Kesulitan flowmeter diterapkan di Flare adalah low pressure (bisa atsmosfir) dan high velocity jadi biasanya kalo tidak menggunakan USM Inline, type THERMAL flowmeter bisa menjadi pilihan. Dalam hal ini jika new project masih ada pilihan karena pengerjaan mulai dari nol. Permasalahan yang sering ditemui adalah pemasangan flowmeter di jalur flare yang sudah online sehingga tidak memungkinkan dilakukan shutdown, Low pressure, Big Pipe (pipe size > 8′), high velocity dalam kondisi seperti ini bisa dikatakan tidak ada flowmeter yang applicable untuk dipasang.

Tanya – ‘Layangkulo’

Rekan2, saya ingin bertukar pikiran. Saya ingin mengukur flow natural gas dari tekanan sekitar 30 PSIG yang menuju ke jalur Flaring. Flow di sini sangat berfluktuasi karena jalur ini merupakan dicharge dari Pressure Control Valve untuk mengatur tekanan suction gas compressor.
Saya ingin tahu apakah ada yang punya pengalaman yang sama di tempat kerja dan flowmeter jenis apa yang sering di gunakan untuk kasus tersebut.

Tanggapan 1 – Heru Purnomo technip

Pak Hadi,

kenapa gak consider ultrasonic saja?

dari yang saya baca (karena saya belum pernah install), ultrasonic memiliki range pengukuran yang cukup besar untuk mengatasi fluida yg ‘berfluktuasi’.

Tanggapan 2 – hsurachman

Pak,

Untuk ultrasonic sangat mahal kalau hanya digunakan untuk mengukur flow yang menuju ke flare pak.

Cukup dengan mengunakan anubar flowmeter atau sensor yang lain pak. Mungkin teman-teman yang lain dapat menambahkan.

Tanggapan 3 – Bakti Kumoro

Pak,

di 3 plant gas booster kami menggunakan orifice meter untuk pengukuran gas ke arah flare , kalau pakai USM (UltraSonic Meter)…huiiihhh mahal nian harganya…..sayang kalau hanya untuk mengukur gas buang saja, kalau untuk Custody …bolehlah kita pakai USM….

Tanggapan 4 – Heru Purnomo technip

kalau diliat email pertama, kasusnya fluidanya ‘fluktuatif’ pak Bakti, orifice turndown rationya 3:1 kurang bisa menghandle ‘fluktuatif’ fluida tersebut (imho).

mungkin kalau USM terlalu mahal, annubar seperti kata Pak Hadi adalah pilihan yang tepat.

Tanggapan 5 – adi.apto

Pak Bakti,

Setuju pak. Bisa pakai orifice, bisa juga pakai turbin.

Tinggal sekarang apakah ada kendala dalam penempatan meternya. Karena kalau type
orifice, ada syarat minimal panjang pipa sebelum masuk ke flowmeter. (Available atau tidak di lapangan).

Tanggapan 6 – Gunawan Siregar

Coba deh Fluenta USM.

Tanggapan 7 – ridwan.hamdani

Kesulitan flowmeter diterapkan di Flare adalah low pressure (bisa atsmosfir) dan high velocity jadi biasanya kalo tidak menggunakan USM Inline, type THERMAL flowmeter bisa menjadi pilihan. Dalam hal ini jika new project masih ada pilihan karena pengerjaan mulai dari nol.

Permasalahan yang sering ditemui adalah pemasangan flowmeter di jalur flare yang sudah online sehingga tidak memungkinkan dilakukan shutdown, Low pressure, Big Pipe (pipe size > 8′), high velocity… dalam kondisi seperti ini bisa dikatakan tidak ada flowmeter yang applicable untuk dipasang.