Interim Menteri Perminyakan Libya, Ali Tarhouni, didukung oleh International Energy Agency, mengatakan negaranya akan melihat kenaikan dalam produksi sampai 700,000 b/d pada akhir tahun, dengan full prewar production diharapkan pada Juni 2012.

Interim Menteri Perminyakan Libya, Ali Tarhouni, didukung oleh International Energy Agency, mengatakan negaranya akan melihat kenaikan dalam produksi sampai 700,000 b/d pada akhir tahun, dengan full prewar production diharapkan pada Juni 2012.

“Hal yang sangat baik dalam sector minyak,” menurut Tarhouni Tarhouni yang didukung oleh International Energy Agency, yang mengatakan produksi minyak Libya mulai lagi lebih cepat daripada yang semula diharapkan.

Pada bulan September, IEA meramalkan bahwa Libya akan memproduksi tidak lebih dari 400,000 b/d pada akhir tahun, jumlah yang dicapai Negara Afrika Utara pada bulan Oktober. Libya memproduksi lebih dari 500,000 b/d pada awal November, kata IEA.

Tetapi, IEA mengatakan banyak meninggalkan kendala sebelum Libya dapat memulihkan full prewar outputnya dari kira-kira 1,5 juta b/d, dengan kerugian yang disebabkan oleh perang hebat disekitar terminal ekspor minyak selama perang sipil boleh jadi kendala produksi bahkan jika lahan minyak mereka tidak dirugikan.

IEA juga mencatat pentingnya US dan pekerja asing dalam usaha untuk meningkatkan produksi Negara.

“Restorasi besar dari produksi sudah dibawa oleh staff industry petroleum dalam negeri, dengan banyak tenaga kerja asing masih diluar Negara,”kata IEA.

IEA menambahkan bahwa perbaikan paling mahal dan khusus yang kemungkinan harus menunggu datangnya para pekerja dari perusahaan minyak internasional—point yang digarisbawahi oleh juru bicara Arabian Gulf Oil Co. (Agoco).

Juru bicara Agoco mengatakan produksi dari perusahaan dapat kembali ke prewar levelnya 425,000 b/d pada Juni 2012, tetapi itu juga menghadapi tantangan, termasuk kekurangan pekerja.

Produksi di lahan Hamadi dan Beida baru-baru ini pada 7,000 b/d, sumur dibawah prewar output 30,000 b/d. Juru bicara mengatakan bahwa kembali ke normal lambat karena kendaraan di lahan dicuri, dengan menghadang transportasi pekerja kembali ke tempatnya.

Sumber: www.ogj.com