Loss adjuster adalah pihak ketiga (third party) yang bertugas untuk menilai loss claim. Dalam hal ini karena lembaga ini adalah lembaga yang independent maka diharapkan penilaian terhadap claim dapat dilakukan secara obyektif. Setahu saya, di dalam inurance industri, loss adjuster memegang peranan penting, dan ini sudah menjadi kenyataan di negara-negara maju yang dimana (hampir) seluruh industri harus diasuransikan.

Tanya – Daan Asmara – IAOD

Rekan2 yang terhormat,

Kami mengasuransikan Naphta yang dikirimkan dengan menggunakan tanker, tetapi menurut pihak assuransi TOKYO MARINE bila terjadi claim maka harus dipanggil pihak ketiga sebagai loss adjuster untuk menghitung besarnya claim. Apakah besaran untuk claim selalu harus dilakukan oleh loss adjuster, tidak bisakah claim dilakukan dengan menggunakan rumus tertentu yang disepakati oleh pihak isurance dan tertanggung ?, karena nyatanya hal ini sangat merepotkan karena ketiga belah pihak dalam kenyataannya sulit mencapai kesepakatan. Mohon pencerahan dari rekan2 yang mempunyai pengalaman dalam menangani masalah ini.

Tanggapan 1 – nanang@upv.pertamina

Betul pak,

Saya kebetulan mengkoordinir beberapa klaim asuransi akibat kerusakan kilang Balikpapan. Dan selalu melibatkan Loss Adjuster.

Namun, pengalaman saya, jika kita dibackup dengan tim yang solid dan dari berbagai disiplin ilmu, kita bisa fight dengan loss adjuster, dengan menggunakan kaidah-kaidah dan standard internasional.

Pada dasarnya, penanggung hanya akan membayar harga yang telah disetujui oleh Loss Adjuster.

Tanggapan 2 – rardins

Mas Daan,

Saya mencoba menjelaskan fungsi dari loss adjuster. Loss adjuster adalah pihak ketiga (third party) yang bertugas untuk menilai loss claim. Dalam hal ini karena lembaga ini adalah lembaga yang independent maka diharapkan penilaian terhadap claim dapat dilakukan secara obyektif. Setahu saya, di dalam inurance industri, loss adjuster memegang peranan penting, dan ini sudah menjadi kenyataan di negara-negara maju yang dimana (hampir) seluruh industri harus diasuransikan.

Jika si tertanggung (the insured / pihak yang diasuransikan) mengalami masalah dan dia menganggap hal tersebut di-cover oleh polis asuransi yang dia beli, maka si tertanggung tersebut dapat mengajukan claim kepada pihak asuransi. Akan tetapi, terdapat aturan-aturan / klausa-klausa di polis asuransi dimana (kadang) hal ini tidak / kurang dimengerti oleh si tertanggung dan mungkn si tertanggung tidak begitu menyadari maksud yang tertulis di polis asuransi tersebut, sehingga bisa jadi masalah tersebut sebenarnya di-cover seluruhnya, di-cover sebagian atau bahkan tidak di-cover sama sekali oleh polis tersebut. Nah, disinilah fungsi loss adjuster untuk menilai apakah masalah tersebut dapat di-cover atau tidak oleh polis yang dimiliki oleh si tertanggung tersebut, sehingga setelah loss adjuster selesai menilai claim tersebut, pihak asuransi diharuskan membayar sejumlah yang telah diperhitungkan oleh loss adjuster.

Jika misalnya loss adjuster ‘bermain curang’ dalam menilai claim tersebut (misalnya lebih berat ke salah satu pihak) maka loss adjuster tersebut akan kehilangan kredibilitas di dalam insurance industri.

Saya sarankan, gunakan loss adjuster yang besar dan bertaraf international dalam deal claim dengan pihak asuransi, sehingga independensi dari penilaian claim tersebut dapat dipercaya.

Mungkin ada rekan yang bisa lebih menjelaskan apa yang telah sedikit saya paparkan di atas.

Tanggapan 3 – triono.rahardjo@akerkvaerner

Ikutan urun rembug ya …..mudah2an berguna.

