Dalam proses pengelasan menurut standar ASME, aturan mengenai essential, supplementary dan non essential variable tertulis jelas dalam Bab 2 yang dibagi berdasarkan proses pengelasan nya.
Dalam kasus ini, QW 403-19 ini merupakan essential variable untuk base metal untuk Inertia and Continuous Drive Friction Welding saja (QW 262). Dimana perubahan base metal type or grade akan menjadi essential variable untuk proses pengelasan ini.

Tanya – Dirman Artib

Rekan-rekan pakar welding Yth.

Mohon pencerahan tafsir QW-403.19 dari ASME Sec IX , sbb :

QW-403.19 A change to another base material type or grade (type or grade are materials of the same nominal chemical analysis and mechanical property range, even though of different product form), or to any other base material type or grade. When joints are made between two different types or grades of base material, a procedure qualification must be made for the applicable combinations of materials, even though procedure qualification tests have been made for each of the two base materials welded to itself.

Contoh kasus untuk diskusi :

Jika misalnya saya sudah punya qualified WPS dan didukung PQR pada pengelasan antara base metal ASTM A572 Gr. 50 dg sesama ASTM A572 Gr.50,

Lantas apabila saya akan mengelas ASTM A572 Gr.50 dgn grade berbeda, misalnya dengan ASTM A572 Gr.70, apakah memerlukan requalification WPS ?

Tanggapan 1 – Dedih Durahman

Pak Dirman,

Yang perlu direqualifikasi adalah jika ada perubahan essential variable atau supplementary essential variable (jika disyaratkan). Dalam hal ini persyaratan QW-403.19 hanya essential bagi proses lasan ‘Inertia and Continuous Drive Friction Welding’ (table QW-262). Jika memang proses lasan itu yang dipakai maka perlu requailifikasi WPS jika terjadi perubahan grade material yg dimaksud.

Tanggapan 2 – Doni Afrizal

Menambahkan sedikit,

Perubahan grade juga essensial variable jika flash welding yang dipakai (QW-265). So, musti kualifikasi ulang.

Tanggapan 3 – danang indrasworo

Pak D’Art,

Untuk query dibawah ini, saya coba memberikan pendapat sedikit.
Dalam proses pengelasan menurut standar ASME, aturan mengenai essential, supplementary dan non essential variable tertulis jelas dalam Bab 2 yang dibagi berdasarkan proses pengelasan nya.

Dalam kasus ini, QW 403-19 ini merupakan essential variable untuk base metal untuk Inertia and Continuous Drive Friction Welding saja (QW 262). Dimana perubahan base metal type or grade akan menjadi essential variable untuk proses pengelasan ini.

Jadi jika bapak memiliki WPS untuk A 572 gr 50 dilas ke A 572 gr 50 dan akan mengelas kombinasi dengan type or grade yang berbeda misalnya A 572 gr 50 to A 572 gr 70 maka WPS nya harus direkualifikasi karena masuk dalam essential variable untuk proses welding dalam QW 262 sebagai akibat perubahan grade material dari 50 ke grade 70). Dan sekalipun bapak juga memiliki WPS A 572 gr 70 dilas ke A572 Gr 70 namun tidak memiliki WPS dengan kombinasi A572 Gr 50 dilas ke A572 gr 70 maka tetap tidak bisa dilakukan dan harus tetap di rekualifikasi sesuai QW 403.19.

Mohon dikoreksi jika salah tafsir.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Waaah, ternyata begitu toh trik menafsir ASME Sect IX, saya selama ini agak familiar dgn BS EN ISO 15609 (dulu BS EN 288-2), jadi baca ASME IX agak detail baru akan di mulai.

Saya sempat bingung sewaktu rekan-rekan me-refer ke QW-262 yg untuk proses welding Inertia and Continuous Drive Friction Welding padahal saya nggak pernah ngomongin ttg QW-262. Saya juga lupa info-kan bahwa welding proses saya hanya SMAW, setelah saya cek QW-253, maka 403-19 tidak menjadi essential variables, jadi ASTM A572 Gr 50 boleh disambung cara busur las dgn Gr 70.

