Secara umum, rule of thumbs jika kita tidak/kurang memiliki data yang cukup dalam penentuan pemakaian Epoxy Grouting yang harus dipergunakan dalam perletakan suatu equipment/machinery adalah: a. Mesin dengan driver horsepower minimal 500 (373 KW) atau lebih; b. Mesin yang mempunyai kecepatan lebih daripada 3600 RPM; c. Mesin yang memiliki combinasi berat (mesin, driver dan baseplate) lebih dari pada 2270 kg (5000 lbs); d. Mesin reciprocrating dengang driver horsepower lebih dari pada 50 (37 KW).

Tanya – agus.suryantoro

Dear Milis KMI,

Ada yg punya batasan kapan sebuah machinery digrouting pakai epoxy atau non-shrink. karena kami ada data sheet tapi tidak menyebutkan jenis groutingnya.

Apakah hanya berdasarkan berat mesinya saja, atau ada pertimbangan lain.

sekalian harga epoxy grout berapa?

Tanggapan 1 – Mr triana agustina

Mengenai penggunaan jenis grouting pak agus bisa baca di ACI 351.1R (Grouting between Foundation and Bases for Support of Equipment and Machinery), standard tersebut sudah cukup jelas mengenai penggunaan jenis grouting,baik itu epoxy ataupun non shrink hydraulik cement grout.

Tanggapan 2 – Thomas Yanuar

Pak Agus,

Saya coba share sependek pengetahuan saya tentang aplikasi epoxy grouting dalam case Pak Agus.

Secara umum, rule of thumbs jika kita tidak/kurang memiliki data yang cukup dalam penentuan pemakaian Epoxy Grouting yang harus dipergunakan dalam perletakan suatu equipment/machinery adalah:

a. Mesin dengan driver horsepower minimal 500 (373 KW) atau lebih.

b. Mesin yang mempunyai kecepatan lebih daripada 3600 RPM.

c. Mesin yang memiliki combinasi berat (mesin, driver dan baseplate) lebih dari pada 2270 kg (5000 lbs).

d. Mesin reciprocrating dengang driver horsepower lebih dari pada 50 (37 KW).

Selanjutnya, silahkan melihat beberapa code/standard internasional sebagai tambahan:
ASTM C307, ASTM C413, ASTM C531, ASTM C579, ASTM C580, ASTM C1181, PIP STS03061 dan PIP REIE686

Jika ada waktu, silahkan berkunjung ke blog teknikal saya dimana ada salah satu artikel yang saya tulis tentang pondasi mesin dan grouting, http://civilandstructure.wordpress.com

Tanggapan 3 – agus.suryantoro

Terimakasih, dari uraian ini saya pikir sudah bisa ditentukan menggunakan epoxy atau non shrink. jadi bila salah satu dari point a) b) c) terpenuhi maka digunakan epoxy, tidak harus semua point dipenuhi baru digunakan epoxy.

~subcont tidak mau applied epoxy karena tidak include di BQ, padahal pump dari uraian diatas harus epoxy. memang untuk epoxy ini sering terjadi salahpahaman siapa yg take-off (civil atau mechanical), kejadian kalau tidak double estimate malahan ndak ikut dihitung.
Thanks P’ Thomas Yanuar.

Tanggapan 4 – Mr triana agustina

Sangat menarik mengunjungi blog teknikalnya pak thomas,banyak ilmu yang didapat.Mohon info mengenai angka-angka yang pak thomas sebutkan dibawah ini berkaitan dengan epoxy grouting,di code / Standard mana yang menjelaskan hal tersebut.

Terimakasih sebelumnya.