Mohon pencerahannya bagaimana prosedur hand over (serah terima)
building (untuk produksi) dari kontraktor kepada owner.

Tanya – Nuklindana Darma

Mohon pencerahannya bagaimana prosedur hand over (serah terima)
building (untuk produksi) dari kontraktor kepada owner :

1. Apakah ada standard checklist untuk pihak owner yg biasa digunakan ?

2. Biasanya berapa lama jangka waktu ‘garansi’ atas complaint ?

3. Biasanya hal apa sajakah yg sering menjadi ‘dispute’ antara pihak kontraktor dgn owner?

4. Dari sudut pandang safety, kira2 hal apa sajakah yg perlu diperhatikan?

Tanggapan – dee anna

Dear Pak Nuklindanna,

1. Biasanya dari diterbitkan ‘defect list’ yaitu daftar bagian-bagian dari bangunan yang masih harus diperlukan repair dari pihak kontraktor. Defect list harus disetujui oleh kedua belah pihak.

Biasanya didalam kontrak sudah menyebutkan berapa lama warranty setelah pekerjaan selesai. (tergantung kesepakatan waktu itu, normalnya 12 bulan dari completion date).

2. Untuk komplain juga tergantung dari kontrak. Untuk kontrak standart di perusahaan saya, setiap kontraktor wajib melakukan minimal 7 hari dari written complaint untuk melakukan repair.

Jika selama 7 hari atau selambat-lambatnya 14 hari dari written notice, tidak ada tindak lanjut maka , repair akan dilakukan pihak klien dengan beban biaya ditanggung dari kontraktor.
Biasanya juga klien masih memegang retensi sebesar 5-10% dari total nilai kontrak, dan digunakan untuk kasus-kasus seperti ini.
Atau ada juga warranty bond yang bisa dicairkan jika ada kasus seperti diatas.

3. Kontrak adalah perundangan-undangan tertinggi diantara kedua belah pihak. Jika terdapat dispute antara kedua belah pihak maka semua kembali ke kontrak.

4. Dari sudut pandang safety yang harus diperhatikan adalah : (dari sisi kontraktual)
haruslah ada pasal-pasal mengenai safety standart yang harus di-follow oleh kontraktor.

Demikian semoga membantu.