

Saya pengen tahu apakah bisa seandainya Hydrotest tidak dilakukan dan kemudian dilakukan pneumatic test dengan menggunakan N2, sebab kbetulan pipa yang akan di hydrotest memang mempunyai bentuk isometric yg tidak biasa.

Apakah MIGAS bisa menerima report yang dibuat hanya berdasarkan pneumatic test dan tanpa hydrotest. dan berapa pula specs yang diijinkan.

Mohon pencerahan para pakar.

Tanggapan 1 – slamet hadicahyono

Sebenarnya testing itu menggunakan standard (kesepakatan) yang bisa dipakai sebagai pedoman dan tentunya tidak berubah-ubah.

Kalau standardnya mengharuskan hydrostatic test tentunya ya wajib diikuti. Pneumatic test juga berdasarkan standard tetapi biasanya jarang dilakukan mengingat biayanya yg mahal air/water kan lebih mahal dibandingkan dengan N2. Hanya dilakukan apabila servicenya adalah media yang clean betul.

Metode test tidak tergantung dari bentuk isometric, bersarnya tekanan test bisa dilihat ketentuannya di ASME tentunya edisi terbaru karena ada perbedaan dengan edisi yang lama.

Migas tentunya bisa menerima apabila dokumen pendukungnya lengkap Demikian semoga membantu.

Tanggapan 2 – Bakti Kumoro

Kebetulan di gas metering facility kami kebetulan piping sudah dipasang semua, dan sudah terhubung dengan filter separator dan juga ultrasonic meter, naah kalau semisal dipakai hydrotest sepertinya akan sangat mempengaruhi performance dari filter maupun dari ultrasonic meter itu.

Kebetulan ini juga kami sedang mempertimbangkan apakah ada alternatif lain selain hydrotest, ternyata ada yaitu pneumatic test.

Kalau ada rekan2 yg sudah pernah melakukan pnematic test, mohon disharing ilmunya…..

Tanggapan 3 – roeddy setiawan

Pak Bakti,

Wah menarik ini pak, tantangan nya banyak. saran saya lebih baik anda partial saja. dibicarakan dengan project manager nya mana yang akan hydrotest mana yang akan pneumatic test.

Yang akan di pneumatic test di bawa ke shop (seperti test PSV) saja untuk di test pakai nitrogen. shop nya juga harus di reinforce dan kita jauh jauh (ingat compressibility dan shock wave yang ditimbulkan kalau barang yang kita test fail, saya pernah lihat satu shop di Houma,LA yang amburadul gara gara test ini).
Keuntungan di shop temperaturnya bisa constant, tapi sebelum nya anda harus bikin tabel antara P & T yang kita anticipate , jadi kita bisa mencocokan trend yang di pressure recorder pada saat testing.

Kalau di field chart pressure nya sering loncat loncat kalau kepanasan atau kedinginan, sebenarnya bisa di mengerti karena kapasitas panas barang yang kita test rendah dibanding kalau di isi dengan air. Tetapi chart yang steping seringkali di interpretasikan macam macam, maklumkan semuanya dari engineer ke project manager dan representative dr governing authority biasanya paranoid semua kalau sedang test. Tapi kalau pak Bakti bikin Persiapan nya okay seperti buat table diatas mudah mudahan lancar.

Pengalaman saya dengan field testing ngak pernah bagus, seperti kalau anda pernah hydrotest, ngak pernah ngak ngencengin/mukulin flange pake hammer disana sini karena masih bocor ???. di pneumatic test hal seperti ini hh resikonya gede banget, jadi pake hydraulic wrench, kalau tidak ada jangan maju dulu.

Saran yang lain discuss dengan governing rep, karena meter ini kan punya fabrication report /job book. ( pak bakti kan menghadiri FAT nya dulu , he he kidding) saya kira barang itu datang ke sini sudah melaui rigorous test di pabrik nya. jadi mungkin bisa di waive.

Saya yakin rekan lain bisa menambah atau membetulkan, selamat meyakinkan project manager nya pak, apa lagi kalau anda takut takuti dengan delay pasti setuju eh kiding lagi).

Tanggapan 4 – arief widodo

Pak Bakti,

Hydrostatic test, pada dasarnya bisa diganti dengan pneumatic test dengan media udara atau N2. Hal ini dengan pertimbangan bahwa, apabila digunakan media air, atau media liquid lainnya akan mempengaruhi dari equipment yang akan di uji, atau di kawatirkan akan merusak konstruksi yang disebabkan berat jenis liquida yang tinggi.

Untuk pneumatic test, dapat di lihat di ASME VIII Sec. 1, part UG-100, yang dinyatakan pneumatic test sebesar 1,1 dari MAWP.

Mungkin ada rekan lain yang mau menambahkan terima kasih.

Tanggapan 5 – Anung Hernawan

Pak Arief,

Kok ,saya nggak sepaham ya… (maaf)

1. Hydrostatic test kan sampai 1.5 MAWP atau sesuai stampnya (Compared dengan Pneumatic test yang 1.1 dari MAWP)

2. Tidak Ada statement dalam ASME VIII bahwa hydrostatic test dapat digantikan dengan pneumatic test.

3. Kalau masalahnya pada pengaruh media air yang di gunakan dlm system, kan nantinya bisa diblow dengan N2 kering.

4. So…mungkin Ada tambahan lain?

Tanggapan 6 – roeddy setiawan

Pak Arief,

Memang benar sekali yang dikatakan bapak pneumatic test merujuk ke UG seratus atau modifikasinya. Pneumatik test seperti itu hanya di ijinkan pada vesel atau strukturnya yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak aman untuk dilakukan hydrostatic test.UG 100 dan CFR 46 ??? merupakan reference yang baik.

