Istilah INCOTERM digunakan untuk menentukan siapa yang menanggung resiko, biaya dan pengiriman barang. Misalnya FOB ( free on board), maksudnya yang melakukan perencanaan pengiriman barang (carriage of goods), resiko dan biaya termasuk export clearance adalah seller. Penentuan INCOTERM yang digunakan nantinya akan di diskripsikan dalam a contract antara SELLER dan BUYER.

Tanya – Tata Pelita

Rekan-rekan migas,

Sering saya mendapat istilah-istilah procurement, yang biasanya ditemukan ketika dilakukan review dari quotation.Dan ternyata tidak bisa dielakkan, hal tersebut merupakan bagian penting yang harus diketahui. Karena di bottom line alias total pricenya ternyata sangat dipengaruhi term of deliverynya.

Berkaitan dengan Transport obligation, cost & Risks for the seller dan buyer, seperti apa sih itu sebenernya yang dimaksud EXW, FCA, FAS, FOB, CFR, CIF, CPT, DDP, DDU, DES,CIP dan lain-lain ? Apakah ada reference lain selain INCOTERMs 2000.
Diskusi dan pencerahan dari para pakar dan mereka yang sering berkecimpung pada bidang pekerjaan ini mudah-mudahan bermanfaat bagi saya pribadi dan tentunya banyak orang. Terutama mereka yang akan memasuki dunia kerja (Karena sewaktu kuliah dulu kayaknya ngga ada mata kuliah ini).

(… Kira-kira ujungnya bagaimana ya akhir dari kasus smuggling 8.8T yang lagi digarap POLRI? Yuk… kita tunggu epsiode selanjutnya)

Tanggapan 1 – Herawati

Dasar dari hal tersebut adalah Incoterms, dan revisi terakhir adalah incoterms 2000, fungsinya adalah untuk unifikasi.

Demikian sedikit yang dapat saya sampaikan.

Tanggapan 2 – Ade Fajar

Mbak Tata (mudah2an benar panggilannya..)

Sebenarnya EXW (Ex-Works), FOB, CIF, DDU, etc., seperti yang mba sebutkan adalah istilah yang memang mesti mengacu ke Incoterm 2000. Jadi kalo mau tahu definisinya, ya mesti buka Incoterm 2000. Masalahnya, dalam Incoterm sendiri, sepertinya kalimat penjelasann mengambang. Selain itu, term2 tersebut belaku umum, baik barang yang kecil ataupun gede. Contoh kasus, kalau saya menquote client dengan term of deliverynya Ex-Works, menurut defenisi, barang diambil oleh klien di tempat penjual. Kalo barangnya kecil, tinggal masuk truk, no problem. Kalo barangnya 10 Ton? Atas biaya siapa meloading barang tersebut ke truknya klien? Makanya, kadang2 saya bikin term deliverynya FOT (Free On Truck), setahu saya FOT ngga ada di INCOTERM 2000.

Untuk lebih aman, lebih baik diperjelas aja dengan supplier mengenai term of delivery, misalnya Ex-works tadi, apa saja scopenya daripada salah interprestasi.

Tanggapan 3 – Zulfahmi

dear all

Apakah ada reference lain selain incoterms 2000 ?

Incoterms sendiri dibuat untuk menyediakan seperangkat peraturan internasional tentang arti sebagian besar syarat perdagangan yang lazim dipakai dalam perdagangan luar negeri dari KDI. untuk menghindari salah pengertian, perselisihan dalam perdagangan. Pada tahun 1936 KDI buat pertama kali menerbitkan perangkat peraturan internasional tentang penertian syarat perdagangan. peraturan ini dikenal sebagai INCOTERMS 1936 kemudian ada perubahan 1953, 1967,1976, 1980,1990,2000. adakah reference lain untuk perdagangan? jawaban nya tidak kali ya.. (atau yang ahli ada yang tau ? )

Tanggapan 4 – trika pitana

Dear Mbak atau Mas Tata,

Kalo boleh ikur nimbrung, saya sedikit tau tentang INCOTERM.
Salah satu fungsi memang harmonifikasi, seperti yang dikatakan mbak herawati.

