Corrosion Engineering merupakan multidiscipline engineering yg orang2nya bisa berasal dari berbagai technical background. Corrosion Engineering sendiri masih dibagi menjadi bidang2 lain yg lebih spesialis seperti: 1. Cathodic Protection: biasanya yg berasal dari background electrical lebih mudah memahami; 2. Material Selection (coating, metal, etc): biasanya yg punya background pengetahuan bahan, metalurgy, dll bisa lebih mudah menguasai; 3. Chemical (chemical injection for corrosion inhibition, etc): tentu yg punya background chemical engineering bisa lebih mudah memahami; 4. dan lain2 seiring berkembangnya ilmu dan technology bahkan orang2 dari background2 technical lainnya seperti structural, mechanical, etc juga bisa mengembangkan karier nya lebih spesialis di dunia corrosion engineering.

Tanya – de Allanize

Dear All,

Saya mau tanya sedikit tentang corrosion engineer.

1. Apakah banyak perusahaan kontraktor yang bergerak dalam bidang fabrikasi (tentunya di indonesia) yang membuka lowongan corrosion engineer?

2. Apakah pengalaman sebagai corrosion engineer dapat mendukung posisi lain yang dilamar selain corrosion engineer, kira2 posisi apa saja yang bisa didukung dengan pengalaman ini?

Itu saja informasi yang ingin saya ketahui, baru2 ini diangkat di posisi corrosion engineer di suatu perusahaan konsultan korosi. Jadi saya yang baru tau lapangan pekerjaan ini ingin mengetahui lebih jelas dan lebih lanjut mengenai pekerjaan corrosion engineer dari para senior disini. Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Faisal Reza

1. saya kira hampir dibilang jarang utk di fabrikasi, yg ada adalah welding engineer dan QA/QC.

2. iya jelas dan corrosion engineer termasuk top earner di eropa, US saya kira di middle east juga. Corrosion engineer bisa masuk ke flow assurance (pipeline), process engineer, structural dan jelasnya sangat kuat hubungannya dgn welding dan materials engineering dan juga reliability engineer.

3. Di Norwegia dan UK (dalam hal status dan standard take home pay), corrosion engineer sudah bisa disejajarkan dgn process engineer dan juga dgn mudah pilih area yg tersedia seperti di upstream masalah design completion system, pipeline dan platform facilities, dan juga jelasnya di downstream (petrochemical dan refinery).

Saya kurang tahu di Indonesia tapi di Malaysia seperti pengalaman saya di Petronas Carigali dulu, Materials/corrosion dept sudah well established dan termasuk core business meski role nya kadang di overwhelmed oleh process (paling tidak kita harus punya back up juga dari senior process engineer), saya kurang tahu di middle east tapi yg saya tahu di Aramco ini sudah merupakan bagian penting bagi core business perusahaan dalam menjalankan asset integrity.

Utk mengenai skill apa yg diperlukan pada corrosion engineer sudah kita diskusikan dgn jelas dari mas Isya juga saya beberapa minggu lalu.

Tanggapan 2 – Dirman Artib

Untuk menjawab tingkat kebutuhan resource di area EPC, maka dapat membuat pertanyaan yaitu, apa Engineering Deliverables seorang Corrosion Engineer ?

1.???

2.???

3.???

Nah kalau bisa mengidentifikasi Engineering Deliverables ini, maka kita bisa mengetahui tingkat kebutuhan particular resource tersebut. Karena di EPC, terutama pada fase Engineering semua produktivitas resource hanya diukur dari jumlah deliverables yg berkorelasi dgn manhour to be burned.

Tanggapan 3 – Faisal Reza

Saya kira di EPC

1. yg membikin Corrosion Design Basis dan materials selection/pihilosophy seharusnya corrosion engineer

2. dalam membuat Corrosion Design semua harus dilakukan corrosion prediction maka ini yg membuat adalah corrosion engineer

3. Juga yg membuat Corrosion Management Plan adalah juga Corrosion engineer bekerja sama dgn Inspection atau RBI engineer.