Misalnya ini dilakukan biasanya pada kolom destilasi yang tinggi nya say 110 ft setelah ada repair misalnya. pada awal di bangun kolom destilasi tersebut di hydrotest biasa tapi di shop dalam keadaan tergeletak , apa terlentang ya , hi hi seperti orang saja.
Pada saat pembangunan si owner tidak merasa perlu untuk memperkuat foundation, badan vessel, struktur penahan dll, karena dynamic load, wind load pada saat vessel yang tinggi dan penuh air berbeda sekali. intinya semuanya made to purpose.

Pengalaman saya hydrotest, selalu saja ada flange atau connection yang mesti dipukuli karena kurang kenceng(padahal sudah kenceng) kalau flange nya pecah expansinya terbatas.
Kejadian ini terjadi waktu rekan saja melakukan pneumatic test di suction strainer/filters compressor setelah repair. karena dari soap bubble masih kelihatan bocor, labornya berusaha mengencangkan flange tersebut saking hot nya flange tersebut pecah dan meledak, dua orang masuk rumah sakit untung, orang kita untung terus he he he tidak ada fatality.

Pengalaman yang lain kita dibingungkan dengan bacaan pressure recorder, kalau temperaturnya naik pressure recorder nya naik tapi tidak pernah smooth seperti hydrotest, kalau dibiarkan lama pressure nya turun sendiri, mungkin karena fluid yang dr compressor masih panas. hal2 seperti ini membuat perselisihan yang kurang enak dengan inspectur/pengawas yang ditunjuk tapi kurang pengalaman.

Kalau ada rekan yang pernah pneumatic test boleh lah saya dikasih tahu bagaimana melakukan test pneumatic yang aman.

Tanggapan 7 – muhammad rifai

Ikut komentar :

Dari ASME VIII div 1, UG-99 tertulis :

“a pneumatic test prescribed in this paragraph may be used in lieu of the standard hydrostatic test prescribed in UG-99 for vessels”

jadi, pneumatic test bisa dipakai sebagai ganti test yang standar, dikarenakan sbb :

Dari ASME VIII div 1, UG-99 tertulis :

(1) that are so designed and/or supported that they cannot safely be filled with water (meski waktu hydrotest dilaksanakan pada posisi tidur, bisa jadi kalo dietung nggak kuat jika harus diisi dengan air,… hal ini bisa terjadi untuk drum yang dipakai untuk storage berbentuk gas… atau untuk column, lagian nggak mudah juga loh ngetung stress di material.. biasanya dietung pakai seperti saddle, padahal hal ini tidak sama persis) (2) not readily dried, that are to be used in services where traces of the testing liquid cannot be tolerated and the parts of which have, where possible, been previously tested by hydrostatic pressure to the pressure required in UG-99. (sudah jelas).

Lagian, di ASME juga sering disebut ‘hydrostatic test or pneumatic test’ jika berkenaan inspection and test… menurut tata bahasa, kalau or artinya bisa dipakai salah satunya.

Kalau soal besaran pneumatic test Cuma 1.1 MAWP, karena pneumatic test itu emang lebih bahaya dari hydrotest berkenaan dengan sifat gas yang rentan sama temperatur.

Sedikit untuk pak Anung, ASME yang sekarang untuk hydrostatic test bukan 1.5, sudah diganti dengan 1.3… 1.3 x MAWP (kadang dari migas masih seneng pake 1.5 kali… nggak tau kenapa masih merefer ke aturan yang dulu padahal material yang dipakai kan bukan material yang dulu lagi… “kata si material : aku bukan yang duluuu lagi”.

Tanggapan 8 – wendy junaedi

Dear All,

Hydrostatic ‘leak’ test untuk process piping system berdasarkan ASME B31.3 para 345.1 bisa diganti dengan pneumatic test. Adapun besar test pressure adalah 1.1x design pressure (para 345.5.4)

Tanggapan 9 – yudi setiawan

Pak Bakti

Sepengetahuan saya, pemilihan hydrotest atau pneumatic test ditentukan oleh:

1. Service/process fluid yg akan dialirkan oleh si pipa

Jika si pipa digunakan utk instrument air, plan air, fuel oil, hydrolic system dimana water contamination is prohibited maka kita test dg pneumatic test.

2. Test pressure

Ditempat saya kerja, utk alasan safety, maka besar test pressure utk pneumatic test maksimum 16.5 BarG. Shg jika line pipa akan digunakan utk hydraulic system dg test pressure 18 bar G, maka kita akan test pake hydraulic lalu dilakukan drying menggunakan compressed air.

3. Material pipa

Utk line GRE, PVC tdk disarankan menggunakan pneumatic test.

Jadi kita memang memilih, mana yg akan dilakukan, hydrotest ato pneumatic test.

Jika yg anda maksud adalah leak test menggunakan N2, menurut saya, anda harus tetap melakukan hydrotest dahulu, sebelum leak test, krn tujuannya berbeda.

semoga membantu.