Istilah INCOTERM digunakan untuk menentukan siapa yang menanggung resiko, biaya dan pengiriman barang.
Misalnya FOB ( free on board), maksudnya yang melakukan perencanaan pengiriman barang (carriage of goods), resiko dan biaya termasuk export clearance adalah seller. Penentuan INCOTERM yang digunakan nantinya akan di diskripsikan dalam a contract antara SELLER dan BUYER.

Pada prinsipnya, INCOTERM dibagi menjadi 4 group:

Group E

EXW= Ex-Works ( all modes)

Prinsipnya: semua resiko, biaya dan main carriage yang menaggung adalah Buyer, Seller meminimalkan semua resiko.

Group F

FCA= free carrier (all modes)

FAS = Free Along ship (Only Sea )

FOB = Free on board (Only Sea)

Prinsipnya:

Seller merencanakan dan membayar pre carriage didalam negara pengeksport, dari origin sampai ke kapal.

Group C

CFR = cost and freight (Only Sea)

CIF = Cost, insurance, freight(Only Sea)

CPT = carriage paid to (all modes)

CIP = carriage & insurance paid (all modes)

Prinsipnya:

Seller merencanakan dan membayar main carriage, tetapi tanpa mengasumsikan resiko ditanggung oleh Seller pada main carriage (Seller tidak menanggung resiko transporasti dari origin port ke final port
destination)

Group D

DAF = Deliver at frontier (land)

DES = Delivered Ex-ship (Only Sea)

DEQ = Delivered Ex-Quay (Only Sea)

DDU = Delivered Duty Unpaid (all modes)

DDP = Delivered duty paid (all modes)

Prinsipnya:

Seller menerima semua resiko (resiko dari Seller maksimal)

All modes = semua bentuk transportasi dapat menggunakan istilah ini dalam kontrak (trasportasi darat(termasuk kereta api dan truk), laut dan udara)

Sea = transportasi laut aja

Land = hanya darat aja

Pada prinsip siapa yang akan menaggung resiko, dalam pengriman barang, misalnya Seller diasumsikan akan menanggung resiko,dan tanggung jawab dilimpahkan ke seller sampai tujuan akhir, maka INCOTERM yang akan dipilih:

DAF, DES, DEQ, DDU atau DDP

Tetapi kalo Seller mengharapkan agar resiko di limpahkan ke buyer pada trasportasi utama (main carriage), Seller akan memilih:

FCA, FAS, FOB,CFR,CIF, CPT atau CIP

Demikian semoga bisa membantu, ini juga bukan jualan lho, free of charge, nanti dipikir jualan lagi :-))
Kalo masih ada pertanyaan, sayo coba menjawab sebisa saya.

Tanggapan 5 – Donny Rico

Dear Pa Tata,

setahu saya hanya incoterms 2000 yang bisa dipakai untuk keperluan transaksi dengan overseas suppliers. Incoterms 2000 ini telah diadopt oleh lebih dari 150 negara di dunia.

incoterms 2000 dibuat sebagai ikatan perjanjian dalam hal pengiriman atau penerimaan barang. sebelum incoterms 2000 ada beberapa perjanjian, tapi tidak terlalu comprehensif dan tidak semua negara bisa menerima. akhir kata hanya incoterms 2000 yang bisa mengcover semua.

basicnya, incoterms 2000 berisikan ketentuan yang disepakati oleh pihak pembeli dan penjual. bukan saja menyangkut harga barang sampai keluar dari gudang si penyedia, tapi juga menyangkut resiko penghantaran barang yang ditanggung oleh kedua belah pihak dan batasannya.

contoh jika terjadi transaksi atas barang dan selama perjalanan si barang terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki katakanlah, dan antara si penjual dan si pembeli sudah mencapai kesepakatan bahwa pembelian harus ditanggung sepenuhnya oleh pembeli, maka secara internasional, pihak pembeli tidak dapat melakukan claim terhadap si penjual.

incoterms 2000 harus diketahui oleh kedua belah pihak. terlebih lagi oleh perusahaan yang sangat sering bertransaksi dengan overseas suppliers. karena itu menyangkut keamanan dari pembelian.

semoga membantu.