Yang saya tahu, Loss Adjuster adalah third-party yang bekerja on-behalf dari perusahaan asuransi. Hal ini dilakukan karena berbagai sebab, a.l.: karena perusahaan asuransi tersebut tidak punya reps di lokasi kejadian atau tidak punya orang yang competent untuk melakukan penilaian terhadap kerugian yang terjadi. Loss adjuster akan melakukan survey dan melakukan penilaian, kemudian menginformasikan hasil penilaiannya kepada pihak asuransi sehingga pihak asuransi bisa mencadangkan uang untuk melakukan pembayaran pada saat tagihan datang. Pihak asuransi juga kemudian akan memberikan informasi rinci mengenai polis yang bersangkutan untuk kemudian dianalsia oleh Loss Adjuster, apakah keruagian tersebut dicover dalam polis, apakah jumlah nya tercover dsb, dsb.

Negosiasi juga sering terjadi dalam hal penentuan besaran kerugian. Tetapi harusnya dilakukan antara tertanggung dengan pihak asuransi, bukan dengan pihak Loss Adjuster. Bahwa yang sering terjadi adalah pihak asuransi ‘hanya membayar’ jumlah yang ditentukan oleh Loss Adjuster, mungkin saja terjadi.

Tanggapan 4 – satar1@bp

Ini sekedar cut & paste, tentang definisi, role & sedikit sejarah ttg ‘loss adjuster’ … siapa tau menjawab pertanyaan anda (juga saya)

Definition of a Loss Adjuster

‘An independent expert in the handling and settlement of insurance claims’

Role of Loss Adjusters

– To investigate the circumstances of the loss and ascertain facts of the case

– To determine Policy Liability

– To quantify the loss within the terms and conditions of the policy

– To seek recovery against the any negligent party

– To advise the Policyholder on Loss Mitigation & Risk Improvement

History

‘The profession started in the UK in the late 17th Century after the great fire of London. By the 18th Century, Insurers were engaging ‘Assessors’ to act for them. These ‘assessors’ were a grouping of prominent professionals from various fields – namely, Chartered Surveyors & Architects. The term ‘Adjuster’ appears to be first used in 1941. In 1961, The Chartered Institute of Loss Adjusters was formed, paving the way for the formation of the Loss Adjusting profession.

Tanggapan 5 – Rachman Ardiansyah

Mas Daan,

Saya mencoba menjelaskan fungsi dari loss adjuster.Loss adjuster adalah pihak ketiga (third party) yang bertugas untuk menilailoss claim. Dalam hal ini karena lembaga ini adalah lembaga yang independent maka diharapkan penilaian terhadap claim dapat dilakukan secara obyektif. Setahu saya, di dalam inurance industri, loss adjuster memegang peranan penting, dan ini sudah menjadi kenyataan di negara-negara maju yang dimana (hampir) seluruh industri harus diasuransikan.

Jika si tertanggung (the insured / pihak yang diasuransikan) mengalami masalah dan dia menganggap hal tersebut di-cover oleh polis asuransi yang dia beli, maka si tertanggung tersebut dapat mengajukan claim kepada pihak asuransi. Akan tetapi, terdapat aturan-aturan / klausa-klausa di polis asuransi dimana (kadang) hal ini tidak / kurang dimengerti oleh si tertanggung dan mungkn si tertanggung tidak begitu menyadari maksud yang tertulis di polis asuransi tersebut, sehingga bisa jadi masalah tersebut sebenarnya di-cover seluruhnya, di-cover sebagian atau bahkan tidak di-cover sama sekali oleh polis tersebut. Nah, disinilah fungsi loss adjuster untuk menilai apakah masalah tersebut dapat di-cover atau tidak oleh polis yang dimiliki oleh si tertanggung tersebut, sehingga setelah loss adjuster selesai menilai claim tersebut, pihak asuransi diharuskan membayar sejumlah yang telah diperhitungkan oleh loss adjuster.

Jika misalnya loss adjuster ‘bermain curang’ dalam menilai claim tersebut (misalnya lebih berat ke salah satu pihak) maka loss adjuster tersebut akan kehilangan kredibilitas di dalam insurance industri.

Saya sarankan, gunakan loss adjuster yang besar dan bertaraf international dalam deal claim dengan pihak asuransi, sehingga independensi dari penilaian claim tersebut dapat dipercaya.

