Secara umum loading dan unloading facilities untuk LPG sama dengan untuk BBM yang lain. Dari natura LPG yang mudah flashing pada ambient temperature, perhatian khusus harus diperhatikan pada fasilitas untuk LPG.

Tanya – Dony Noerwahjono

Rekan-rekan semua,

Kebetulan saat ini tim kami sedang dalam stage detail engineering untuk pembangunan Mini LPG Extraction Plant di Kaji, Sumsel.

Saat ini kami membutuhkan beberapa informasi yang sangat detail khususnya LPG loading and unloading facility. Kapasitas Plant kami tersebut adalah 200 ton/day dengan feed 20 MMSCFD.

Kami rencanakan mempunyai 7 buah LPG storage tank dan (mungkin ?) 2 buah bay loading arm ke truck.

Kiranya rekan-rekan semua ada yang mempunyai pengalaman tentang mendesain LPG loading dan unloading facility tersebut, alangkah baiknya apabila kami dapat diberikan informasinya, khususnya standard yang dipakai, mungkin juga P&ID, SOPnya dsb !

Beberapa waktu yang lalu, kami mengadakan kunjungan ke Balongan. Loading arm yang dipakai adalah Niigata. Ada yang tahu dimana Rep Niigata di Indonesia ?

Dan juga kami membutuhkan informasi tentang Fire Proofing khususnya pemasangan kabel. Ada yang bisa share tentang standard yang dipakai serta availibity fire proofing dipasaran ?

Terima kasih atas segala bantuannya.

Tanggapan 1 – ‘Waskita Indrasutanta’

Secara umum loading dan unloading facilities untuk LPG sama dengan untuk BBM yang lain. Dari natura LPG yang mudah flashing pada ambient temperature, perhatian khusus harus diperhatikan pada fasilitas untuk LPG, seperti:

1. Tekanan (pressure) harus dipertahankan diatas flash point. Otomatis pressure rating facilities juga lebih tinggi daripada untuk BBM lainnya.

2. Pressure drop dari seluruh loading/unloading facilities (terutama dibagian metering – ada air eliminator) harus dirancang sedemikian rupa agar tidak terjadi flashing.

3. Untuk loading facilities sama saja dengan untuk BBM lainnya menggunakan transfer pump, tetapi untuk unloading yang kalau BBM lainnya bisa menggunakan natural height, untuk LPG tetap harus menggunakan transfer pump yang umumnya ikut bersama LPG Truck, karena kalau dipasangkan jauh dari tanki, suction dari transfer pump akan menyebabkan flashing sehingga LPG tidak bisa ditransfer. Design flow rate juga memperhatikan flashing yang mungkin terjadi.

4. Yang sering dilupakan adalah harus adanya fasilitas gas detection didaerah facilities dengan sensor coverage yang cukup, dan fasilitas HSE lainnya.

SOP juga sama dengan BBM lainnya dengan perhatian khusus untuk permissive interlock untuk transfer dan batch transfer control, seperti ground connection ke Truck sebelum memasang Loading Arm, dsb.

Saya kira rekan-rekan Pertamina bisa memberikan design criteria yang lebih rinci.

Tanggapan 2 – restoto pramuharjo

Untuk rekan Dony anda bisa tanya ke Pak Agung Wibisono
di exspan juga, mungkin di PE dept. Dulu sebelumnya
pernah ikut engineering stage sampai installation
untuk Loading arm di PT. Badak NGL. mudah2 beliau
masih ingat.

Tanggapan 3 – ‘agus’

Untuk Dony yang membutuhkan info ttg Loading Arm,
Silahkan mencarinya via ALTAVISTA, YAHOO atau S’pore greenbook.
Selamat mencari.