Untuk kegiatan pengeboran, biasanya kontraktor akan meminta peralatan downhole mereka untuk diasuransikan dengan klausul “lost in hole”. Pertanyaannya, asuransi mana sajakah yang memiliki produk dan “izin” untuk menutup klausul tersebut? Disisi lain, operator (let’s say, pihak K3S) juga menginginkan “lost hole” insurance, dalam artian, jika terjadi sesuatu yang katastropik, non mother nature causes (misalnya tools yang mempergunakan source radioaktif tertinggal), sehingga sumurnya harus di plug & abandon, maka biaya penggantian sumur tersebut akan discover oleh insurance. Barangkali dapat dianalogikan dengan cara insurance, untuk klausul “Total Lost”. Apakah hal tersebut lazim diterapkan? Asuransi mana sajakah yang memiliki produk semacam itu?

Tanya – BSM Bamban’82

Rekans,

Untuk kegiatan pengeboran, biasanya kontraktor akan meminta peralatan downhole mereka untuk diasuransikan dengan klausul ‘lost in hole’. Pertanyaannya, asuransi mana sajakah yang memiliki produk dan ‘izin’ untuk menutup kalusul tersebut?
Disisi lain, operator (let’s say, pihak K3S) juga menginginkan ‘lost hole’ insurance, dalam artian, jika terjadi sesuatu yang katastropik, non mother nature causes (misalnya tools yang mempergunakan source radioaktif tertinggal), sehingga sumurnya harus di plug & abandon, maka biaya penggantian sumur tersebut akan dicover oleh insurance.
Barangkali dapat dianalogikan dengan car insurance, untuk klausul ‘Total Lost’. Apakah hal tersebut lazim diterapkan? Asuransi mana sajakah yang memiliki produk semacam
itu?
Terima kasih sebelumnya atas bantuan rekan-rekan.

Tanggapan – Rawindra Sutarto

Setahu saya memang tidak ada penutupan asuransi ‘lost-in-hole’, kalau pun ada akan minta premi asuransi senilai alat yang dipertanggungkan … sama aja bo’ong ya. Maka klausul tsb lazim masuk ke dalam kontrak, karena secara spesifik menjadi risiko penyewa alat / operator sumur. Kenapa begitu, saya kira karena peluang kejadian / insiden ini besar sekali, sedangkan harga alatnya relatif tidak besar dibanding biaya pengeboran sumur migas.

Apakah risiko ‘hole lost’ dengan alasan itu (well redrill + P&A existing well) ikut ditutup dalam polis asuransi sumur, itu terserah kehendak si pembeli asuransi. Kalau mau dimasukkan ya premi otomatis naik, kalau tidak si operator punya justifikasi teknis sendiri utk menghemat biaya asuransi. Biasanya sih insiden itu tidak akan menyebabkan sumur ‘total lost’, karena cukup dilakukan P&A di dekat tool yang ‘lost-in-hole’. Setelah itu sidetrack drilling (belok menyamping), pengeboran dilanjutkan utk mengganti ruas lobang yang hilang tsb. Biaya ekstra itu relatif tidak besar dan menjadi risiko bisnis. Bila anda mengebor di offshore memakai drilling ship dgn biaya $1juta/hari, tentu tidak akan mau buang2 waktu melakukan ‘fishing job’, dan segera menyatakan ‘lost-in-hole’ bila tool tsb harganya ‘hanya’ $80 ribu.