Mungkin ada rekan yang bisa lebih menjelaskan apa yang telah sedikit saya paparkan di atas.

Tanggapan 6 – rudyruty

Pak Daan,

Sebelum meng-asuransikan ke pihak asuransi, anda bisa meminta list Lost Adjuster yg diakui oleh Tokyo Marine & pihak re-asuransi (biasanya Lloyd di London). Tidak boleh sembarang Lost Adjuster, karena jika terjadi klaim, hanya Lost Adjuster inilah yg hasilnya akan diakui oleh mereka.

Disisi Lost Adjuster sendiri, terus terang kebanyakan mereka akan berpihak ke asuransi, karena kelangsungan hidup mereka ada di sini. Jika mereka tidak menguntungkan buat pihak asuransi, maka mereka diancam akan dicoret dari list mereka.

Tetapi pihak Lost Adjuster yg sudah terkenal akan memberikan penilaian yg factual & berdasarkan data yg ada. Sebelum dilaporkan ke pihak re-asuransi, anda akan diberikan rincian yg sangat detail untuk anda review & anda setujui (jika terjadi klaim).

Saran saya, pilihlah Lost Adjuster yg sudah terkenal & berpengalaman di bidang-nya, pihak Tokyo Marine pasti punya list-nya.

Tanggapan 7 – nanang@upv.pertamina

dear all,

Kayaknya harus ada yang diluruskan, yakni bahwa ‘loss adjuster’ memihak asuransi (penanggung).

Hal ini tidak sepenuhnya benar.

Memang, kalau kita lihat sepintas, kayaknya benar. Tapi dari pengalaman saya, loss adjuster yang professional tidak akan berani memihak salah satu pihak (penanggung atau tertanggung).

Apalagi, loss adjuster akan dapat fee dari besarnya nilai claim yang dibayarkan oleh penanggung ke tertanggung. Semakin besar claim yang dibayarkan ke tertanggung akan semakin besar pula fee yang diterima oleh loss adjuster.

Jadi disinilah letak seninya. Ha.. seni ???

Ya jangan lupa dunia asuransi , dunia klaim mengklaim, bukan dunia eksak, banyak seninya, banyak silatnya, banyak kembangannya..

Tanggapan 8 – HeriAgus@samudera

Sepengatuan saya asuransi tidak harus melibatkan pihak ketiga yang dalam hal ini loss adjuster kecuali dalam kasus claim handling yang ‘sulit’ (jumlah kerugian yang diklaimkan tergolong besar atau karena kasusnya memang njlimet). Hal ini sebenarnya untuk menjaga obyektivitas dari jumlah yang disepakati shg tidak ada pihak yang dirugikan.

Selama klaim dalam proses, asuransi sudah menyerahkan segala sesuatunya pada loss adjuster tersebut termasuk komunikasi antara tertanggung dgn penanggungnya sampai loss adjuster menyelesaikan kasusnya dalam bentuk report yang isinya berupa saran. Masalah asuransi setuju atau tidak terhadap jumlah klaim yang disarankan oleh adjuster, ya kembali lagi keputusan ditangan asuransi (kebanyakan langsung deal soalnya selama proses terwujudnya angka tersebut sudah ada komunikasi antara tertanggung dgn adjuster).

Kalau bapak khawatir terhadap jumlah klaim yang nantinya dihandle oleh loss adjuster, bapak bisa menunjuk juga loss adjuster on behalf of tertanggung, tentu yang mbayar ya perusahaan bapak sendiri untuk referensi ke insurance adjuster , atau nunjuk broker dan menyerahkan masalah klaim ini ke mereka.

Tanggapan 9 – triono.rahardjo@akerkvaerner

Saya lampirkan penjelasan dari rekan saya yang berkecimpung di bidang asuransi.

Bersama email ini, saya atas nama moderator MIlis Migas mengundang pak Armand untuk menjadi anggota milis ini.

Tanggapan 10 – Armand@jltasia

Pak Triono,

Memang pertanyaan ini sangat amat lazim untuk ditanyakan oleh tertanggung apalagi jika klaim yang diajukan tertanggung mengalami kendala dalam penyetujuan nilai kerugian yang diderita oleh tertanggung.