4. Beberapa kegiatan inspeksi bhkan QA/QC juga biasanya corrosion engineer banyak terlibat

5. dalam juga mendesain CP baik onshore dan offshore haruslah dipimpin oleh Corrosion engineer

6. fasilitas bisa mencakup dari verifikasi completion materials, platform sampai pipeline (seperti yg saya lakukan di Carigali dulu yg kebetulan the 1st HP-HT offshore gas facility di Malaysia dari completion, platform, pipeline saya sendiri yg buat (dalam hal corrosion design/prediction, materials selection, corrosion management dan corrosion monitoring) tanpa bantuan consultant meski harus di verifikasi oleh Technip utk surface dan Sumitomo utk completion)

Corrosion Engineer biasanya juga satu paket dgn materials engineer

Sdgkan kalau di operator sudah saya indikasikan di email sblmnya.

Tanggapan 4 – berlian syako

Corrosion Engineering merupakan multidiscipline engineering yg orang2nya bisa berasal dari berbagai technical background. Corrosion Engineering sendiri masih dibagi menjadi bidang2 lain yg lebih spesialis seperti:

1. Cathodic Protection: biasanya yg berasal dari background electrical lebih mudah memahami.

2. Material Selection (coating, metal, etc): biasanya yg punya background pengetahuan bahan, metalurgy, dll bisa lebih mudah menguasai.

3. Chemical (chemical injection for corrosion inhibition, etc): tentu yg punya background chemical engineering bisa lebih mudah memahami

4. dan lain2 seiring berkembangnya ilmu dan technology bahkan orang2 dari background2 technical lainnya seperti structural, mechanical, etc juga bisa mengembangkan karier nya lebih spesialis di dunia corrosion engineering. (sebagai contoh untuk proyek offshore platform, yg selalu melakukan design cathodic protection nya justru orang structural, kemudian untuk proyek pipeline yg sering melakukan design cathodic protectionnya adalah pipeline engineer yg bisa berasal dari background mechanical, untuk proyek2 onshore pipeline yg sering melakukan design cathodic protectionnya terutama impressed current system adalah orang2 electrical). Jadi untuk cathodic protectionnya sendiri bisa berasal dari berbagai discipline ilmu teknik.

Note: Untuk pasar Indonesia, semakin spesialis seseorang maka semakin berkurang peluang kerjanya bahkan hampir tidak ada. Umumnya di Indonesia untuk posisi2 spesialis selalu dibentuk oleh company2 untuk dipakai sendiri. Misalnya sebuah company yg bergerak di jasa konsultasi bidang korosi maka cendrung melatih dan memberi pendidikan kepada karyawannya untuk posisi2 spesialis, begitu juga dengan oil company yg ada di Indonesia. Ini dilakukan karena memang susah mencari orangnya dan kalau ada tentulah mahal rate nya. Jadi yg berminat berkarir di posisi2 yg sangat spesialis maka sebaiknya mengarah ke global, jangan mengandalkan pasar Indonesia saja.

Tanggapan 5 – Dirman Artib

Kalau dari keterangan Pak Berlian, tampaknya Corrosion Engineer specialist, masih tahap interchange.

Cathodic Protection diserahkan kepada Electrical Engineer, Pipeline Engineer, Structural Engineer dan Process Engineer.

Makanya dalam tahap EPC, saya lihat Engineering Deliverables untuk Corrosion Engineer tidak banyak, tetapi mungkin diperlukan lebih sebagai reviewer daripada initiator sewaktu Inter-Discipline Review.

Tanggapan 6 – Fauzan Akbary, S.T. – de Allanize

Hm berarti memang jika saya ingin meneruskan karir di bidang korosi maka untuk menunjang kemajuan karir sebaiknya mengabil spesialisasi ya?seperti di bidang CP, dll?
dan jika saya ingin pindah ke EPC..maka peluang tinggi hanya pada lowongan QA/QC saja??

Untuk saat ini saya juga sedang mencari link ke luar negeri..tapi rata2 dari yang saya cari membutuhkan pengalaman lama, maka jika ada dari beberapa teman2 dimilis yang punya informasi, saya sangat berterima kasih jika dibagi hehe…

Tanggapan 7 – Faisal Reza

Lakukan yg sampeyan suka mas….dan terus kerja keras….nanti akan paid off juga akhirnya….don’t worry about something outside there…