Macam2 Pile fundation (yang sering digunakan untuk offshore fixed platform): 1. Pile Through Leg, Non Grouted:(pile d masukin k jacket, lazim d gunakan) Grouetd :(pile dimasukan ke jacket dengan menambah beton sebagai pengisi kekosongan); 2. Skirt Pile (Pile di pasang d sekitar leg).

Tanya – Dudy Arisman

Bapak dan ibu sekalian.

Mohon pencerahan tentang PILE FOUNDATION untuk RIG

1. ADA BERAPA JENIS PILE FOUNDATION YANG DI GUNAKAN?

2. DAN APA YANG BERPENGARUH TERHADAP PILE BEARING RESISTANCE?

Sekiranya ada yang punya soft copynya tolong share ke saya.

Tanggapan 1 – hananto_nugroho@fmi

Kalau yang dimaksud adalah pile foundation untuk rig offshore platform, yang saya tahu cuman ada satu jenis yaitu Steel Pipe Pile Foundation yang dipancang dibawah sea bed. Steel pipe pile yang digunakan biasanya berdiameter 30”, 36”, 40”, 42” dengan ketebalan rata2 1” ~ 2”.

Karena dipancang dibawah seabed, maka yang berpengaruh terhadap pile bearing resistance adalah jenis tanah dibawah seabed. Dak beda dengan di onshore.

Btw, di panasonic akan di pakai ya pak?

Tanggapan 2 – Dudy Arisman

Thanks P Ary,

Begini pak Untuk Platform Offshore Ada berapa Jenis Pile Foundation?

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya membaca tentang Pile-Through-Leg concept.di situ di terangkan bahwa ada beberapa Jenis Pile yang di gunakan Salah satunya adalah Pile-Through-Leg (maaf kalau saya mungkin salah Pengertian tentang Pile through Leg)soalnya saya Cuma dapat 1 lembar tulisan tentang PILE FOUNDATION (PDF).

Pak Nugroho In reading Thanks atas penjelasannya, Untuk company saya sekarang, bergerak di manufacturing jadi kayaknya Gak mungkin pile foundation di pakai di Manufacturing Company.
Dari sudut pandang saya yang bekerja di manufacturing, dunia MIGAS ini begitu menarik Terutama Sekali Drilling dan Rig (Pak Harry Profile Favorit saya) By the way thanks a lot atas responnya

Tanggapan 3 – Ary@singgar-mulia

Penggunaan Pile ini d desain hanya untuk menaggung beban axial(vertical), arah lateralnya akan d tahan oleh sub-structure (jacket/leg). Terkecuali untuk kasus2 tertentu yang spesifik, terkadang pile ini di desain menahan beban lateral.

Setahu saya (untuk desain pile) kebanyakan menggunakan pile-throgh-leg hal ini dikarenakan masalah installasi. Karena akan susah sekali masang Pile duluan di banding jacket. (coba d baca general instalaltion steps).

Jacket ini selain berfungsi sebagai lateral resistance laod juga berperan dalam pemacangan pile (pile tinggal d masukin k selognsong jacket trus d pancang).

Nah skarang macam2 Pile fundation (yang sering d gunakan untuk offshore fixed platform):

1. Pile Through Leg, Non Grouted:(pile d masukin k jacket, lazim d gunakan) Grouetd :(pile d masukin k jacket dengan menambah beton sebagai pengisi kekosongan)

2. Skirt Pile (Pile di pasang d sekitar leg)

Tanggapan 4 – Dudy Arisman

P Ary,

Kalau boleh tau,Untuk kasus kasus tertentu yang bagaimana pile ini di design untuk menahan beban lateral.apakah itu juga di lakukan pada Conventional above water atau New underwater Techniques.

Maaf pak Ary saya jadi tambah penasaran.

P Ary Ada Soft Copynya? Bisa di share ke saya gak pak?

Tanggapan 5 – Ary@singgar-mulia

Kebetulan yang pernah saya ‘desain’ untuk offshore paltform dengan muka air dangkal (dangkal banget klo untuk ukuran offshore) dan gaya vertikalnya relatif kecil.
Klo soft File nyua saya ga ada kayanya Pak.

Kedua hal diatas yang menjadi pertimbangan desain. Disamping itu client yang minta seperti itu….

Hehehhehe……

Secara konseptual, Untuk pffshore atau pun onshore.

Yang penting kekakuan pile (baik dengan jacket ataupun tidak) memenuhi standar API.
Masalah

Tanggapan 6 – Ary@singgar-mulia

Dari kedua hal tersebut apakah design untuk muka air dangkal Dan deep water berbeda????

Klo Desain sebetulnya sama2 mengacu ke API (untuk offshore paltform), disana di jelaskan kriteria2nya.
Untuk Deepwater dan Shallow water yang fixed offshore platform mengarah k API juga…

Ketenangan air akan berpengaruh juga dong Terhadap pile dan jacket ?????

Yup betul sekali….

