Batasan vibrasi suatu equipment mesin sangat tergantung dari karakteristik mesin itu sendiri dan juga hystorical-nya. Jadi untuk menentukan limit alarm atau danger yang men-setting ya kita sendiri, karena kita yg sehari-hari ‘mengenal’ karakteristik mesin tersebut, kecuali kalau sudah ada ketentuan dari manufacture-nya. Kita analogikan saja seperti orang sakit walaupun keluhannya mungkin sama antara anak2 dan orang dewasa/tua tapi mungkin bisa berbeda obatnya. Khusus untuk mesin baru bisa saja sebagai acuan adalah beberapa standard yg telah disebutkan. Memang harus dibedakan antara reciprocating dan centrifugal, biasanya reciprocating lebih tinggi limit alarm-nya.

Tanya – Yuli Suprianto

Dear All

Berapakah nilai untuk vibrasi maksimum yang dapat kita gunakan sebagai acuan bahwa kondisi equipment tersebut masih layak untuk di operasikan ( nilai vibrasi maksimum).
Ataukah ada tabel tersendiri sehingga bisa kita gunakan sebagai acuan untuk vibrasi tersebut.
Mohon informasinya.

Tanggapan 1 – Wilis Wirawan

Dear Pak Yuli,

Menurut ISO Seri 10816 dan 7919, ada 2 syarat vibrasi dapat dinyatakan acceptable for long term continuous unrestricted operation yaitu:

1. Magnitude vibrasi masih berada di Zona A atau B dan

2. Perubahan magnitude vibrasi tidak signifikan, artinya magnitude vibrasi tidak naik dan juga tidak turun.

Berapa besar magnitude vibrasi yang masih berada di Zona A atau B?

Tergantung pada jenis equipment, daya, kecepatan putar, jenis support, serta cara pengukuran vibrasinya. Misal: Turbin-Generator, 100 MW, 3000 RPM, vibrasi diukur dengan proximity probe; maka bisa digunakan standard ISO 7919-2; Zona A di bawah 80 micron peak-peak, Zona B 80-165 micron peak-peak, Zona C 165-260 micron peak-peak, Zona D >260 micron peak-peak.

Berapa perubahan magnitude vibrasi yang siginifikan? Umumnya perubahan sebesar 25% batas atas Zona B dapat dianggap signifikan. Misal untuk
Turbin-Generator dalam contoh di atas: perubahan sebesar 25% x 165 micron = 41 micron umummnya dianggap signifikan.

Selain standard ISO, batasan manufaktur (jika ada) juga bisa digunakan.
Beberapa pengalaman kami menunjukkan standard manufaktur lebih ketat dibandingkan standard ISO. Jika terdapat batasan manufaktur, lebih baik mengikuti standard manufaktur karena lebih ketat (dan aman).

Semoga bisa bermanfaat.

Tanggapan 2 – pharjono@gmail

Mas Yuli,

Saya menggunakan acuan 10816-3 ISO, untuk overall vibration saya set alarm 2.81 mm/s RMS, danger 7.1 mm/s RMS,…..tapi itu terserah dari mas Yuli….monggo mau kurang atau lebih…., mau satuannya inch/s juga bisa….

Saya ada ISO 10816-1 sampai 10816-6, ISO 7919 1~5 , ISO 1925, 1940, hanya karena copyright, saya tidak bisa share…silakan mas Yuli googling, biasanya ada yang free dalam bentuk tabel……lumayan mas, buat acuan mas Yuli…

Tanggapan 3 – mahesa_indrawan82

Apakah batasan tersebut berlaku terhadap semua equipment ? misal rotating,,dan jika termasuk,,,apakah ada perbedaan untuk jenis centrifugal dgn reciprocating?

Terimakasih atas jawabannya..

Tanggapan 4 – pharjono@gmail

Mas Mahesa,

Saya berlakukan untuk semua equipment rotating, (centrifugal, fan, motor induksi, turbin dlll), kalo reciprocating, saya mengacu ke ISO 10816-6, disitu di jabarkan berdasarkan kelas dan dayanya, jadi memang saya bedakan untuk reciprocating.

Catatan: itu berlaku untuk overall vibration, kalo untuk enveloping/impact energy, masing-masing alat data collector mempunyai satuan-satuan tersendiri, kalau secara ISO tidak ada acuaannya, hanya sebagai referensi yang pernah saya dapatkan, untuk speed 3000 rpm, alarm saya buat 3 g’s dan danger 4 g’s , sedangkan speed 1500 rpm, alarm 1.5 g’s dan danger 3 g’s. Sekali lagi, tidak ada standard secara ISO untuk enveloping, jadi masing-masing berpulang kepada kebutuhan untuk mesin-mesin yang akan di pantau/monitor.

Tanggapan 5 – buddy cahyono

Ikut urun rembug…

Batasan vibrasi suatu equipment mesin sangat tergantung dari karakteristik mesin itu sendiri dan juga hystorical-nya.

Jadi untuk menentukan limit alarm atau danger yang men-setting ya kita sendiri, karena kita yg sehari-hari ‘mengenal’ karakteristik mesin tersebut, kecuali kalau sudah ada ketentuan dari manufacture-nya. Kita analogikan saja seperti orang sakit walaupun keluhannya mungkin sama antara anak2 dan orang dewasa/tua tapi mungkin bisa berbeda obatnya.
Khusus untuk mesin baru bisa saja sebagai acuan adalah beberapa standard yg telah disebutkan.

Memang harus dibedakan antara reciprocating dan centrifugal, biasanya reciprocating lebih tinggi limit alarm-nya.

Tanggapan 6 – Yuli Suprianto

Ok mas, aq gogling coba ke mbh google.
Terima kasih bwt informasi yang sangat berguna ini.

Tanggapan 7 – Agustsetyatmoko

Boleh tahu apakah ada spesifik problem pada equipmentnya?

Batasan Vibration atau dalam bahasa londo nya vibration severity pada umumnya mengacu kepada ISO10816(untuk non reciprocating),sebelumnya banyak sekali ISO standard yg beredar, tapi saat ini untuk non reciprocating dipakai standard tersebut.
Atau juga bisa mengacu kepada API610 untuk vertical centrifugal pump,berdasarkan pengalaman saya untuk API vertical centrifugal pump standard ini yg paling saya suka khususnya untuk severity analysis wearing ring & shaft sleeve worn out.

Bicara batasan, ISO atau API standard di atas merupakan batasan overall value yg mungkin akan bervariasi nilainya kalau settingan Fmin Fmaxoverall set disoftware tidak tepat, Pada umumnya ‘experienced’ vibration analyst jarang menggunakan batasan tersebut, mereka lebih suka menggunakan ‘line amplitude acceptance limit’ and experience skill mereka. Dan satu lagi batasan vibrasion umumnya juga tergantung dari Manufacturer recomendation khususnya untuk large machine.

Monggo dilarat kalau ada yg kurang tepat.saya juga masih belajar 😀

Tanggapan 8 – pharjono@gmail

Mas Agus,

Justru seorang vibration analyst yang pengalaman akan menerapkan apa yang anda sebut line amplitude acceptance limit berdasarkan ISO yang ada. Apalagi bila vibration analyst ini seorang konsultan ataupun orang yang berbisnis di bidang jasa vibrasi, maka dia akan mengacu suatu peraturan baku yang sudah distandarkan., tidak mungkin dia akan membuat suatu laporan untuk pelanggannya dengan mengacu ke pengalaman pribadi,

Itu pendapat saya.