Sejatinya, kalau bicara onshore pipeline (yang berada disekitar pemukiman utamanya) kendala pokok adalah masalah non teknis (sosial, cuaca, dll) dan bukan masalah teknis. Adalah cukup jamak kalau ada cerita diseputaran proyek pipeline onshore tentang pengawas yang dikejar2 orang warga ber-sajam, dipalak aparat, coating dirusak, tidak boleh menggali, harus segera menimbun, harus segera memperbaiki bekas galian, soal pembebasan lahan, galian longsor, perijinan yang berliku, dsb….dll.

Tanya – ardhi purwoko

Mohon pencerahannya tentang kendala-kendala yang sering terjadi di dalam pekerjaan konstruksi pipeline, sehingga menghambat jadwal. berdasarkan pengalaman bapak dan apa yang menjadi penyebabnya?

No Pekerjaan

1 Pengelasan dan pendukung pengelasan

2 Pembersihan jalur

3 Jembatan

4 Trenching

5 Project managemen dan kontrol

6 Pekerjaan sipil / struktural

7 Thrust boring

8 Environment

9 Fasilitas sementara untuk pemilik

10 Fasilitas sementara untuk kontraktor

11 Backfilling

12 Pigging & flushing

13 Kendaraan kontraktor untuk ke proyek

14 Sign marker

15 Kendaraan pemilik untuk ke proyek

16 Pipa

17 Procurement of material

18 Hydrostatic test

19 Nitrogen purging

20 Safety

21 Survey

22 Chatodic protection

23 Lowering

24 Detail desain & enjiniring

25 Reinstatement

26 As built drawing

27 Piping

28 Instalasi katup

29 Survey konstruksi

30 Open cut

31 Fitting & valve

32.

(minta tolong untuk dipilih dari 32 item pekerjaan) terimakasih.

Tanggapan 1 – roeddy setiawan

Pak Ardhi,

Banyak sekali pertanyaan nya jadi bingung setiap item banyak sekali problem nya. mau membuat buku yah (kidding). misal nya pada pengelasan, splater yang berlebihan gara gara ampere nya kebesaran menghambat produksi karena membersihkan nya susah, ampernya kurang penetrasi nya kurang juga harus di repair, kalau pakai Dc cable nya ngelilit pipa jadi magnetic di cap nya agak mustahil, kalau rod nya ngak di oven dulu jadi porosity harus di repair lagi, kalau welding nya lagi hujan problem lagi ayo ah rekan yang lain juga mau tuh kasih problem. kalau saya engak kepingin dikasih problem(kidding lagi).

Tanggapan 2 – hasan uddin

Pak,

Sepertinya anda mau bikin makalah tentang onshore pipeline (buried) ya??

Sejatinya, kalo bicara onshore pipeline (yang berada disekitar pemukiman utamanya) kendala pokok adalah masalah non teknis (sosial, cuaca, dll) dan bukan masalah teknis. He..he..he… adalah cukup jamak kalo ada cerita diseputaran proyek pipeline onshore tentang pengawas yang dikejar2 orang warga ber-sajam, dipalak aparat, coating dirusak, tidak boleh menggali, harus segera menimbun, harus segera memperbaiki bekas galian, soal pembebasan lahan, galian longsor, perijinan yang berliku, dsb….dll.

Kalo soal teknisnya sih, pertanyaan anda harusnya ‘diluruskan’ dulu menjadi hal2 yang memakan waktu lama dari fase EPCI onshore pipeline. Soalnya kalo term-nya menghambat, saya kira semuanya memiliki efek berantai terhadap overall schedule.

Umumnya yang take time adalah:

– Engineering & design

– Preparation untuk konstruksi

– Procurement LLI (pipa, customized valve)

– Boring

– Open cut

Tanggapan 3 – ardhi purwoko

Terimakasih mas, atas jawabannya tetapi saya tidak bermaksud memberi problem lho ( hehe), maksud pertanyaan saya kendala apa saja yang berdasarkan pengalaman bapak sering menjadi penghambat proyek, apakah pengelasan, atau penggalian, atau pembuatan jembatan, begitu mas, mohon pencerahannya.

Iya saya mau membuat makalah.

Tanggapan 4 – Priyan Ferdinan

Dear pak Adhi,

Untuk:

Pigging –> Harus dipastikan bahwa joint2 pipa yang akan di pigging sudah lolos RT, jika ada repair tentunya jadwal pigging yang sudah ditentukan akan mundur. Kegiatan ini harus ada koordinasi juga dengan pihak Pumper untuk keperluan pengurusan GWP (General Work Permit), pihak QC dari kontraktor dan client, pihak HES untuk urusan JSA dan SOP, dll,. , so jika ada yang miss maka eksekusi dapat tertunda. Kendala teknis misalnya: Poly pig nyangkut, maka cara alternatif siapkan poly pig kedua dan untuk mendorong pig pertama yang kemungkinan nyangkut di elbow, jika masih ga bisa, ya terpaksa di bongkar.

Backfilling –> biasanya untuk back filling terutama untuk pemasangan road crossing pipe perlu dibuat bedding (untuk pipa tanpa pipe sleeve) terus kemudian di compact tiap layer dengan ketentuan yang berlaku dan selanjutnya di test density nya. Kendalanya: kondisi tanah, cuaca, pastikan peralatan (backhoe, compactor/smooth drum) sudah siap operasi, dll.

Hydrotest –> Kendala: Cuaca, Bocor, Ketersediaan air bersih (jika memungkinkan dapat digunakan dari existing water injection line), dll.

Lowering –> Lowering Under ground pipe?, biasanya tunggu kapan Rig selesai moving, lalu lowering underground pipe dan lakukan joint2 terakhir untuk kemudian di RT dan Hydrotest.

Wah banyak juga pertanyaannya, nanti disambung lagi pak.