Terima kasih banyak buat Pak Danang dan Pak Dedih, nanti bakalan ada pertanyaan lain nya 🙂 🙂

Tanggapan 5 – Danang Indrasworo

Pak D’art,

Jika welding prosesnya adalah smaw (QW 253) maka yang menjadi essensial variable
untuk base metalnya ada pada QW 403.11. Klause ini menyatakan bahwa perubahan P
no. Qualified Base metal menjadi essential variable.
P No. Adalah klasifikasi material yang digunakan oleh Asme ini berdasarkan type or grade, uns, uts serta komposisi materialnya yang terdapat pada tabel QW 424. yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kualifikasi welding prosedure yang dibutuhkan.

Sedangkan group No. Akan berlaku jika wps akan dikualifikasikan dengan menggunakan impact testing.

Sesuai tabel QW 424, asme ed 2010,

A 572 gr 50 termasuk dalam P no. 1 group 1 sedangkan untuk A 572 gr 70 termasuk
dalam P no. 1 group 2,

Jadi jika bapak mau mengelas A 572 gr 50 ke A 572 gr 70 dengan design tanpa adanya impact test, maka bapak tidak perlu rekualifikasi karena masih dalam P no.1.
Namun jika pengelasan dilakukan dengan adanya requirement impact untuk sambungan beda grade yaitu gr 50 ke 70 ini maka bapak harus melakukan rekualifikasi wps karena perbedaan group no.

Mohon dikoreksi jika salah tafsir.

Sekali lagi terima kasih buat Pak Martensite yg dicelup -dingin cepat saat phase Austenite 🙂 🙂

Tanggapan 6 – Dirman Artib

Sekali lagi terima kasih buat Pak Martensite yg dicelup -dingin cepat saat phase Austenite 🙂 🙂

Btw.

Kebutuhan terhadap ‘Notch Toughness Test-NTT’ (Impact) harus dilakukan jika dipersyaratakan oleh ASME Section lain atau jika dipersyaratkan oleh spesifikasi project. Tentu harus sejalan dgn re-kualifikasi WPS jika PQR utk NTT belum ada.

Yang saya mohon dicerahkan lagi, kenapa Pak Martensit punya ide bahwa NTT harus dilakukan dgn alasan perbedaan Group Number (pada P-Number yg sama spt kasus ini) ?

Coba simak penjelasan Pak Marten di bawah ini:

Namun jika pengelasan dilakukan dengan adanya requirement impact untuk sambungan beda grade yaitu gr 50 ke 70 ini maka bapak harus melakukan rekualifikasi wps karena perbedaan group no.

Tanggapan 7 – Doni Afrizal

Pak Danang,

Mohon pencerahannya bagaimana meng-assign A 572 gr 70 termasuk P no.1 Group 2.
Soalnya di table QW/QB-422 saya tidak menemukan gr 70, hanya grade 42,50,60.

Pak Dirman,

Walo pertanyaannya ke pak Danang, boleh ya cuba-cuba jawab.hehehe.

Impact test bukan harus dilakukan karena ada perubahan group pak. Tapi, kembali ke kasus awal apa perlu PQR ulang kalo ada perubahan grade. jawabannya sesuai yg ditulis pak danang yaitu untuk SMAW, boleh tidak ulang PQR lagi selama tidak ada perubahan P No, namun bila ada client/section lain request untuk impact test maka selama tidak ada perubahan Group No. boleh tidak dilakukan kualifikasi ulang.

Tanggapan 8 – danang indrasworo

Terima kasih Pak Donny atas koreksinya. Yang saya maksud A 572 Gr 60 (min specified tensile 75 ksi)Â Namun acuan tetap di tabel QW 422.

Pak D’Art,

Mungkin bapak bisa menjelaskan apakah material yang dipakai benar A 572 Gr 70?

Tanggapan 9 – I Wayan Eka Putra

Mungkin ada yang bisa menjelaskan secara ilmu logam, soalnya pernah ada yang ngasih waiver, jika pengelasan dari material grade yang lebih tinggi ke yang lebih rendah gak perlu re-kualifikasi …