Biasanya kekuatan pengikatan baut diukur dari torsi yang dibutuhkan untuk mengencangkan baut tersebut. Besarnya Torsi Pengencangan ditentukan oleh faktor2 berikut: 1. Diameter nominal baut; 2. Material baut (grade yang umum di pasaran: 8.8, 10.9 dan 12.9); 3. Koefisien gesekan kepala baut dan ulir baut.

Tanya – Firli Purnandi

Mohon Bapak2 yang baik, dapat memberikan pencerahan mengenai pengukuran kekuatan pengikatan Bolt. Berapa pengikatan Maximum suatu bolt. Dan saya ucapkan banyak2 terima kasih atas jawabannya.

Tanggapan – Sadikin, Indera

Pak Firly,

Biasanya kekuatan pengikatan baut diukur dari torsi yang dibutuhkan untuk mengencangkan baut tersebut. Besarnya Torsi Pengencangan ditentukan oleh faktor2 berikut:

1. Diameter nominal baut

2. Material baut (grade yang umum di pasaran: 8.8, 10.9 dan 12.9)

3. Koefisien gesekan kepala baut dan ulir baut

Saya punya Tabel Torsi Pengencangan untuk baut dengan Ulir Standar DIN 13 – 13, sayangnya dalam bentuk hardcopy.

Selain dari tabel, Torsi Pengencangan dan Prosedur Pengencangan juga kadang ditentukan oleh perancang dan produsen. Anda perlu memperhatikan apakah saat digunakan dan dibebani baut tersebut masih menerima tarikan lagi atau tidak. Jika masih berarti baut tidak boleh dikencangkan sampai torsi maksimum. Biasanya untuk sambungan2 baut pada daerah kritis seperti Slewing Ring Excavator atau Pedestal Crane para produsen memberikan prosedur pengencangan dan besarnya Torsi Inisial, Torsi Pra-pengencangan dan Torsi Inspeksi.

Demikian, semoga membantu.