Saya ingin menanyakan practice guideline untuk menghitung permanent loss yang ditimbulkan oleh flowmeter yang terpasang sepanjang pipa? dalam hal kaitannya dengan perhitungan hydraulic pompa, apakah yang diperhitungkan maximum pressure drop dari flowmeter ataukah pressure recovery dari flowmeter tersebut?

Tanya – mj_junah

Dear Milister,

Saya ingin menanyakan practice guideline untuk menghitung permanent loss yang ditimbulkan oleh flowmeter yang terpasang sepanjang pipa? dalam hal kaitannya dengan perhitungan hydraulic pompa, apakah yang diperhitungkan maximum pressure drop dari flowmeter ataukah pressure recovery dari flowmeter tersebut?
terima kasih atas jawabannya.

Tanggapan 1 – rizaldi

Kalo boleh saya berpendapat hanya permanen loss nya saja. flow meter katakan lah tipe differensial pressure, memiliki profil pressure yang unik sepanjang pelat.
Mula-mula turun drastis hingga ke tekanan terendah, kemudian naik perlahan setelah itu.

Misal jika inlet press sblum flow meter = 100 psi.

kemudian lowest pressure after orifice = 50 psi.

kemudian pressure setelah recovery = 70 psi.

maka pressure loss yang diperhitungkan adalah (100 -70 psi) = 30 psi.

mohon koreksi dari bapak2 yang lebih berpengalaman..jika kurang tepat. terimakasih.

Tanggapan 2 – ‘mj_junah’

Terima kasih atas jawabannya.

Sebagai tambahan, apa ada diantara milister yang tahu dimana saya bisa mendapatkan tabel korelasi persentase pressure drop (pressure loss) dengan beta ratio untuk flowmeter jenis vortex, positive displacement,turbine, dan rotameter ? tabel percentage pressure loss di flow measurement engineering handbook R.W. Miller hanya menyebutkan sebagian kecil dari type flowmeter.