Dalam membahas reliability suatu sistem memang diperlukan pembahasan yang teliti. Namun, bila ingin perdalam lebih jauh tentu diperlukan pembahasan yang lebih detil. Karena untuk menentukan seberapa besar pengaruh suatu sub sistem (pompa, valve, piping, tanki, dsbnya) pada kehandalan system harus diketahui/disepakati lebih dulu apa fungsi dari sistem tersebut. Pembahasan kehandalan suatu sistem tentu diawali dari penentuan definisi dari fungsi dari sistem tersebut. Karena dengan fungsi yang jelas maka kita dapat mendefinisikan kegagalan secara jelas pula. Fungsi system harus mencakup paling tidak fungsi dari sisi servis, safety, enviromental. Pada kasus sistem pemompaan, fungsi servis minimal harus mencakup tentang berapa tekanan dan flow capacity yang dibutuhkan oleh user. Fungsi safety dan enviromental secara sederhana adalah mencakup seberapa tingkat efek terhadap lingkungan dan safety yang diijinkan bila terjadi kegagalan pada sistem, seperti akibat kebocoran seal, kebocoran pada tangki/pipa, pompa gagal berfungsi dan sebagainya. Setelah semua fungsi sistem tadi terdefinisikan dengan baik, maka kita bisa melakukan breakdown fungsi-fungsi dari sub sistem agar fungsi secara system keseluruhan dapat tercapai.

Tanya – Nurkholis

Mohon Konfirmasi menghitung reliability dari suatu system, katakanlah ada 7 pompa dimana pompa 1 sampai Pompa 5 di susun secara seri (Rseri=R1xR2xR3xR4xR5 ) yang memompa air ke reservoir dan outlet reservoir dipasang 2 pompa secara parallel (Rpar. = R1+R2-2R1.R2). Bagaimana pendekatan reliability modeling untuk system secara keseluruhan (7 pompa)? Apakah langsung aja di Totalkan..Rtot=Rseri+Rparalell???? Terima kasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Tergantung pak Nurkholis mau melihat/menilai system nya, kalau bapak melihatnya dari sistem secara keseluruhan. say untuk system seri.
Kalau pompa R1 gagal, padahal pompa satu sangat penting karena NPSH nya fit dgn liquid yang dipompa. kegagalan pompa no 1, kalau sirkuit nya tidak dirancang dengan baik akan menyebabkan seluruh rangkaian gagal memompa fluid yang diperlukan ( pompa R2 akan mempunyai NPSH available lebih rendah karena fitting losses nya jauh lebih tinggi, ahirnya vapor lock). tapi kalau pompa R5 yang gagal, akibatnya cuman head nya saja yang turun, jadi mungkin dg perubahan kondisi operasi proses nya masih bisa jalan disini bisa dibilang reliability nya tidak berubah. saya yakin rekan lain bisa membantu anda.

Tanggapan 2 – Ilham B Santoso

Mas nur berarti kan antara Rseri dan Rpar kan diseri, dengan demikian:

Rtot=RserixRparall.

Tanggapan 3 – Andrian, Vozi

Coba melengkapi,

Katakanlah pompa dg R1,R2,R3,R4,R5 yang diserikan sebagai A, maka RA =

R1xR2xR3xR4xR5

Dan Untuk pompa dg R6,R7 yang diparelkan sebagai B, maka RB=

1-(1-R6)(1-R7)

Dan total Reliabilitynya jadi

Rtot = RserixRparalel

= RAxRB

= (R1xR2xR3xR4xR5) x (1-(1-R6)x(1-R7))

Tanggapan 4 – Nurkholis

Mas Ilham,

Apakah reservoir yang di tengah tidak mempunyai pengaruh terhadap keseluruhan system sehingga langsung aja di serikan Rtot=RSerixParall.?????

Kalau kita bicara lebih jau sedikit, Reservoar mempunyai buffer selama 10 jam. Menurut hemat saya jika pompa 1sampai 5 sering bermasaalah yang perbaikannya di di bawah 10 jam (reliabilitynya rendah) mka belum tentu akan menurunkan reliabillity dari system.

Jadi kalau kita serikan akan secara langsung mempengaruhi reliability total……..

Mohon pencerahan………

Tanggapan 5 – Ilham B Santoso

Salam.. M Nur..

Dalam membahas reliability suatu sistem memang diperlukan pembahasan yang teliti. Pendapat saya kemarin adalah hanya dalam kontek sistem seri dan paralel.
Namun, bila ingin perdalam lebih jauh tentu diperlukan pembahasan yang lebih detil. Karena untuk menentukan seberapa besar pengaruh suatu sub sistem (pompa, valve, piping, tanki, dsbnya) pada kehandalan system harus diketahui/disepakati lebih dulu apa fungsi dari sistem tersebut.

Pembahasan kehandalan suatu sistem tentu diawali dari penentuan definisi dari fungsi dari sistem tersebut. Karena dengan fungsi yang jelas maka kita dapat mendefinisikan kegagalan secara jelas pula. Fungsi system harus mencakup paling tidak fungsi dari sisi servis, safety, enviromental. Pada kasus sistem pemompaan, fungsi servis minimal harus mencakup tentang berapa tekanan dan flow capacity yang dibutuhkan oleh user. Fungsi safety dan enviromental secara sederhana adalah mencakup seberapa tingkat efek terhadap lingkungan dan safety yang diijinkan bila terjadi kegagalan pada sistem, seperti akibat kebocoran seal, kebocoran pada tangki/pipa, pompa gagal berfungsi dan sebagainya. Setelah semua fungsi sistem tadi terdefinisikan dengan baik, maka kita bisa melakukan breakdown fungsi-fungsi dari sub sistem agar fungsi secara system keseluruhan dapat tercapai.

Setelah fungsi-fungsi terdefinisikan dengan baik baru kita bisa mulai melakukan analisis kira-kira modus-modus apa saja yang bisa membuat fungsi2 tadi gagal. Dan seberapa besar frekuensi dari tiap modus kegagalan tersebut. Dari sini kita bisa melihat seberapa reliability dari suatu sub sistem mempengaruhi reliability dari sistem keseluruhan.
Dan dengan dasar ini kita bisa melakukan aksi mitigasi bila diperlukan untuk menaikkan reliability dari sub system agar reliability dari system dapat mencapai suatu tingkat yang diperlukan.

Semoga bermanfaat,

Pembahasan selengkapnya dari rekan-rekan Mailing List Migas Indonesia dapat dilihat dalam file berikut :