Secara teoritik/ ideal pun flow pompa paralel tidak akan sama persis 2 x flow 1 pompa. Pasti akan lebih kecil, dimana perbedaannya tergantung derajat kelandaian/kecuraman dari pump curve yg bersangkut. Pemahaman 2 pompa paralel (cap: 100 gpm) = 2×100 gpm = 200 gpm–> ini miss leading, namun dalam ranah praktis, perbedaan tersebut tidak jadi masalah. Silahkan dicoba diplotkan pump curve paralel dengan system curve. Hasil teoritik pun mengatakan flownya lebih kecil dari flow 2 pompa.

Tanya – Darmansyah

Dear Rekans,

Dalam pengoperasian pompa secara paralel (dalam hal ini identik), apakah dimungkinkan flow total yang terjadi melebihi dari flow individu yang terbaca secara teoritik di kurva pompa? Mohon pencerahannya.

Tanggapan 1 – harmain.said

Mas Darman

Kemungkinan selalu ada , titik kerja pompa adalah flow dan head , bias dari head ( dari design dan actual) akan menyebabkan perubahan di flow.

Kalau actual head lebih besar dari design head , flow akan berkurang dan begitu sebaliknya. Sedangkan pompa bekerja secara paralel secara teorities flow yang dihasilkan adalah total flow dari kedua pompa saat running, agar total flow tersebut sesuai yang kita inginkan , maka perlu di balancing.

Jika ada yang mau menambahkan silahkan.

Tanggapan 2 – Riki Sapari

Dear Pak Harman Said,

Mohon advisenya mengenai hal berikut yang bapak sebutkan ‘ Agar total flow tersebut sesuai yang kita inginkan, maka perlu dibalancing’ . Jikalau berkenan mohon kiranya diperjelas mengenai hal balancing ini Pak….? Apakah dalam hal ini si rotor harus dibalancing ulang untuk mendapatkan flow yang yang diinginkan atau bagaimana Pak….? Dan apakah ada referensi yang menyebutkan hal tersebut diatas dalam hal ini API atau standard yang lainnya.

Mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan, maklum masih dalam masa belajar menulis.

Tanggapan 3 – harmain.said

Mas Riki

Balancing flow yang saya maksud adalah balancing flow . Untuk pompa pompa yang dipasang paralel tersebut biasanya di ada gate valve di tiap tiap discharge pompa, dan menuju ke satu header dan dari header tersambung ke pipa utama menuju beban. Yang saya maksudkan adalah secara teori pompa di disain pada kondisi titik kerja yang sama ( flow dan total head) tetapi kondisi actual di lapangan akan mengakibatkan deviasi pada head ( total head bergantung kepada panjang pipa, diameter dan accessories ) sehingga akibatnya flow juga akan berubah. ( Total head naik , flow akan turun dan begitu sebaliknya ) . Untuk mendapatkan flow yang diinginkan dengan cara mengatur bukaan gate valve di sisi discharge pompa untuk mendapatkan flow yang diinginkan. ( Ini namanya balancing flow ) , sangat jarang untuk instalasi water supply dipasang balancing valve tetapi dulu kita pernah pasang balancing valve untuk supply air ke sistem AC data center, karena sistem AC data center sangat kritikal dan perlu presisi. Dan balancing valve yang kita pasang langsung di setting ama suppliernya saat kita commissioning di lapangan menggunakan software mereka.

Saya kurang paham mengenai standard API untuk hal ini, maklum saya lebih banyak berkecimpung dilapangan dan berbasah basah ria , mungkin yang lain ada yang bisa bantu mengenai hal ini.

Tanggapan 4 – Marthin Winner

Pak,

Jika pembacaan head dan rate akurat,serta ploting di pump curve sudah benar,saya rasa hal trsebut tidak mungkin. Mungkin sudah dilakukan, silahkan dicek kembali alat ukur di lapangan dan kesesuaian spec actual dgn spec di kertas

Ps. Secara teoritik 2 pompa paralel flow totalnya lebih kecil dari 2xpump flow.

Tanggapan 5 – Dede Firmansyah

Pak Darmansyah,

Pompa centrifugal dengan asumsi identik dan kurvanya sesuai, jika diparalelkan maka Flownya merupakan penjumlahan individu pompa, sedangkan Head nya akan sama.
Misal : 3 (tiga) Pompa diparalel, masing2 pompa misalnya pada head 500 ft kapasitasnya 300 gpm. Tatkala di paralelkan, flowrate 900 gpm akan terbagi secara sama pada tiap pompa. Dan tiap pompa akan menghasilkan head yang sama 500 ft.

