Lebih baik kelebihan material daripada kekurangan karena akan berdampak pada jadwal konstruksi dan pinalti (prinsip KKKS). Seharusnya pemerintah punya team yang khusus menangani over stock material, mengurusi packing dan perawatan yang bagus sehingga barang tersebut bisa dipakai dan atu dijual kembali kepada KKKS yang membutuhkan untuk proyek berikutnya. Cuman, apakah pemerintah mau?

Tanya – khairul rizal

Dear all,

Saya melihat dibeberapa KKKS ada surplus material yang nilainya sangat besar (dalam ukuran juta an USD).

Barang masih bagus, dicoba transfer tidak ada yang mau terima (dengan segala macam alasan) , akhirnya barang tersebut di keep dan di maintain hingga puluhan / belasan tahun dan biaya penyimpanannya umumnya sudah lebih dari harga belinya (biaya gudang,inspeksi,perawatan dlll).

Ketika mau dijual ,tidak bisa karena sudah dianggap aset negara (sudah di cost recovery), mau di write-off (bahasa keren dari harga di kiloin) barang masih baru dan bagus…di buy back oleh suplier atau trade-in dengan harga yang sama suplier tidak mau , buy back by discont harga saat ini aturan belum ada?.

So akhirnya ? negara mengeluarkan biaya yang besar terus menerus (waste) ?? ada ide?

Tanggapan 1 – Sulistiyono

Ini memang masalah serius dimana BP MIGAS tidak boleh tinggal diam. Menurut saya harus dilakukan

– inventory, surplus materialnya apa saja, kondisi nya bagaimana ,spesifikasinya bagaimana . Ini bisa diminta dari masing masing KKKS

– Lihat program masing masing KKKS , apakah ada material yang akan digunakan sesuai dengan material surplusnya yang kondisinya masih baik.(….%? )

– Kami berencana akan membor di onshore Kabupaten Berau kira kira akhir tahun ini. Ada yang kelebihan material drilling di KKKS Kaltim ?Untuk pemboran dengan rig 1500 HP dan kedalaman kira kira 2500 meter ?Karena sudah cost recovery seharusnya materialnya mestinya gratis.

Tanggapan 2 – hadiwinoto_soedar

Betul, Pak. Rizal … Padahal ini merupakan asset negara yg ekivalen uang negara / rakyat yg nilainya bisa jutaan dollar. Sebaiknya yg berwenang membuat peraturan unt menyelesaikan masalah ini. Itu baru material baru, belum menjamah facility yg abandon. …

Semoga anda yg menindak lanjuti.

Tanggapan 3 – Muhuila Habib

Lebih baik kelebihan material daripada kekurangan karena akan berdampak pada jadwal konstruksi dan pinalti (prinsip KKKS). Seharusnya pemerintah punya team yang khusus menangani over stock material, mengurusi packing dan perawatan yang bagus sehingga barang tersebut bisa dipakai dan atu dijual kembali kepada KKKS yang membutuhkan untuk proyek berikutnya. Cuman, apakah pemerintah mau?

Tanggapan 4 – ‘Rawindra’

Yang saya tau persis adalah satu LQ (living quarter) platform komplit dgn helipad dan 15T pedestal crane di Malacca Strait PSC menganggur sejak thn ’90. Hanya dipakai 6 thn kurang lebih sesuai POD-nya, akomodasi pekerja keburu pindah ke onshore basecamp karena crew headcount berkembang terus/minyaknya tidak habis sampai sekarang. Sekarang accmd platform tsb sudah di.mothball alias dikuncimati.

Juga satu wellstream cooler seukuran ruko 3-lantai berkapasitas 45ribu bpd, menganggur sejak commissioning thn ’84.

Alasan tdk bisa ditransfer ke PSC lain ya macam2, tapi biasanya terkunci di alasan keekonomian …., mob/demob crane barge terlalu mahal. Dan mungkin juga psikologis, sebab siapa pun pemilik offshore proj dgn nilai ratusan juta atau malah milyaran $ akan berat hati memakai barang lungsuran dgn segala keribetannya.

Saya sendiri pernah setengah dipaksa mengambil kompresor gas 10 mmcfd dari PSC lain yang ‘idle’. Trnyata hitungan biaya transport dan modifikasi lebih besar daripada beli baru.

Tapi untuk transfer barang2 consumables (trmasuk tubulars) antar PSC sangat lazim dilakukan …, orang2 SCM/procurement sudah hafal dgn prosedurnya.

Tanggapan 5 – Rio Hendiga

Barang-barang seperti running tools dan riser untuk dalam process drilling sepertinya juga tak dipakai lagi setelah process drilling selesai. Apakah biasanya antar KKKS saling bertukar informasi tentang kebutuhan seperti barang-barang tsb ? Karena sayang sekali kalau musti order baru lagi sedangkan di KKKS yang lain mereka ada running tool yang tak terpakai, mungkin setelah inspection dan refurbish, R/R tool tsb bisa dipakai lagi untuk project yang lain, karena khususnya onshore drilling setahu saya ada beberapa running toolnya yang desainnya standart.

Memang harganya tidak terlalu mahal sih, tapi seandainya ada project urgent nilai barang tsb bisa bernilai tinggi bgt.
Seperti pesan salah satu iklan provider komunikasi ….HEMAT.

Tanggapan 6 – hadiwinoto_soedar

Diskusi via udara (email dsbnya), sebaiknya ditindak lanjuti semacam seminar dgn topik tsb disuatu tempat yg diseponsori oleh BPMigas.

Tanggapan 7 – pala_utama

wah…wah..wah

Lalu kalau di simpan terus akan beranak pinak dan apa harganya makin meningkat, ya negara punya hak menunjuk project baru untuk menggunakan material tersebut dgn harga yg cukup bagus artinya win win solution dgn project tersebut.

simple tapi mungkin instansi yg memutuskan kurang jatah nya, maka proses birokrasinya di persulit…mungkin perlu di laporkan ke KPK aja masalahnya.

Tanggapan 8 – jusjus86

Klo dipakai untuk proyek laen pak?