Refractory bila diterjemahkan secara bebas adalah Material Tahan Panas. Karena panas sering dihubungkan dengan api, maka dapat disebut juga Material Tahan Api.
Bahan utama penyusun Refractory adalah mirip dengan keramik yaitu unsur-unsur tanah yang dimurnikan. Unsur utama refractory biasanya adalah Alumina atau Al2O3 dan silika atau SiO2.
Unsur penunjang tambahan antara lain MgO , Zircon ZrO2 dan Fe2O3.
Silahkan lihat tabel dibawah ini.

Tanya – johanes a. w.

Mohon pencerahannya tentang refractory. Benarkah refractory adalah material tahan api? Jika demikian, apa saja material penyusunnya? Dalam industri untuk apa saja aplikasinya? Bagaimana pembuatannya? Apakah refractory material telah diproduksi di Indonesia?

terima kasih. mohon maaf bila ada yang kurang tepat.

Tanggapan 1 – Errick

Pak Anton,

Kebetulan saya pakai produk Indoporlen. Pabriknya di Tambun, Bekasi.

Coba hubungi PT. Indoporlen Refractories.
Sebenarnya masih banyak lagi pabrik refractories lokal lainnya, tapi saya tidak ingat namanya, mungkin bisa cari di Yellow Pages Industri dan Niaga.

Tanggapan 2 – Andrian, Vozi

Mohon pencerahannya tentang refractory. Benarkah refractory adalah material tahan api?

Ya benar.

Jika demikian, apa saja material penyusunnya?

Salah satu contoh yang mudah adalah batubata

Dalam industri untuk apa saja aplikasinya?

Hampir semua industry yang menggunakan proses peleburan butuh material ini.

Bagaimana pembuatannya?

Mungkin bisa cari atau tanya sama Pak Google deh, banyak tuh literatur ttg hal ini.

Apakah refractory material telah diproduksi di Indonesia?

Sudah

Tanggapan 3 – Nuril Hudha

Bp Anton,

Saya akan coba menjawab pertanyaan bapak, walau sudah lama saya tidak berurusan lagi dengan refractory.

Refractory bila diterjemahkan secara bebas adalah Material Tahan Panas. Karena panas sering dihubungkan dengan api, maka dapat disebut juga Material Tahan Api.
Bahan utama penyusun Refractory adalah mirip dengan keramik yaitu unsur-unsur tanah yang dimurnikan. Unsur utama refractory biasanya adalah Alumina atau Al2O3 dan silika atau SiO2.
Unsur penunjang tambahan antara lain MgO , Zircon ZrO2 dan Fe2O3.
Silahkan lihat tabel dibawah ini.

SiO2Fe2O3Al2O3ZrO2 +HfO2AlksMg0Cr2O3

Aplikasi refractory banyak dipakai atau dibutuhkan di industri yang menggunakan Furnace, Kiln atau dapur peleburan seperti industri Gelas, Kaca, Steel, Aluminium dan pembakaran seperti Industri Keramik, sebagai bahan penyekat antara produk yang bersuhu tinggi dengan udara luar, atau sebagai wadah tempat produk mengalami proses peleburan.
Material penyusun berbeda untuk setiap aplikasi, misalkan untuk Gelas banyak menggunakan Alumina, Silika, Zircon ; sedang untuk Steel mengandung banyak Magnesium.

Pembuatannya ada beberapa cara, yaitu seperti proses pembuatan batu bata. Adukan material dimasukkan ke cetakan, atau seperti membuat puding, cairan dituang ke cetakan lalu dibiarkan dingin, lalu dibakar pada suhu sekitar 1250 Deg Celcius hingga mengeras.

Untuk refractory yang berupa cement, biasanya dipakai untuk menambal atau menambah ketebalan refractory tersebut, material langsung dipakai di bagian yang ingin disekat.

Pabrik material dasar dari refractory setahu saya belum ada di Indonesia, tapi pabrik mixing sehingga menghasilkan produk refractory jadi salah satunya adalah PT Dyson Zedmark Indonesia – Precision Refractories di MM2100 Cibitung Bekasi yang khusus membuat refractory untuk pabrik Gelas ( Pabrik Piring, Gelas Minum, Botol )

Tanggapan 4 – Ardian Nengkoda

Halo Anton,

Pertamakali, thank you so much for the book (Energy Outlook and Statistics 2004). Gile, setelah dibuka2 cakep banget. Inilah kerinduan saya pribadi, alhasil terbalas, akan kemampuan bangsa mengumpulkan data2. Maklum umumnya saya sering lihat buku2 tentang review statistic ataupun data penerbitnya dari luar (bukan bangsa sendiri). Saya lagi promosikan di internal sini.

Saya ajak nostalgia dikit tentang basic ilmu material. Bentar ya…

Bahan atau material refraktori ádalah suatu jenis material yg punya digdaya mampu menahan suhu panas amat tinggi tanpa kehilangan sifat ketahanannya (contohnya: tidak akan lembek/ cair). Nah, bahan keramik ádalah salah satunya. Material refraktori punya sifat2 mekanis dan elektris yg unik. Umumnya bersifat sebagai termal insulator.

Di table periodik, material ini ada kelompok IV dalam tabel dan mempunyai struktur kristal intan dan face center cubic. Material refraktori memiliki derajat keporosan yg rendah sehingga resistansi berkurang sehingga bahan ini menjadi sangat padat.

Bagaimana menjelaskan peristiwa ‘tahan panas’ ini?

Panas bergerak dari area suhu tinggi ke area suhu rendah, setiap material tentunya memiliki energi internal yang berhubungan dengan gerakan tak menentu dari atom-atom atau molekul mereka.

Nah, kita seringnya menyamakan panas dengan energi internal kan? Sejatinya panas dihubungkan dengan pertukaran energi internal dan kerja yang dilakukan oleh sistem.

Energi internal ini ‘directly proportional’ terhadap suhu benda. Maka, Ketika dua benda dengan suhu berbeda berdekatan, akan terjadi pertukaran energi internal sampai suhu kedua benda tersebut seimbang (kita sering menyamakan panas dengan energi internal). Yg saya maksud adalah panas dihubungkan dengan pertukaran energi internal dan kerja yang dilakukan oleh sistim.

Suhu tinggi akan menghantar Panas lalu terserap/ absorbsi kepada bahan refraktori ini kemudian diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatan tersebut. Penyusun padatan tadi terdiri dari Ikatan yang kuat dan atom-atom yang ringan sehingga getaran-getaran atom-atomnya akan berfrekuensi tinggi dan karena ikatannya kuat maka getaran yang besar tidak akan menimbulkan gangguan yang terlalu banyak pada kisi kristalnya. Walhasil ‘teredam’ dan ‘gak ikutan puanaaas’.

Naah material ini cocok dipakai untuk pesawat ulang alik, oven-furnace, dan clay building material.

Saya undang dgn bangga rekan Metal saya dulu, Mas Jaya-UI, untuk cerita tentang keramik, nano matereial, semi conductor…atau Mas Winarto-UI sang pakar. Maklum, Saya fans ilmu material juga.