Q= 300 +300+300 = 900 gpm

H1=H2=H3 = 500 ft.

Adapun efisiensi akan sama antara kombinasi dan efisiensi masing2

Hal ini berbeda jika diserikan.Jika diseri maka Headnya adalah penjumlahan sedangkan total flowratenya akan sama dengan individu pompa.

Demikian jika ditinjau dari sisi teoritis/literatur.

Tanggapan 6 – dimas_ariestyanto

Sekedar memberikan comment, ketika centrifugal pump diparalelkan atau diserikan, kinerja pompa gabungan juga akan bergantung pada system headnya.
Belum tentu pompa gabungan paralel akan memberikan flow yang lebih besar daripada pompa gabungan seri. tergantung bagaimana kurva system headnya…. nah, jadi bingung kan.. hehe.

Tanggapan 7 – bram prasetyo

Sepakat dgn Pak dimas, belum tentu jumlahnya 2 kalinya (head utk seri flowrate utk paralel) walaupun kedua pompa identik.
Karena system head alias head di down stream pompanya belum tentu berbanding linier. Harus dicheck perhitungan system headnya Pak.

Tanggapan 8 – pagaralam_ind

Dear Pak Darmansyah

Jawaban pak Dede sdh benar, dengan kata lain jika menginginkan Flow rate yang besar maka pompa nya di paralel tapi jika ingin menaikkan head nya maka pompa nya di seri.

Tanggapan 9 – Iswandi Nasution

Pak Darmansyah,

Bapak ingin mengetahui flow pompa paralel secara teoritik utk kebutuhan apa? thesis atau utk actual design atau assesment/investigasi dilapangan?

Kl cuma secara teoritik benar yang dikatakan Pak Dede dan Bapak2 yg lain karenab itu tertulis jelas di buku pompa pada kuliah dulu kalau parallel kapasitas/flownya menjadi penjumlahan kapasitas/flow masing2 pompa namun headnya tetap, sementara seri menjadi kebalikannya karena headnya yg dijumlahkan.

Namun menurut saya itu dalam keadaan ideal banget dan ga akan benar2 matched hasilnya kl Bapak ingin hitung detail karena itu cuma teoritis dan kita pasti mengetahui tentang effesiensi suatu produk berapa persen. Utk actualnya kita juga harus pertimbangkan faktor lain seperti losses yg terjadi dari piping installation. Malahan dari pabrikan pun tidak ada setahu saya yg bisa membuat produk dengan efesiensi 100%. Jika piping instalasinya sudah sesuai dengan standar maka lossesnya menurut saya cukup kecil ya in avarage lebih kurang hampir sama atau mendekati dengan teoritis namun harus dipertimbangkan masalah effesiensi td dengan pompa Bapak.

Namun yg jadi masalah jika piping instalasinya yg ga benar, contohnya pada sistim paralel biasanya dipasang header pada discharge utk mengakumulasi kesemua pompa tersebut. Jika tidak ada header menurut saya losses nya lumayan karena bisa saling rebutan dan turbulensi apalagi kl ukuran pipingnya tidak sesuai. Dan hal yg juga perlu diperhatikan lg apakah ukuran pipa di discharge gabungan pompa tersebut mampu utk kebutuhan dari gabungan kapasitas tersebut, contoh pada discharge gabungan Bapak menggunakan pipa 6′ yang mampu nya utk 200M3 (ukuran cuma perumpamaan) tp kapasitas gabungan pompa paralel bapak 400M3, nah utk hal ini secara otomatis kapasitas secara teoritis tersebut tidak bisa dicapai.

Tanggapan 10 – Marthin Winner

Sedikit feedback dari tanggapan kawan2,

Secara teoritik/ ideal pun flow pompa paralel tidak akan sama persis 2 x flow 1 pompa. Pasti akan lebih kecil, dimana perbedaannya tergantung derajat kelandaian/kecuraman dari pump curve yg bersangkut.

Pemahaman 2 pompa paralel (cap: 100 gpm) = 2×100 gpm = 200 gpm–> ini miss leading, namun dalam ranah praktis, perbedaan tersebut tidak jadi masalah.

Silahkan dicoba diplotkan pump curve paralel dengan system curve. Hasil teoritik pun mengatakan flownya lebih kecil dari flow 2 pompa.

