Untuk system hydrant standart fire hose yang dipadu dengan sprinkler system spec teknis harus minimal 7 kg/cm2 bilamana kurang dari tekanan tsb diatas sprinkler tidak bekderja dengan baik tirai air yang keluar dari nozzle sprinkler selanjutnya bapak bisa lihat curva sprinkler spec teknis produk apa saja.

Tanya – hadi muttaqien

Dear rekan2 Milis Migas,

Saya temukan bahwa pada main Pipeline pipa Hydrant dan Sprinkler bertekanan 8,5 – 10 bar. Setahu saya tekanan yang di perkenankan adalah maksimum 3 bar, mohon sharing Standard, Hose dan material Sprinkler untuk tekanan hingga 10 bar tersebut bila ada.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Tanggapan 1 – Boorham Rifai

Pak Hadi,

Untuk standard hose, coba dilihat di NFPA 14 bagian 7.2.1 Maximum Pressure for Hose Connection.

Tanggapan 2 – ‘Batut’ banyubiruinova_pt

Bp. Hadi M

Untuk system hydrant standart fire hose yang dipadu dengan sprinkler system spec teknis harus minimal 7 kg/cm2 bilamana kurang dari tekanan tsb diatas sprinkler tidak bekderja dengan baik tirai air yang keluar dari nozzle sprinkler selanjutnya bapak bisa lihat curva sprinkler spec teknis produk apa saja.
trima kasih

Tanggapan 3 – ‘Akh. Munawir’

Sebagai referensi, mudahnya anda bisa mengacu pada Equipment Data Sheet (i.e. Hydrant, Monitor, Spray Nozzle) untuk mengetahui Operating Pressure-nya.
Umumnya, Hydrant dan Fire Monitor bekerja pada +/- 7 barg dan Water Spray Nozzle/Sprinkler: 1.4 to 3.5 barg.

Jadi jika P’ Hadi mendapati di Main Fire Water Line bertekanan 8.5 – 10 barg, itu masih wajar saja … karena saat fase engineering/desain oleh engineernya mesti sudah diturukan hingga mencapai Operating Pressure untuk masing-masing Equipment tersebut.

Tanggapan 4 – imam sofyan

ikut berbagi,

apa dalam instalasi bapak tidak menggunakan PRV/MCV atau sebelum ke bok hydrant bisa menggunakan PRD/orrifice..itu dapat menset tekanan yg diinginkan…thx.

Tanggapan 5 – ‘Akh. Munawir’

Fire Water Ring itu Network system, agak sulit menurunkan pressure di satu line dengan menambahkan fitting karena akan memberikan impact ke line yang lain.
Biasanya dengan simulasi software i.e. pipenet dengan Hanzel-William Formula bisa digunakan untuk sizing Fire Water line.

Tanggapan 6 – hadi muttaqien

Pak Munawir,

Terimakasih untuk tanggapannya, design yang di cantumkan di gambar one line diagram saya dapatkan memang dari pompa hingga main pipeline hingga ke fixture-nya bertekanan sama. Saya cek Spesifikasi material sprinkler, Hose Reel, Spray Nozle mempunyai specifikasi 12 s/d 22 bar. Maksud saya untuk Hose Reel/Spray Nozle bertekanan hingga 8,5 – 10 bar cara mengoperasikan Hose Reel/Nozle tersebut apa tidak membahayakan Operator/ Pemadam Kebakarannya ? Saya sendiri cenderung operating pressure pada Sprinkler, Spray Nozle adalah 1,4 – 3,5 bar.

Tanggapan 7 – ‘Akh. Munawir’

P’ Hadi,

Maksud saya spray nozzle yang 1.4 – 3.5 bar itu untuk Fixed System of Deluge Spray Nozzle (kalau di Indoor namanya Water Sprinkler) untuk mendinginkan Equipment atau membuat Tirai Air (Water Curtain) bukan Nozzle yang connected di Hosereel.

Kalau Fire Hose ataupun Fire Monitor, operatingnya kurang dari 3.5 bar …. ga yakin tembakannya bisa menjangkau protected object.
Fire Brigade sewajarnya sudah sudah terlatih untuk mengoprasikan Fire Water System – Hydrant/Hose dengan operating sekitar 7 barg…memang tidak bisa dioperasikan oleh 1 orang, setidaknya ada Nozzleman (2 orang) kemudian 1 orang commander dan 1 orang pembuka/penutup valve hydrant.
Jika philosophy pengorperasiannya hanya 1 orang, akan lebih baik menggantinya dengan Fixed Fire Monitor.

Jika ingin yakin system anda proper atau tidak, saran sih bikin Fire Drill saja.

Tanggapan 8 – hadi muttaqien

Pak Munawir,

Betul pendapat pak Munawir, saat ini masih kami evaluasi, Kelihatannya yang outdoor Pillar Hydrant saja yang masih perlu di evaluasi.
Terimakasih untuk sharingnya.

Tanggapan 9 – hadi muttaqien

Pak Imam,

Untuk Sprinkler ada dipasang PRV/MCV tapi untuk Pillar Hydrant tidak, saya masih mencari referensi, koq tekanan kerja 8,5-10 bar ? apa gak pontang-panting mengoperasikannya? Terimakasih juga untuk tanggapan dari rekan2 lainnya.

Tanggapan 10 – Boorham Rifai

Sependek yg saya tahu, mengutip dari NFPA 14

7.8.1 Minimum Design Pressure for Hydraulically Designed Systems.

7.8.1.1 Hydraulically designed standpipe systems shall be designed to provide the waterflow rate required by Section 7.10
at a minimum residual pressure of 100 psi (6.9 bar) at the outlet of the hydraulically most remote 65-mm (21⁄2-in.) hose
connection and 4.5 bar (65 psi) at the outlet of the hydraulically most remote 38-mm (11⁄2-in.) hose station.

Kalau dalam spec kami:

… the pressure shall never exceed 12 barg for 1” and 7 barg for 1-½” systems. If necessary, a pressure control valve can be installed.

Mungkin rekan dari lapangan bisa sharing apakah pressure setinggi ini akan menyebabkan hose menjadi liar waktu digunakan. CMIIW.

Tanggapan 11 – hadi muttaqien

Pak Rifai,

Kalau pressure 1 s/d 1,5 bar mungkin saya masih berani pegang sendiri tuh Nozzle, tapi 3 bar keatas, enggak deh, itu dari pengalaman sendiri loh.

Tanggapan 12 – Eddy Bachri

Bpk2 Yth.

Untuk private fire water system biasanya range yang digunakan adalah berkisar antara 8 – 10 bar (120 – 150 psia).

Oleh sebab itu untuk orang2 yang bukan anggota regu pemadam atau yang terlatih disarankan hanya mengggunakan hose dan nozzle 1 1/2′ saja bukan 2 1/2′, demikian pula kalo bapak lihat hose reel yang biasanya terpasang baik di bangunan-bangunan maupun pabrik pada umumnya adalah hose 1 1/2′. Kalo pressure cuman 1 s/d 1.5 bar bisa sih untuk nyiram tapi cuman buat nyiram tanaman saja bukan untuk pemadam kebakaran,
he..he..he..

Sebagai ilustrasi tekanan 1 bar, yah.. kira2 kalo bapak punya torn (tanki) air yang tingginya 10 meter nah itulah tekanan 1 bar.