Bagaimanapun juga semua klaim asuransi pada umumnya harus disurvey oleh pihak asuransi, apalagi jika klaim asuransi menyangkut jenis asuransi kerugian umum seperti asuransi rumah, asuransi mobil, asuransi cargo dll. Seperti juga dalam asuransi mobil, bahwa setiap klaim yang kita ajukan kepada pihak asuransi, asuransi mempunyai hak untuk men-survey mobil tersebut sebelum diperbaiki, sesudah di survey, surveyor tersebut akan memberikan laporan kepada pihak asuransi mengenai estimasi nilai kerugian, yang mana kemudian atas dasar laporan ini pihak asuransi akan mempersiapkan dana untuk membayar klaim tersebut pada saat mobil tersebut sudah diperbaiki. Nilai aktual pembayaran bisa saja berbeda dengan nilai klaim, karena nilai aktual pembayaran tersebut adalah tergantung dari invoice yang diberikan oleh bengkel untuk biaya perbaikan mobil.

Seperti juga kasus yang disampaikan oleh pak Triono, yang kalau saya tidak salah mungkin merupakan kasus marine cargo, dalam hal ini surveyor yang dimaksud adalah loss adjuster dan fungsi mereka adalah merupakan perpanjangan tangan dari pihak asuransi. Loss Adjuster mengemban tugas sebagai berikut :

1. menilai ataupun memberikan nilai estimasi dari kerugian yang diderita tertanggung setelah diadakan survey.

2. untuk menilai apakah kerugian tersebut baik secara kejadian maupun secara nilai kerugian merupakan kerugian yang ditanggung di dalam polis. Contohnya apakah kerugian yang diderita oleh tertanggung berada diatas atau dibawah nilai deductible seperti yang tercantum di dalam polis.

3. memberikan laporan kepada asuransi mengenai hasil survey tersebut diatas dan korelasi antara kejadian, estimasi nilai kerugian dengan kondisi yang tertera didalam polis. Laporan ini disebut dengan preliminary loss advice.

Selanjutnya merupakan tugas dari tertanggung untuk memberikan kepada asuransi melalui loss adjuster semua dokumen yang dapat memperkuat dan membuktikan bahwa nilai klaim yang diajukan oleh tertanggung adalah benar.

Setelah semua dokumen terkumpul dan disetujui oleh loss adjuster maka loss adjuster akan mengajukan laporan akhir yang disebut definite loss advice kepada pihak asuransi yang berisikan pada intinya adalah nilai kerugian yang seharusnya diganti oleh pihak asuransi kepada tertanggung.

Seperti yang saya katakan diatas bahwa loss adjuster adalah merupakan perpanjangan tangan dari asuransi, maka jika tertanggung tidak setuju dengan nilai kerugian maka hal ini dapat langsung disampaikan kepada pihak asuransi, karena pada akhirnya :

1. Loss adjuster hanya merupakan perpanjangan tangan dari asuransi

2. Pihak asuransi – lah yang akan membayar klaim, bukan pihak loss adjuster.

Rumusan mengenai penilaian kerugian dan sebagainya bisa saja disetujui antara pihak asuransi dan pihak tertanggung, tetapi secara praktek biasanya pihak asuransi akan tetap menunjuk loss adjuster untuk membantu mereka memberikan penilaian independen terhadap suatu kerugian yang diderita oleh tertanggung. Hal ini umum terjadi terutama dalam klaim-klaim kerugian yang cukup besar, dan lagi pula hal ini sudah merupakan hak pihak asuransi untuk men-survey kerugian tersebut.

Kontrak asuransi pada hakikatnya tidak lebih dan tidak kurang adalah kontrak kerja sama antara dua belah pihak, dimana kewajiban tertanggung adalah membayar premie dan kewajiban penanggung adalah membayar klaim terhadapa segala jenis kerugian seperti yang tertera di polis. Jadi pada intinya jika kedua belah pihak (tertanggung dan asuransi) setuju atas beberapa kondisi ataupun rumusan dalam perhitungan klaim, dan hal ini tertuang di dalam kontrak asuransi (polis) maka rumusan tersebut akan merupakan bagian dari perhitungan klaim.