Tanggapan 11 -Abdul Muis

Jawaban Pak Dede baru membahas kurva pompa sentrifugal yang diparalelkan.
Dalam pengoperasiannya, unjuk kerja pompa sentrifugal merupakan perpotongan dari kurva Pompa dan kurva sistem.

Jika 2 pompa sentifugal dipasang parallel, kurva pompa akan bergeser ke kanan (flow menjadi 2 kalinya dengan head yang tetap).

Untuk mempermudah, perhatikan contoh berikut :

Satu pompa sentrifugal dipakai untuk mengalirkan fluida dari satu tangki ke tangki lain yang lebih tinggi 9 meter, dengan pipa sangat kecil dan banyak belokan (100 belokan (misalnya)). Ketika dicek, debit yang dihasilkan 1 Liter/detik (misalnya).

Sang pemilik ingin meningkatkan debit aliran fluida dengan menambah satu pompa sentrifugal yang dipasang parallel, apakah debit yang dihasilkan bisa naik menjadi 2 kalinya (2 Liter/detik)?

– Jika kurva sistem tetap, tentu akan terjadi penambahan head losses yang diakibatkan meningkatnya kecepatan aliran fluida, karena head bertambah maka perpotongan kurva sistem dan kurva pompa sentrifugal parallel akan lebih keatas, jadi flow yang dihasilkan lebih kecil daripada dua kali flow pompa sentrifugal individu pada sistem tsb. Jadi jika kurva sistem tetap, debit fluida kurang dari 2 Liter/detik.

– Jika kurva sistem diubah bergeser lebih ke kanan, misal dengan mengubah ukuran pipa, atau mengurangi belokan (misal hanya 2 belokan), mengurangi cekikan, maka debit yang dihasilkan lebih besar dari sistem yang pertama tadi. Jika kurva sistem bergeser kekanan lebih dari 2 kali kurva sistem awal, tentu debit yang dihasilkan lebih dari 2 Liter/ detik. Jika kurva sistem bergeser kekanan kurang dari 2 kali kurva sistem awal, debit yang dihasilkan masih kurang dari 2 Liter/detik tapi lebih besar dari debit sistem awal.

Untuk itu, untuk hasil optimal jika ingin menambah pompa sentrifugal yang dipasang paralel, sistem sebaiknya diubah.

Kembali ke petanyaan Pak Darmansyah :

Dalam pengoperasian pompa secara paralel (dalam hal ini identik), apakah
dimungkinkan flow total yang terjadi melebihi dari flow individu yang
terbaca secara teoritik di kurva pompa?

Dalam pengoperasiannya, unjuk kerja pompa tergantung pada kurva pompa dan kurva sistem. Maka peran dari kurva pompa sangat penting, dan ketelitian dalam perhitungan kurva sistem sangat diperlukan.
Perusahaan pembuat pompa selalu menyertakan kurva pompa sebagai acuan. Apakah kurva pompa tersebut valid? Tentunya perusahaan akan membuat sevalid mungkin, kalo tidak ya customer tidak percaya.

Kalo pompa tersebut baru, kurva pompa jelas valid untuk kondisi yang dicantumkan dalam kurva tersebut. Kalo kondisi berbeda dengan yang dicantumkan dari kurva (misal dengan putaran yang berbeda atau tidak tercatum dalam kurva pompa yang dikeluarkan pabriknya), tentu hasilnya beda, tapi tidak bisa dikatakan kurva pompa yang dikeluarkan pabrik pembuatnya salah. Lebih tepatnya lakukan test ulang.

Kalo pompa tersebut udah lama, tentu efisiensi pompa turun, wajar jika berbeda dengan kurva pompa dari pabrik pembuatnya. Untuk hal ini, perlu dilakukan test ulang untuk menentukan kurva pompa.

Silakan ditambahi atau dikoreksi kalau2 ada yang salah.

Tanggapan 12 – Iswandi Nasution

Pak Abdul,

Mohon pencerahaannya bagaimana caranya membuat flow menjadi lebih besar dari penjumlahaan masing2 pompa seperti penjelasan Bapak dibawah, karena saya kurang jelas contoh Bapak 1 liter/detik itu kapasitas pompa nya atau kapasitas dari sistem?

