Suatu Perusahaan Kontraktor “ A “ yang sedang mengerjakan proyek dari suatu Perusahaan asing “X” menanyakan kepada saya mengenai beberapa hal:
Kontraktor A ingin meminta perpanjangan waktu (time extention) yang disebabkan oleh keterlambatan pengiriman beberapa buah compressor oleh vendor nya. Selain itu Kontraktor mengatakan bahwa terdapat “change order” dari pemberi kerja.

Pembahasan Oleh – Dewi Sarmansjah

CONTOH KASUS TIME IS OF THE ESSENCE

Suatu Perusahaan Kontraktor “ A “ yang sedang mengerjakan proyek dari suatu Perusahaan asing “X” menanyakan kepada saya mengenai beberapa hal:

Kontraktor A ingin meminta perpanjangan waktu (time extention) yang disebabkan oleh keterlambatan pengiriman beberapa buah compressor oleh vendor nya. Selain itu Kontraktor mengatakan bahwa terdapat “change order” dari pemberi kerja.

Apakah Perusahaan X selaku pemberi kerja dapat menggunakan hak untuk meng-klaim Kontraktor A berdasarkan ketentuan mengenai Liquidated Damages sehubungan dengan “delay” atas completion date?

Jawaban:

Sebelum menjawab, kita harus melihat dahulu kepada klausul – klausul di dalam Kontrak tersebut.

Apabila di dalam Kontrak terdapat pasal tentang Allowable Time Extensions, maka dilihat di klausul itu, mengenai bisa tidaknya Kontrator X mengajukan perpanjangan waktu, di mana perpanjangan itu dipastikan akan mempengaruhi “work Time Schedule” bilamana terjadi salah satu alasan – alasan sebagaimana tercantum di dalam pasal – pasal dalam kontrak, sehingga berakibat terjadinya keterlambatan (delays) Completion Date.

Di dalam pertanyaan No. 1 disebutkan bahwa terdapat change order. Sehubungan dengan itu, kita harus melihat dahulu kepada ada tidaknya klausul mengenai “change order” tersebut.

Apabila change order tersebut timbul dari Pihak Pemberi Kerja (“X”), maka X harus mengajukan request. “A” menindaklanjutinya permintaan tersebut dengan membuat suatu proposal mengenai seluruh sebab akibat, termasuk Contract Price, work Time Schedule, dan tanggal penyelesaian (tergantung isi klausul)

Sebaliknya apabila ide change order ini berasal dari A, maka harus mengacu kepada ketentuan – ketentuan dan batasan – batasan yang ada di dalam kontrak, apakah A hanya berhak mengklaim atas time extention saja, atau bagaimana, tergantung isi kontrak.

Di dalam kontrak, biasanya terdapat suatu klausul yang menyatakan bahwa Kontraktor tidak berhak meng-klaim segala biaya dan ongkos yang timbul dari adanya delays pengiriman barang yang termasuk di dalam Company Items, jika Kontraktor untuk company items memiliki hubungan afiliasi dengan Pihak A.

d. Mengenai kekuatiran Pihak A terhadap penalty sebagaimana dimaksud di dalam ketentuan mengenai liquidated damages, apabila terjadinya delays disebabkan oleh change order yang dilakukan sesuai dengan pasal – pasal yang mengatur hal ini, maka secara otomatis hak X untuk meng-klaim “liquidated damages” menjadi hapus. Dengan catatan: permohonan Change Order khususnya mengenai perubahan Completion Date telah disetujui oleh X.

Pada dasarnya, kita harus jeli melihat kepada waktu – waktu yang “bermain” di dalam suatu kontrak. Karena masalah waktu adalah sangat penting dalam suatu kontrak, dan sangat menentukan bagi kedua Pihak.

Demikian sedikit info dari saya.