Saya membaca berita seputar ‘ Manisnya Bisnis Panel Listrik ‘. Saya tertarik dengan topik tersebut, dan kalau diizinkan saya mohon agar topik ini diulas lebih dari sisi instrumentasinya. Mohon pencerahan dari Bapak Moderator Pendamping dan Rekan-rekan yang berkecimpung dalam industri ini untuk berbagi pengalaman dengan saya tentang panel control untuk industri migas.

Tanya – AGOES HARTONO

Saya membaca berita seputar ‘ Manisnya Bisnis Panel Listrik ‘.
Saya tertarik dengan topik tersebut, dan kalau
diizinkan saya mohon agar topik ini diulas lebih dari
sisi instrumentasinya.
Sepengetahuan saya, Bapak Waskita ( P.T. Wifgasindo
D.I.E. ) berkecimpung dalam industri panel migas.

Mohon pencerahan dari Bapak Moderator Pendamping dan
Rekan-rekan yang berkecimpung dalam industri ini untuk
berbagi pengalaman dengan saya tentang panel control
untuk industri migas.

Hal-hal yang ingin diketahui, semisal :

1. Bagaimana kriteria untuk memilih valve ( seperti Shut Down Valve, Needle Valve, Check Valve, Relief Valve, dsb )? Bagaimana pula kriteria untuk tube fitting dan tubingnya ?

2. Saya dengar ada panel control berukuran besar ( 1,5 X 1,5 X 6,5 ) meter dan ada yang berukuran lebih kecil !

Mohon informasinya di lapangan saat pembuatan panel, apa saja kesulitan yang ditemui saat merangkai jalur tubing ? Bagaimana cara pemasangan pada panel yang lebih kecil ?

Saya sangat berbahagia atas perhatian dan curah-pendapat dari Rekan-rekan sekalian.

Tanggapan 1 – Swastioko, Budhi

Pak Agoes,

Untuk pertanyaan pertama tolong yang lebih spesifik karena bila hal tersebut yang ditanyakan, jawabannya sangat mudah karena jelas fungsinya jauh berbeda. Shutdown Valve digunakan untuk on-off application, Needle Valve untuk throttling application, Check Valve hanya memperbolehkan aliran pada satu arah saja, Relief Valve digunakan sebagai katup pelepas tekanan lebih.

Kalau pertanyaannya kapan kita menggunakan ball, gate, plug, butterfly, dll.

Untuk shutdown valves misalnya, maka terpaksa deh buka contekan karena masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya.

Tube Fitting umumnya sekarang menggunakan yang double ferrule, sedangkan material untuk tubingnya sendiri sangat ditentukan oleh fluida proses yang mengalir di dalamnya. Umumnya adalah 316 SS, tapi untuk keperluan khusus bisa menggunakan 904L SS atau Titanium. Wall thickness tubing yang digunakan tergantung pada pressure rating.

Untuk pertanyaan ke dua, itu semuanya sangat tergantung pada keahlian fitter-nya, selain designer dari control panel itu sendiri. Dalam realisasi design control panel, ada unsur lain yang juga penting yaitu Art. Jadi routing daripada tubing bukan hanya asal menyambungkan 2 port saja, tapi ada unsur seninya juga. Saya pernah mencoba untuk menggunakan peralatan bending pada tubing ketika control panel akan dibuat. Ternyata susahnya minta ampun, berbeda halnya bila ditangani oleh fitter yang ahli.

Pak Waskita dan rekan-rekan yang lain, silahkan dilanjut.

Tanggapan 2 – ‘Waskita Indrasutanta’

Betul sekali yang dikatakan Pak Budhi. Hanya tekuk tubing saja tidak mudah. Sering sudah rapi, jaraknya tidak pas atau sebaliknya. Belum lagi waktu pasang connector, fitter lupa memasukkan nut, dsb. Dengan perkataan lain, scrap-nya cukup banyak kalu ditangani oleh fitter yang tidak ahli (trampil maksud saya). Memang selain punya keahlian teknik, fitter harus trampil dan punya jiwa seni.