Satu pompa sentrifugal dipakai untuk mengalirkan fluida dari satu tangki ke tangki lain yang lebih tinggi 9 meter, dengan pipa sangat kecil dan banyak belokan (100 belokan (misalnya)). Ketika dicek, debit yang dihasilkan 1 Liter/detik (misalnya).
Sang pemilik ingin meningkatkan debit aliran fluida dengan menambah satu pompa sentrifugal yang dipasang parallel, apakah debit yang dihasilkan bisa naik menjadi 2 kalinya (2 Liter/detik)?

– Jika kurva sistem diubah bergeser lebih ke kanan, misal dengan mengubah ukuran pipa, atau mengurangi belokan (misal hanya 2 belokan), mengurangi cekikan, maka debit yang dihasilkan lebih besar dari sistem yang pertama tadi. Jika kurva sistem bergeser kekanan lebih dari 2 kali kurva sistem awal, tentu debit yang dihasilkan lebih dari 2 Liter/ detik. Jika kurva sistem bergeser kekanan kurang dari 2 kali kurva sistem awal, debit yang dihasilkan masih kurang dari 2 Liter/detik tapi lebih besar dari debit sistem awal.

Karena menurut hemat saya jika 1 liter/detik itu kapasitas pompa even kita abaikan semua losses yg Bapak sebutkan (pipa, belokan dll) tetap saja actualnya tidak bisa lebih besar dari penjumlahaan, dan masalah pompa itu baru atau lama tetap saja menurut saya tidak ada pompa yg effesiensi 100% meskipun pompa itu baru.

Tanggapan 13 – Abdul Muis

Pak Iswandi,

Dari gambaran contoh yang saya berikan, 1 liter/detik itu debit pompa dalam sistem.
Untuk meningkatkan debitnya tentu dengan mengurangi Total Head sistem pak, coba bapak cek perpotongan kurva sistem dan kurva pompa paralel, secara grafik kalo kurva sistem bergeser ke kanan bisa saja menghasilkan debit 2 kali pompa individu (walaupun aktualnya susah dilakukan karena head elevasi begitu dominan), tentunya dengan mengurangi total head, makanya saya berikan contoh yg begitu kontras (pipa kecil, belokan 100, banyak cekikan).

Contoh yang saya berikan itu hanya gambaran tentang pembacaan kurva pompa paralel & kurva sistem. Dari perpotongan kurva tersebut, bisa saja debit dinaikkan menjadi 2 kali, tapi dengan pengurangan Head.

Kalo tanpa memperhatikan kurva sistem (hanya fokus ke kurva pompa), sepengetahuan saya (berdasar literatur, praktikum, dan pengalaman), jika 2 pompa sama, disusun paralel dengan setting head yang sama dengan pompa tunggalnya, kurva pompa paralel bergeser ke kanan 2 kali dari single pump, jadi debit berlipat 2 kali, kalo ternyata debit tidak bertambah 2 kalinya berarti tarjadi perubahan head. Perubahan head inilah mungkin yang bapak temui sehingga debit pompa tidak naik 2 kalinya.

Mengenai pompa baru atau lama yang saya sebutkan tadi, itu untuk menjelaskan mengenai ketepatan kurva pompa. Produsen Pompa membuat kurva pompa pada saat pompa masih baru, kurva pompa tersebut dibuat berdasar uji laboratorium. Kalo pompa sudah lama, terjadi aus di impeller, kondisi bearing sudah tidak bagus, dll, kalo diuji di laboratorium lagi apakah menghasilkan ‘kurva pompa’ yang sama seperti waktu masih baru? menurut saya berbeda. Makanya perlu dilakukan uji ulang kalau pompa sudah tua.

Tanggapan 14 – Iswandi Nasution

Pak Abdul,

Oww… ok pak, saya pikir perumpamaan 1 liter/detik itu utk kapasitas masing2 pompa bukan kurva dalam sistem, kl begitu saya setuju dengan pendapat Bapak. Kl flow sistem turun atau kurang dari penjumlahan kapasitas pompa paralel secara teori tentu saja bisa seperti Bapak dan Pak Dimas katakan tentang permainan head didalam sistem.
Tp kl kurva sistem melebihi dari penjumlahan kapasitas pompa saya blom pernah jumpai, maka dari itu saya bingung dengan penulisan bapak bahwa bisa LEBIH dari 2 liter/detik karena saya mikirnya 1 liter/detik itu kapasitas per pompa bukan dalam sistem, tp anyway apa Bapak pernah menjumpai flow di sistem lebih besar dari kurva pompa paralel?
Oklah kl begitu Pak, sudah clear bagi saya apa yg Bapak maksud. Ternyata salah tanggapan.