Below are the factors to be concern in addition of essential variabel as states in WPS during welding 625 and 825: 1. Prior to preheating, wipe areas to be welded with a clean cloth dampened with approved solvent; 2. Care must be taken to maintain preheat temperature; 3. Clean each passby stainless steel wire brushing, grinding and chipping; 4. Wrap part or welded area in thermal blanket after completion of welding to cool slowly before post weld heat treatment; 5. No single pass shall exceed 1/8′ in thickness.

Tanya – Rusmanto

Dear rekan milis ysh,

Mohon sharing info bagi yang pernah mengerjakan welding works untuk base metal inconel 625 dan 825. Saya mencoba cari-cari di file lama milis belum menemukan mengenai artikel di atas.

1. Faktor-faktor apa sajakah yang perlu perhatian extra untuk welding works pada dua material diatas?

2. Saya baca di suatu artikel bahwa pre-heat mutlak dilakukan sebelum welding dimulai. Apakah benar demikian?

3. Filler metal dan electrode yang bagus kira-kira branch apa? Tidak mahal dan juga tidak terlalu murah, tengah2 lah.

4. Welder rate-nya untuk area Jawa kira-kira berapa tarif per-jam nya? Saya dapat info bahwa hampir sama dengan welder DSS dan SDSS

Untuk proses weldingnya kemungkinan akan memakai kombinasi SMAW dan GTAW.

Tanggapan 1 – Faisal Reza

Coba pak lihat ini, saya juga pernah sedikit dulu dgn inconel 625 tapi saya seringnya pakai utk welding clad metal (CS+625)…

Nanti kalau ada yg khusus bisa didiskusikan….tapi coba lihat2 ini sblnya

Masalah preheat…seingat saya tidak diperlukan utk alloy 625…itu di artikel mana pak ya? ada preheat….kalau diperlukan preheat mgkin hanya utk me removed moisture saja…

Filler metal pakai utk 625 atau kadar alloy diatasnya …secara detil bisa dilihat di attachment atau bhkan ASME sec IX…tapi lupa saya disitu ada atau tidak…maklum sudah lama tidak di perweldingan…

Tanggapan 2 – ‘Farid M. Zamil’

Kami barusan melakukan kualifikasi prosedur untuk material BASE NICKEL 625 to 625 dan 625 to 304 yang sangat perlu diperhatikan adalah :

1. Skill dari WELDER diupayakan yang sudah punya experience dalam mengelas material BASE NICKEL.

2. Shielding dan Purging Gas untuk perlu diperhatikan gunakan ARGON GAS yang High purity.

Demikian sekelumit sharing ini bisa membantu.

Tanggapan 3 – Makhmud Ashadi

Pak Rusmanto,

Below are the factors to be concern in addition of essential variabel as states in WPS during welding 625 and 825:

1. Prior to preheating, wipe areas to be welded with a clean cloth dampened with approved solvent.

2. Care must be taken to maintain preheat temperature.

3. Clean each passby stainless steel wire brushing, grinding and chipping.

4. Wrap part or welded area in thermal blanket after completion of welding to cool slowly before post weld heat treatment.

5. No single pass shall exceed 1/8′ in thickness.

Tanggapan 4 – herlambang sunyoto

Jawaban dari Pak Makhmud Ashadi emang mantab.

Bagemane Bang Makhmud kabarnye?

Senior Welding Engineer JWES & Certified Welding Inspector.

Tanggapan 5 – danang indrasworo

Pak Rusmanto,

Sekedar sharing saja. Saya pernah melakukan kualifikasi prosedur untuk jenis alloy 625 N06625 to alloy 625 N06625 menggunakan filler metal Special Metal Inconnel 625 (AWS Class ER NiCrMo3) Proses GTAW.

Lulus uji Corrosion Test ASTM G48 method A at 50 Deg C -24 Hours dan standard mechanical test (Impact -36 Deg C, Bend test, tensile test and macro test)

Dalam pengelasan tersebut parameter yang dijaga adalah sebagai berikut:

– Preheat tidak mutlak diperlukan, saya tidak memakai preheat pada saat kualifikasi prosedur. Masih berada di temperatur kamar +/- 30 deg C. Preheat hanya dilakukan ketika ada moisture yang nempel saja (jika ada)

– Interpass Maximum Dijaga. Dalam kualifikasi, interpass maximum dibawah 100 Deg C,

– Heat Input maximum juga harus dijaga. Heat input pada saat kualifikasi sebesar 1.2 Kj/mm. Dibawah Nilai itu lebih baik untuk mengurangi oksidasi pada root.

– Menggunakan high purity argon (99.999% Ar) dan menggunakan metode dam yang efektif untuk menjaga nilai oksigen dibawah batas toleransi specification.

Filler Metal memakai Inconnel 625 brand special metal juga bagus pak atau equivalent.
Untuk welder nya bapak bisa langsung refer ke ASME IX latest edition mengenai welder yang bisa di utilize dan cara kualifikasinya.
Inconnel 625 termasuk P No. 43

QW 423 (base metal qual for welder)

Jika pda saat kualifikasi menggunakan base metal dari P No. 1 sampai 15 F, 34 dan 41 sampai 49 maka kualifikasi nya dapat untuk material P No. 1 sampai 15 F, 34 dan 41 sampai 49 . Setelah itu baru kita liat filler Metal rule nya di QW selanjutnya

QW 433 (f number for welder)

Jika pada saat kualifikasi menggunakan F No. 34 atau 41 sampai 46 makan kualifikasinya dapat untuk F No. 34 atau 41 sampai 46

Untuk kasus bapak, saya ada rekomendasi untuk pengelasan dissimilar metal untuk nickel base alloy.

Untuk alloy 625 to alloy 825, menurut tabel, masih direkomendasikan Inconnel Alloy 625 sebagai Filler Metalnya.

Mungkin faktor2 yang harus diperhatikan hampir2 mirip, mengingat Filler Metal yang direkomedasikan untuk pengelasan alloy 625 to alloy 825 masih sama yaitu Inconel 625 Filler Metal.

Tanggapan 6 – Rusmanto

Dear Pak Danang, Pak Mahmud dan rekan,

Infonya sangat mantap sekali. Akan saya baca terlebih dahulu artikel yang diberikan.

Tanggapan 7 – Rony Witjaksono

Pak Rusmanto,

Bapak juga bisa gunakan brand Techalloy, waktu proyek Pertamina PPGS setahu saya pakai brand ini, dan ada stockistnya di Jakarta. Bpk bisa menghubungi bp. Jimmy (hp.08129390580). Biasanya mereka akan bantu mulai dari pembuatan wps.
Smoga bermanfaat. Trimss