DCVG merupakan cara yang akurat untuk menentukan kerusakan coating pada buried pipe. Tetapi perlu diketahui bahwa jika pemeriksaan dilakukan pada pipa yang dikubur dibawah Aspal, Beton, dsb yang merupakan keramik, maka deteksi alat jadi tidak akurat. Pastikan bahwa pemeriksaan dilakukan pada bagian yang dapat menghantarkan arus dari bagian pipa yang rusak coatingnya.

Tanya – kurniawan johan

Dear Senior

Bagaimanakah cara kerja DCVG sehingga bisa menemukan adanya coating yang rusak.

Tanggapan 1 – Ari Kurniawan

Pak Johan,

Sy bukan senior tapi coba sy menjawab tentang pertanyaan ini.
DCVG merupakan teknik inspeksi untuk mengetahui kerusakan coating di pipa yang terbenam.
teknik ini masih cenderung baru (sekitar tahun 1995 ditemukan oleh john Mulvany dan John Leeds).
DCVG sudah sangat umum digunakan dan sudah masuk ke standar NACE, ISO, dan standar lain.
kira-kira prinsip DCVG seperti ini

1. saat ada cacat coating di pipa maka arus yang mengalir ke bagian pipatersebut lebih besar dibandingkan di lokasi yang lain

2. sinyalnya dapat dideteksi dengan mengukur gradien potensial di sekitar cacat coating

3. semakin besar cacat coating maka arus yang mengalir akan menjadi lebih besar dan sinyal yang dideteksi jadi lebih besar

4. dari besarnya gradien potensial tersebut secara kualitatif akan diketahui besarnya cacat coating.

Nilai yang didapat adalah %IR dan secara kualitatif besarnya cacat coating diklasifikasikan seperti ini :

1. 0 – 15 % – Ringan – Tidak Perlu diperbaiki

2. 16-35% – Sedang – Perlu diperbaiki

3. 35-70%- Berat – Perlu diperbaiki secepatnya

4. 71-100 %- Parah- harus digali hari itu juga (Exacavate today)

Tim kami membeli alat DCVG ini dari UK dan telah dipakai di beberapa tempat dan hasilnya cukup akurat ketika dibuktikan dengan
penggalian.

1.1.RINGAN à (0 – 15%) à SMALL

SEDANG à (15 – 35%) à MEDIUM

BERAT à (35 – 70%) à MEDIUM LARGE

PARAH à (70 – 100%) à EXACAVATE TODAY

Tanggapan 2 – Iwan Husdiantama

Pak Johan, saya kebetulan juga sedang mencari tulisan ttg DCVG.

Bapak bisa lihat di:

1. http://www.che.ufl.edu/orazem/pdf-files/Qiu-PhD-2003.pdf

2. http://www.jcse.org/viewpreprint.php?vol=9&pap=4

3. http://www.oildompublishing.com/pgj/pgjarchive/Sept%2004/operators%20misled-9-04.pdf

4. http://www.oildompublishing.com/pgj/pgjarchive/May%2005/05-05%20ecda%20needs.pdf

5. http://www.dnvcolumbus.com/files/dsp_recent_publications_9_1_10.pdf

6. http://www.corrpol.pl/pkeopk-sep/zakopane2006/leedsang_1_.pdf

Mudah2n membantu.

Tanggapan 3 -Fauzan Akbary, S.T. – de Allanize

Menambahkan dari Bung Ari K dibawah,

DCVG merupakan cara yang akurat untuk menentukan kerusakan coating pada buried pipe. Tetapi perlu diketahui bahwa jika pemeriksaan dilakukan pada pipa yang dikubur dibawah Aspal, Beton, dsb yang merupakan keramik, maka deteksi alat jadi tidak akurat. Pastikan bahwa pemeriksaan dilakukan pada bagian yang dapat menghantarkan arus dari bagian pipa yang rusak coatingnya.