Untuk type PSV, sejatinya ada empat type: yakni SPRING LOADED, PILOT OPERATED, TEMPERATURE ACTUATED, POWER ACTUATED. Mengenai power actuated silahkan dibaca requirementnya di ASME Sections I dan II.

Tanya – Fajri Julisyah

Mohon pencerahan kepada ahli tentang PSV, ditempat saya kerja menggunakan dua type PSV

1. PSV Spring Operated

2. PSV Pilot Operated

didalam PID tertulis diatas PSV adalah

1. Fire

2. Control Valve Failure

3. Blocked Discharge

4. Thermal Expansion

yang membuat saya bingung kenapa di klasifikasikan seperti itu, sedangkan PSV yang digunakan hanya 2 type tersebut.

Mohon pencerahannya kalau ada soft copy tolong di share ke saya via japri ( fajri.julisyah@hess.com)

terima kasih

Tanggapan 1 – BKC1037@cc.m-kagaku

Dear Pak Fajri

Saya coba membuat penjelasan, mudah2an tidak terlalu salah.

Keempat item yang ditulis di P&ID bukanlah type PSV, tetapi kasus2 apa saja yang dipertimbangkan pada saat sizing PSV tersebut. Berapa kapasitas yang diperlukan dan berapa setting pressurenya.

1. Fire :

Jika terjadi kebakaran, maka fluida di dalam system akan terpanasi sehingga terjadi thermal ekspansion.

Pasti ada premise berapa besar kebakarannya -> berapa kecepatan ekspansinya, maka dapat ditentukan ukuran PSV yang dibutuhkan.

2. Control Valve Failure.

Misalnya, Pressure control valve yang melakukan pengontrolan pressure dengan mengatur bukaan venting dari sebuah bejana. Jika PCV tersebut fail dan menutup, berapa flowrate dari gas/vapor yang harus dilewatkan agar vessel pressure tidak terus naik melewati design pressure vessel. Jumlah flowrate tersebut dipakai untuk menentukan ukuran PSV.

3. Blocked Discharge.

Kalau mengambil contoh no. 2 di atas, kasusnya mirip. Tapi, kali ini adalah jika ada manual valve di vent line yang tertutup karena ‘mis-operasi (miss-valve-setting)’. Jadi walaupun PCV bekerja, vapor/gas tidak bisa ngalir.

4. Thermal expansion.

Mirip dengan no. 1, tetapi bukan oleh api.

Contohnya, ada heat exchanger yang berfungsi sebagai heater.

Tube side : Heater liquid

Shell side : Process liquid

Jika terjadi salah operasi, tarohlah inlet-outlet valve dari process fluid masih tertutup, tetapi heater fluid sudah mengalir, maka shell side terjadi heat expansion, maka akan merusak H/E. Maka PSV dipasang disisi Shell (selain sudah ada expansion joint, tapi mungkin belum cukup).

Tanggapan 2 – Crootth Crootth

Untuk Pak Fajri,

Sebenarnya selain fenomena fisik yang terjadi, yang membedakan diantara keempat kasus yang disebutkan (sebenarnya kasus -kasus selengkapnya adalah: Thermal Expansion, Fire Exposure, Loss of cooling/Heating, Excess Inflow/Outflow, Structural failure, Loss of Agitation, dan Miscellanous (maintenance dll)) di bawah ini adalah Process Safety Time nya (waktu yang dibutuhkan oleh sistem pemroses untuk mencapai kejadian kecelakaan: bocor, meledak, terbakar, dll atau untuk mencapai seting point dari SIS (safety instrumented system)).

Penting diingat untuk kasus Fire, sepanjang jumlah liquid yang dikandung cukup untuk meyerap panas dari api external hingga api tersebut berhasil dipadamkan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Untuk type PSV, sejatinya ada empat type: yakni SPRING LOADED, PILOT OPERATED, TEMPERATURE ACTUATED, POWER ACTUATED. Mengenai power actuated silahkan dibaca requirementnya di ASME Sections I dan II. Saya kira dua-tiga tahun lalu di mailist ini saya pernah menuliskan perbedaan-perbedaan diantara mereka, silahkan dicari kembali file nya.

Untuk Pak Dadang HK,

Saya kurang setuju dengan pendapat anda yang mengatakan :

‘Pasti ada premise berapa besar kebakarannya -> berapa kecepatan ekspansinya, maka dapat ditentukan ukuran PSV yang dibutuhkan.’

