Menipisnya telapak ban mempunyai resiko yang tinggi, selain menyalahi pemakaian prosedur ban resiko pecah di jalan bisa mengakibatkan kecelakaan.Hal itu karena pemilik mobil kurang memperhatikan batas ketebalan telapak ban. Oleh pabrik pembuatnya sebelum ban keausan setiap ban yang diproduksi diberi tanda khusus. Bagaimana mengetahui batas keausan ban ? Simak berikut ini:

Oleh : Putranto – MEDCO

Mengamati Batas Keausan Ban

Menipisnya telapak ban mempunyai resiko yang tinggi, selain menyalahi pemakaian prosedur ban resiko pecah di jalan bisa mengakibatkan kecelakaan.Hal itu karena pemilik mobil kurang memperhatikan batas ketebalan telapak ban. Oleh pabrik pembuatnya sebelum ban keausan setiap ban yang diproduksi diberi tanda khusus. Bagaimana mengetahui batas keausan ban ? Simak berikut ini:

* Tanda batas keausan ban bisa disimak pada sisi atau dinding ban berbentuk panah atau segitiga. Lebih dikenal dengan tread wear indicator (TWI). Pada sekeliling dinding ban tercantum 6 tanda tersebut yang menunjukkan batas keausan ban.

* Menurut Asosiasi Perusahaan Ban, batas minimal ketinggian telapak ban adalah 1.6 mm diukur berdasarkan kondisi permukaan ketebalan telapak yang rata dengan tanda TWI. Jika melewati batas tersebut ban sebaiknya diganti.

* Simbol keausan ban yang lainnya berbentuk benjolan yang terletak di dalam alur posisinya sejajar dan segaris dengan patokan tanda TWI.
Simbol ini dimaksudkan sebagai tanda peringatan keausan ban yang diukur dari dasar telapak ban.

* Hal yang membahayakan bila sudah tampak lapisan serat benang atau baja. Hal ini bisa berisiko ban pecah ditengah jalan. Setidaknya ban diganti dalam jangka waktu setiap 60.000 km tergantung dari jam terbang kendaraan. Pada kondisi normal usia pemakaian ban rata-rata 2-3 tahun.

* Biasakan memperhatikan tekanan angin ban karena porsi isi angin yang benar akan meratakan keausan ban. Tekanan ban yang kurang mengakibatkan pengikisan pada kedua sisi ban atau volume angin yang berlebihan menyebabkan pergesekan besar pada bagian tengah telapak ban.

Selanjutnya silahkan buka attachment.

attachment : Membaca Kode Ban.pdf

Tanggapan 1 – darwis sbr

Mohon pencerahan,

Pada attachment file pdf yg dilampirkan Pak Pur dimana X 2001 artinya pembuatan ban yaitu pada minggu ke 20 tahun 2001,apa bukan minggu ke 10 ? karena cuma satu X.

Tanggapan 2 -Irsan Harrie H. F.

Pak Darwis..

Setahu saya, yg kita lihat itu angka 2001-nya pak..

2001 –> 20 01, maka pembuatan ban pada minggu ke-20 tahun 2001.
Contoh lain misalnya.

3002 –> 30 02, maka pembuatan ban pada minggu ke-30 tahun 2002

Semoga membantu,

Tanggapan 3 – BKC1037@cc.m-kagaku

Berkaitan dengan ‘safety’ tentang ban kendaraan, saya tambahkan sedikit informasi karena saya fikir hal ini kurang terperhatikan, yaitu : hubungan antara penyetelan rem dengan meledaknya ban.

Ada kejadian sbb. :

– Sopir truk merasa bahwa ‘rem’ kurang bagus penyetelannya

– Dia menghentikan mobil dan memeriksa ternyata salah satu roda, velg-nya panas

– Kemudian dia masuk kolong dan memeriksa roda tersebut dari dalam (entah apa pertimbangannya)

– pada saat dia berbaring, tiba-tiba ban meledak dan melukai mukanya.

Hati-hati jika mobil anda penyetelan remnya kurang bagus, dan ada kanvas rem yang selalu mengerem pada posisi tuas rem bebas, maka gesekan kanvas tersebut akan menyebabkan panas pada velg (metal). Pada gilirannya, ini akan menaikkan temperatur ‘udara’ di dalam ban yang berarti menaikkan ‘tekanan’ ban. Jika menemui velg panas, pertama-tama dinginkan dulu dengan disiram air, sebelum melakukan sesuatu thdp. ban tsb.