Didalam merequest equipment katakanlah hydraulic, tentu dokumen jual belinya melalui prosedur seperti pembuatan data sheet, calculation, spec, RFQ, dll. Tidak ada data sheet untuk pembelian yang merefer pada standard America dan Europan secara bersamaan sehingga sertifikasi juga tidak pernah/belum pernah dikawinkan di dalam satu PO. Problemnya akan muncul ketika QC/Audit menemukan ketidak sesuaian dokumen.

Tanya – Rio Hendiga

Rekan Migas,

Mohon bantuannya, saya memiliki Hydroulic Actuator yang mana limit switch nya certified by ATEX. Namun komponen instrument lainnya pada actuator ini ( termination box, Unions, flexible conduits ) certified by UL . Apakah boleh interument-instrument actuator tsb dicertified oleh lebih dari 1 lembaga , kalau memang diperbolehkan tolong beritahu refensinya apa.

Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Tanggapan 1 – Peki Hariyanto

Pak Rio,

Hal tsb tidak masalah, dipastikan lg hazardous group dan classnya. Untuk lebih jelasnya silahkan refer ke NEC 500 & 505 dan ISA 60079.

Tanggapan 2 – Rio Hendiga

OK, thanks Pak Peki.

Tanggapan 3 – Daniel Sombe

Pak Rio/Pak Peki,

Mohon ijin sumbang saran dari kacamata engineer,

NFPA 70/NEC 2011 Article 500 dan Article 505 merupakan peraturan yang dibuat oleh badan National Fire Protection Association berkantor pusat di Massachusetts. Article 500/505 pada dasarnya dibuat sebagai guidance buat orang kelistrikan yang berpaparan dengan hazardous location untuk menentukan atau memilih type proteksi apakah yang paling sesuai serta electrical/equipment device yang manakah yang paling tepat untuk diaplikasikan dalam instalasi.

Kemudian pihak API (American Petroleum Institute) membuat supplemen / vitamin pelengkap yang dikenal sebagai API RP500 dan API RP505 yang dimaksudkan untuk memberikan “guideline” dalam mengklasifikasikan lokasi di dalam plant serta memilih electrical equipment / metode instalasi yang sesuai.

Sertifikasi di keluarkan oleh: UL, FM, dll.

“Global” lalu membuat IEC 60079, dan so on. Goal “Global” awalnya sebenarnya adalah membuat “harmonisasi standard” dari standard Amerika (SDO = Standard Development Organisations). Ada 3 main organisasi besar yang ikut seperti ISO, IEC, dan ITU.

Sertifikasi di keluarkan ATEX, PTB, dan so on.

Sepintas melihat historynya harusnya permasalahan seperti yang diceritakan Pak Rio tidak perlu di khawatirkan akan tetapi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

– * Didalam merequest equipment katakanlah hydraulic seperti yang Pak Rio kemukakan, tentu dokumen jual belinya melalui prosedur seperti pembuatan data sheet, calculation, spec, RFQ, dll. Sependek pengetahuan saya tidak ada data sheet untuk pembelian yang merefer pada standard America dan Europan secara bersamaan sehingga sertifikasi juga tidak pernah/belum pernah dikawinkan di dalam satu PO. Problemnya akan muncul ketika QC/Audit menemukan ketidak sesuaian dokumen. “Forget this”, kalau tujuan utama bapak adalah alatnya kerja dengan baik atau tidak.

– * Kebanyakan orang/Company tidak ingin “fight” dengan standard, apalagi sertifikasi kecuali ada satu dan lain hal yang sifatnya “mau tidak mau”

SS * Secacara praktis assembler yang membuat packaging biasanya mensertifikasi komponen didalamnya dari satu source. Dan biasanya kalau mau sertifikasi satu package secara keseluruhan “orangnya” tidak mau kalau digabungkan antara ATEX dan UL.

– * Saran saya kalau untuk aplikasi industry / komersial, sebaiknya ikuti saja specification yang sudah dibuat kecuali bapak punya “Approval” secara tertulis dari Client atau dari Management.

Tanggapan 4 – Rio Hendiga

Pak Daniel, terimakasih atas penjelasannya. Permasalahan memang timbul setelah ada complaint dari customer mengenai adany sertifikasi ATEX dan UL dalam suatu assembly Actuator Hydroulic ( LS nya sertf. ATEX dan komponen lainnya by UL ), dan saya tidak menemukan aturan yang menyatakan larangan atau perijinan mengenai kondisi ini dalam suatu standart. Hal ini menjadikan suatu pertanyaan dari saya walaupun secara fuction alat tsb bekerja baik.

IMHO, ATEX bukanlah termasuk ETL ( Engineering test lab ) seperti halnya UL, FM, BASEFA, dll yang mengeluarkan sertifikasi, jadi menurut saya complaint dari customer saya mungkin juga salah karena di sana hanya ada satu ETL yang mengeluarkan sertifikasi yaitu UL.

Sebelum saya menemukan adanya standart yang mengatur 2 aatu lebih sertifikasi dalam satu equipment, saya juga tak bisa complaint ke pihak vendor apalagi kalau vendor mengemukakan yang sifatnya ‘ mau tidak mau ‘. Selain itu hanya 1 customer yang complaint masalah ini, sedang customer yang lain belum pernah.