Bukanlah expansi yang lebih patut diwaspadai dalam kasus Fire, melainkan perubahan fasa dari cair menjadi gas yang untuk beberapa gas tertentu perubahan volume yang diakibatkannya bisa mencapai 600 kali lipat. premis anda memang benar hanya untuk fluida satu fasa…

Juga…

Untuk kasus Control Valve failure, bukan (hanya) CV di downstream yang menutup yang diandaikan terjadi. Dalam kasus CV di downstream menutup, maka fenomenanya hampir mirip dengan block discharge. Pemerian Control Valve Failure adalah lebih kepada CV di upstream yang fail open atau membuka lebar tanpa mau menutup, sedemikian hingga fungsi control valve untuk menurunkan presure/flowrate gagal dan equipment di downstream mengalami overpressure.

Juga…

Kasus block discharge tidaklah terbatas untuk ‘manual’ valve, melainkan juga ‘automatic’ valve atau SDV/CV atau bahkan plugging oleh material solid yang menumpuk dan menyumbat line discharge / padatan hasil polimerisasi menyumbat downstream line dan masih banyak lagi contoh lainnya.

semoga memperjelas

Tanggapan 3 – Alvin Alfiyansyah

Dear Mas Fajri,

Sedikit menambahkan Mas DAM dan Pak Dadang,

Memang yang dimaksudkan dibawah adalah Overpressure cases yang diaplikasikan di sistem tersebut. Untuk lebih jelasnya mungkin API RP 14C ditambah guidance manual EDP di tempat anda dapat dirujuk agar lebih jelas. Berbagai kasus Overpressure yang lain yang telah disebutkan Mas DAM dapat dirujuk lebih detil disana. Oiya, hati-hati juga menentukan overpressure calculation ini, rujukan manual di tempat anda mungkin agak sedikit berbeda dari API praktis dan GPSA, jadi pastikan dulu tidak ada perbedaan setelah membacanya, mungkin ada cara yang tidak sekonservatif API di manual EDP anda.

Untuk Thermal Expansion selain di HE, juga berlaku di line yang full liquid. Jika peralatan atau line dapat diisolasi pada kondisi full liquid, relief valve harus disediakan untuk thermal expansion pada kontainer liquid itu. Rendahnya temperatur proses, radiasi matahari (solar radiation), atau perubahan pada kondisi temperatur atmosfir mengharuskan proteksi termal di dalamnya. Flashing pada control valve juga harus dipertimbangkan.

Berbagai tipe PSV dapat anda lihat spesifikasinya lebih detil di API RP 520 Part 1 & Part 2.

Pilot operated PSV digunakan ketika :

1. Build up back pressure dan variable superimposed back pressure tidak mencapai 50% dari set pressure

2. Untuk peralatan yang beroperasi diantara 90-95 set pressure

3. Ketika pressure drop di inlet safety/relief valve lebih besar dari 3% nilai set pressurenya

Spring Operated PSV digunakan untuk :

1. PRV Konvensional (Build up back pressure dan variable superimposed back pressure tidak mencapai 10% dari set pressure)

2. Balanced PRV, 2 macam tipenya yang memakai piston dan bellows (Build up back pressure dan variable superimposed back pressure tidak mencapai 40% dari set pressure dan untuk corrosive service khususnya)

Sekian dulu, semoga berguna.

Please CMIIW.

Tanggapan 4 – zukita zulkiflitaher

Saya ingin menambahkan sedikit sehubungan dengan Pilot operated PSV, item no. 2 di bawah sbb.

Pilot operated PSV dapat dipasang pada alat yang beroperasi sampai 95% setting pressure PSV tersebut.

Sedangkan PSV tipe konvensional (baik spring maupun bellow) dapat dipasang pada alat yang beroperasi sampai 90% setting pressure PSV tersebut.

Tanggapan 5 – BKC1037@cc.m-kagaku

To Pak DAM/Alvin/Zul

Terimakasih sudah menambahkan dan melengkapi.

Memang yang saya tulis hanyalah salah satu contoh yang mungkin terjadi, tapi tidak terbatas ke contoh itu saja. Kemungkinan2 lain harus diperkirakan seperti yang disampaikan Pak DAM dll.

Bisa sharing prinsip2 untuk sizing PSV kasus Fire, bukan tentang expansi satu phasa maupun perubahan phasa dari liquid ke gasnya, tetapi tentang berapa energi yang direlease oleh Fire (heat release estimation)?