Pada prinsipnya corrosion inhibitor untuk memproteksi agar gas (pada pipa gas yang korosif) yang melalui pipa tersebut tidak kontak secara langsung dengan pipa. Bagaimana carannya? Inhibitor tersebut akan membentuk film-ing pada permukaan pipa sejauh inhibitor tsb dapat meng-cover. Ini bertujuan agar tidak terjadi korosi pada pipa yang dialiri oleh gas yang bersifat korosif tersebut.

Tanya – Rudi.Prasetyawan

Dear Bapak2 & Ibu2,

Saya mohon informasi mengenai teknik korosi. Semua hal yang berhubungan dengan Corrosion Inhibitor pada Pipa gas. Baik yang berhubungan dengan teori, kenapa menggunakan Corrosion Inhibitor, apa yang terjadi di dalam pipa, bahan dasar corrosion inhibitor, alat ukurnya. Atau, mohon dikirim link di website yang mungkin ada informasi mengenai hal di atas. Saya butuh info ini untuk menyusun skripsi saya.
Sebelumnya, saya mengucapkan Terima kasih sebesar-besarnya kepada semua milister atas semua infonya.

Tanggapan 1 – BTCO

Dear Mas Rudi,

Sedikit yg saya tau, Corrosion Inhibitor itu di bagi menjadi 3 bagian, ada

1) Inhibitor Anodic : yang memiliki sifat Pasif, Tipis, Kuat, dengan komponen utama berupa Zn, Cr, Al, Ti dan V;, 2) Inhibitor Katodik; bersifat kurang kuat tapi tebal, komponen utamanya adalah Fosfat, Fosfonat, dll sedangkan yang ke 3) Inhibitor Katano berupa Synergestic Effect. Yang menentukan keberhasilan dari Corrosion Inhibitor ini bisa dilihat dari komponennya dalam hal ini komposisi kimianya, lalu Reaksi yang terjadi dengan melihat mekanisme reaksi dan zat apa saja yang terbentuk, lalu perhatikan dosis awal dan dosis pemeliharaan (dalam ppm) , serta laju aliran fluida (Mass Flowrate, Volumetric Flowrate, Velocity).

Semoga membantu, mungkin dari yang lain atau para Moderator KBK ada yang menambahkan.

Tanggapan 2 – Dedy.Iskandar

Mas Rudi,

Pada prinsipnya corrosion inhibitor untuk memproteksi agar gas (pada pipa gas yang korosif) yang melalui pipa tersebut tidak kontak secara langsung dengan pipa. Bagaimana carannya? Inhibitor tersebut akan membentuk film-ing pada permukaan pipa sejauh inhibitor tsb dapat meng-cover. Ini bertujuan agar tidak terjadi korosi pada pipa yang dialiri oleh gas yang bersifat korosif tersebut.

Cara mengukur effektifitas dari suatu chemical inhibitor dengan cara Corrosion Monitoring (baik dengan corrosion coupon atau probe) dan untuk mengetahui sejauh mana inhibitor tersebut meng-cover permukaan internal pipa adalah dengan cara sampling yaitu mengambil sample pada pipa tersebut(untuk mengetahui amine residual karena khususnya untuk pipa wet gas, chemical inhibitor itu terbuat dari Turunan Amine).

Referensinya dapat link :

http://www.corrosion-doctors.org/Modules/mod-prevention.htm atau
Buku ‘Corrosion and Water Technology’nya Loyd W.Jones

Mudah2xan sedikit membantu dan teman2x lain mungkin dapat menambahkan eterangan diatas.

Tanggapan 3 – zaen@mmhe

Mas Rudi Prasetyawan dan kawan kawan milis terhormat.

Saya mantan Vico Indonesia dulu disebut Huffco, coba mungkin Mas Garonk ang masih ada diVico bisa membantu menjelaskan mengenai Corrosion nhibitor, karena saya dulu ikut memasang pipanya dari Penajam ke Kota alikpapan menyeberang laut ( teluk Balikpapan. ) Dulu ahli kimianya temen ita Mas Djarot Saparso entah dimana sekarang, dan Bang Fuadi Abbas jago imia kita di VIco Indonesia, atau mungkin Mas Garonk alias Darmawan bisa embantu kita untuk urun rembuk.

Tanggapan 4 – Rudi.Prasetyawan

Di tempat saya menggunakan CI dengan water base, kira2 termasuk jenis ang mana?

Adakah yang tahu prinsip kerja dari corrosiometer yang menggunakan robe, bagaimana probe bisa membaca aju korosi, dan merubah dalam atuan mpy?

Jika pembacaan laju korosi pada chart bernilai -0.12 mpy, apa artinya? ..apa mungkin pipanya malah bertambah lapisannya atau merupakan noise?

Tanggapan 5 – isya.muhajirin

Mas Rudi,

Sedikit menambahkan saja, CI water base itu menurut fungsinya akan emberikan lapisan film yang tipis sehingga reaksi anodik-katodik pada ermukaan pipa akibat adanya fluida yang lewat diatasnya tidak akan erjadi karena prinsip anodik-katodik berkurang satu faktor, yaitu tidak da electrical connection. Kalo termasuk group yang mana silahkan baca eferensi yang salah satunya dari Pierre R.Roberge, Handbook of orrosion Engineering, McGraw-Hill, 2000.

Untuk ER probe, yang merupakan kepanjangan dari Electrical Resistance robe, prinsipnya adalah memberikan input-an apabila sensornya terkorosi ehingga akan meningkatkan resistansinya (R=rho*(L/A)) tetapi produsen robe ini menggunakan istilah division untuk menunjukkan berapa besar ire sensornya terkorosi. Division ini kemudian di-konvert menjadi metal oss yang pada akhirnya diolah oleh software (disediakan oleh anufacturer juga!) menjadi corrosion rate. Bisa dilihat di website2 ara manufacturer seperti Cormon, Rohrback Cosasco, Metal Samples, atau ang lokal seperti Korosi Specindo.

Yang terakhir mengenai nilai -0.12 mpy…karena pembacaan pada probe erupa division, maka kadang pembacaan akan naik-turun. Dan apabila embacaan division sebelumnya besar dan sedikit demi-sedikit mengecil, aka akan terbentuk gradien negatif yang oleh sebagian praktisi korosi ukan dianggap failure to read tapi salah satunya adalah menunjukkan eefektifitasan dari CI yang digunakan…Kalo saya sendiri cenderung percaya pada rule of thumb yang diatas tetapi tidak serta merta mengambil kesimpulan tingkat korosifitasnya menurun. Oleh karenanya, probe biasa dipasangkan dengan coupon agar corrosion rate-nya bias diperbandingkan dan dapat juga diketahui jenis korosi yang terjadi.

Gitu aja sih, tambahan dari saya…Mas, Kaya’nya di ConocoPhillips ada Pak Miko, deh salah satu KBK Korosi. Bisa coba tanya2 lebih jauh sama beliau…Bapak2 ahli korosi di-milis ini bisa menambahkan barangkali…