Saya sedang menjalankan pilot project untuk H2S (H2S alarm+Gas Sensoring) dengan menggunakan Labview, Delphi dan Turbo Pascal. Project ini sudah 75% , saya mencari referensi rekan-rekan yang pernah membuat atau pernah melakukan test dengan peralatan Gas Sensoring. Mungkin ada yang bisa membantu ? memberikan kami sedikit informasi ? (terutama yang berkecimpung dengan Labview – DAQ application).

Tanya – Sony Adi Setyawan

dear rekan oil + gas

Saya sedang menjalankan pilot project untuk H2S (H2S
alarm+Gas Sensoring) dengan menggunakan Labview,
Delphi dan Turbo Pascal. Project ini sudah 75% , saya
mencari referensi rekan-rekan yang pernah membuat atau
pernah melakukan test dengan peralatan Gas Sensoring.
Mungkin ada yang bisa membantu ? memberikan kami
sedikit informasi ? (terutama yang berkecimpung dengan
Labview – DAQ application).

Selain itu, saat ini kami sedang melakukan
perbandingan harga sewa VSAT dan Satelit untuk
ditempatkan pada Site (solusi VOIP, TELCO dan Remote
Access), adakah yang bisa memberikan kami komparasi
harga untuk solusi VSAT 64kbps – 2 Mbps.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – Waskita Indrasutanta

Pak Sony,

Saya menanggapi yang pertama saja (sebelumnya maaf kalau pengertian saya atas pertanyaan salah):

Saya lebih cenderung menggunakan software jadi yang sudah banyak
dipasaran daripada membuat custom software sendiri yang pada akhirnya
akan menjadi sangat proprietary dan kurang ‘user friendly’. Untuk
Process Visualization bisa menggunakan HMI Software dari Wonderware,
Rockwell Software, Intellution, Aimax, KEPWare, dsb. Sensor dan Receiver bisa menggunakan yang sudah jadi juga seperti H2S Monitor dari Det-tronics, yang bisa kita link ke HMI melalui Modbus DDE atau OPC Server. Melihat pertanyaan kedua, mungkin Anda bermaksud untuk mengadakan remote monitoring. Untuk ini Anda bisa menggunakan SCADAlarm atau seluruh Voyager Suite dari Wonderware atau product serupa dari Developer yang lain. Melalui Router dan firewall seperlunya, kita bisa menggunakan existing Intranet untuk komunikasi ke Remote Workstation.

Labview dirancang untuk aplikasi DAQ di Laboratorium, sedangkan HMI
software yang dirancang sebagai Process Visualization lebih bersifat
umum dan bisa dipakai untuk berbagai aplikasi. Mungkin Anda bisa
browsing ke Vendor masing2 komponen yang sebagaian terbesar ada di
halaman awal milis kita ini (URL ada di bawah setiap posting milis).

Tanggapan 2 – Sony Adi Setyawan

Dear Rekan,

Terima kasih untuk seluruh rekan yang telah menanggapi
posting saya tentang labview dan VSAT. saya coba
jelaskan disini, saya sengaja menggunakan labview
untuk membuat gas sensoring system yang ekonomis, kami
menggunakan card DAQ NI CArd untuk labview ap. dan
Decision Card untuk Dos version. Semuanya kami coba
buat sendiri, rencananya, kalau alat sensoring+alarm
H2S ini akan kami uji cobakan pada bulan Maret 2002.
Kalau boleh, kami ingin mencoba di site, ada rekan
yang bisa membantu kami menguji coba alat ini ? free
kok…soalnya kami mau buktikan bahwa produk kami
cukup berkualitas dan moga-moga bisa dipatenkan :).
Sebenarnya kami juga ingin melakukan komparasi dengan
alat sensoring gas punyanya weatherford dll, tapi kami
belum mendapat datanya (ada yang bisa memberikan kami
keterangan secara langsung di site nggak ? kami ingin
mempelajari langsung – dan kalau bisa mengadopsi
teknologinya.)

Terus terang, divisi kami (IT division) mencoba
membuat Riset dan development dibidang teknologi gas &
oil, tapi karena bukaka sendiri bukan oil company,
jadi kami mesti ‘beranjangsana’ kesana kemari melihat
aplikasi oil dan gas.

Untuk VSAT, terima kasih atas tanggapan rekan dari
patrakom, kemarin kami mendapatkan penawaran harga
untuk pure bandwith 64 kbs (hanya sewa saja) senilai
Rp. 5 juta per bulan dari sebuah provider di bandung.
Lah ini yang bikin bingung, apakah kami bisa membeli
alat VSATnya secara terpisah ? apakah ada yang
menyediakan ? atau sistem sewa juga diberlakukan
disini ?

terima kasih atas tanggapannya.

Tanggapan 3 – ‘Waskita Indrasutanta’

Bagus sekali! Ternayata sudah ada yang mulai membuat dalam negeri.

Masukan lagi dari saya untuk uji coba yang akan dilakukan:

1. Perhatikan kriteria HSE (terutama IS atau Ex-Proof requirements, kalau dilakukan uji coba di hazardous area) karena alat ini kan belum certified.

2. Pengalaman kami pemasangan alat elektronik di environment dengan kandungan H2S menyebabkan korosi pada electronic board dengan cepat sekali. Meskipun electronic board sudah dilapis emas, lapisan tembaga pada electronic board sudah berwarna hitam dalam waktu beberapa jam (H2S masuk melalui pori-pori lapisan emas, jadi kadang2 masih terlihat okay, tetapi lapisan tembaganya sudah habis terkorosi, tinggal lapisan emasnya saja). Saya sarankan agar semua electronic component (terutama untuk sensor yang ditempatkan dilapangan) menggunakan conformal coating (inipun untuk bagian2 yang ter-expose ke ambient air seperti connector juga korosi) dan instalasi benar2 gas tight atau NEMA-4X.

Diluar uji coba:

1. Hati-hati dalam meng-adopsi teknologi, check apakah ada hak paten (copy right) dari teknologi yang akan diadopsi. Dan apakah sudah ada ijin dari innovator teknologi yang diadopsi.

2. Apakah signal dari sensor ke DAQ sudah memenuhi standard (NAMUR, dsb.)?

3. Kalau tujuannya memang untuk di-komersiilkan, ikutilah semua standard terkait yang berlaku untuk perangkat ini, dan kemudahan-kemudahan bagi Pengguna. Masukan saya terdahulu dengan OPC Server, User Friendly, Open (mengecilkan factor ‘proprietary’), dsb. adalah beberapa diantaranya.

Tanggapan 4 – S. Andoko

Bravo untuk Pak Sony.

Pertanyaan saya, H2S gas sensoring yang dibuat itu untuk mendeteksi saja (detector/alarming) atau sebagai pengukur (measurement)?. Detectornya apakah juga membuat sendiri? Bagaimana dengan kalibrasinya (menggunakan gas H2S standard), apakah sudah dilakukan?

Semoga sukses.