Seperti sebelumya yang saya utarakan, Pile ini sebenarnya menahan aksial load (vertical load) dan untuk lateralnya yang menahan jacketnya….

Dengan water depth yang sama untuk lokasi d north sea (cuaca yang ekstrim) dan di Indonesia (relatif adem2 aj), akan berbeda properti pile dan jacket nya…

Karena ada ‘pengembangan’ dalam artian penghematan material. untuk lateral load yagn tidak begitu besar maka ada kasus yang tidak memakai jacket. Tapi untuk platform besar akan sangat jarang d temui struktur tanpa jacket……

Tapi kesemuanya itu tetap berdasar k API….

Kemudian secara prakteknya structural konsep untuk jacket itu sendiri apakah tergantung dari Pile atau aspek lain????

Sepengetahuan saya, Jacket itu tidak bergatung dari pile (di luar OD pilenya yang harus match sama ID Jacket)….

Selain water depth, angin dll. yang menjadi aspek lain (tentang lateral load) adalah seismic analysis.

Karena seismik ini bergantung kepada vertical load maka untuk beban yang trelatif kecil akan mentransfer beban lateral yang juga relative kecil(tergantung respon spectranya dan kondisi tanah).

So, intinya desain apapun klo speknya/requirement nya memenuhi ga ada masalah…

Hehehehehe….

Kita sama2 dalam proses belajar

Maaf klo kurang meyakin kan yee….

Untuk ilmu praktis, coba bapak pelajari bukunya Teng H. Hsu

Disana ada practice design, baik dari pile, jacket, dll ….

Tanggapan 7 – aang r_gautama_mis

Mas Dudy,

Dasar2 perencanaan pondasi pipa di offshore atau onshore bahkan bangunan bertingkat tinggi sama saja. Yang membedakan adalah gaya2 yang bekerja pada pondasi tersebut. Gaya2 tersebut diantaranya adalah 1) aksial –> dari beban kerja (LL and DL) dari equipment rig 2) lateral –> a) gempa; b) gelombang air laut (di dasar maupun di permukaan); c) angin.

selain itu juga perlu diperhatikan potensi settlemennya seperti akibat konsolidasi maupun likuifaksi. jika permukaan dasar lautnya tidak rata maka perlu dilakukan stabilitas lereng untuk memperkirakan keruntuhannya.

mungkin dapat membantu.

Tanggapan 8 – Agus Setianto Samingan

Secara umum kapasitas pondasi tiang tergantung pada dua hal; yang pertama adalah kapasitas batas (ultimate) dan kapasitas layan (service).

Kapasitas ultimate tergantung pada kemampuan material pondasi untuk menahan gaya-gaya yang bekerja (baik axial dan momen) dan pada kemapuan tanah untuk menahan gaya-gaya yang disalurkan melalui pondasi tiang tersebut. Biasanya kapasitas material secara struktural lebih besar dibandingkan dengan kapasitas berdasarkan kekuatan tanahnya kecuali untuk pondasi-pondasi tiang yang sangat langsing yang menumpu pada tanah keras sementara tanah di atasnya adalah tanah lunak. Perlu diperhatikan bahwa kapasitas tanah tergantung juga pada berapa besar penurunan pondasi untuk memobilisasi kekuatan batas tanah tersebut.

Sementara kapasitas layan (service) sangat tergantung pada berapa besar penurunan tanah (total maupun perbedaan atau differential settlement) yang bisa ditolerasi oleh bangunan yang ditopangnya. Oleh karena itu kapasitas layan sangat tergantung pada peruntukan bangunan.

Sebagai contoh, saya ambil kasus satu dari beberapa stasiun kereta bawah tanah yang saya disain di Singapura. Kapasitas layan dari pondasi tiang yang digunakan jauh dibawah kapasitas ultimatenya. Jadi walaupun secara struktural dan geoteknikal pondasi tersebut masih kuat tapi struktur stasiun dan kemungkinan deformasi bangunan di atasnya tidak dapat mentolerasi penurunan pondasi tiang pada beban kerja walaupun besarnya masih di bawah kapasitas ultimatenya.

Sekian dan semoga bisa memberi pencerahan yang berarti.

Tanggapan 9 – planet pisangan

Deformasi dari tanah sulit untuk dihindari, terutama untuk tanah yg lunak. Saya pernah menghitung secara DIN, langkah memperkecil dari deformasi tanah bisa dirancang dengan mengelompokkan pile langsing dalam beberapa grup pile cab. Beban energi yg disalurkan lebih ekonomis (secara materi dan harga) dari pada memperpanjang pile atau memperbesar diameter pile.

Pile juga dapat menahan beban lateral bila dipasang miring. Penerapannya seperti memasang tenda pramuka atau tenda raksasa bandara king abdul aziz.

Dari yg saya ketahui,lapisan bawah dari singapura ialah karang. Apakah benar itu pak Agus? Setahu saya lapisan sekeras karang dapat menahan tekanan di kepala pile sangat besar hingga dapat dirancang dengan mengunakan pile yg langsing saja.