Apakah R&D? Riset: Penyelidikan mengenai hubungan sebab-akibat dalam suatu fenomena untuk menghasilkan pengetahuan dan/atau teknologi baru.

Kiriman – Indratmoko

Apakah R&D?

Riset:

Penyelidikan mengenai hubungan sebab-akibat dalam suatu fenomena untuk menghasilkan pengetahuan dan/atau teknologi baru.

Pengembangan/Development: Pemanfaatan sains dan teknologi untuk menghasilkan suatu produk ataupun proses.

Kategori R&D

Istilah-istilah kategori R&D (bisa jadi saling tumpang tindih):

1. Riset dasar Penelitian orisinil untuk pengembangan ilmu pengetahuan tanpa tujuan komersial yg spesifik (walau memang dilakukan dalam bidang yg berhubungan dengan atau sedang dijajaki oleh industri yg bersangkutan). Kebanyakan dilakukan di Universitas.

2. Riset terapan Penelitian yang diarahkan untuk menemukan pengetahuan baru untuk suatu tujuan komersial yang spesifik, biasanya berhubungan erat dengan suatu produk ataupun proses.

3. Riset eksploratif Seperti riset dasar, bertujuan mengembangkan pengetahuan baru untuk tujuan jangka panjang. Namun riset exploratif bisa memiliki tujuan komersial.

4. Riset dan pengembangan produk Ketika suatu produk sudah masuk ke tahap ‘mature’ dalam daur hidupnya (product life cycle), maka perbaikan perlu dilakukan agar tetap mampu bersaing di pasar.

5. Riset dan pengembangan proses

Kegiatan ini untuk melayani ha-hal berikut:

– mencari pengetahuan baru tentang variabel-variabel proses.

– mencari teknologi baru utk menggantikan yang lama.

– perbaikan/pengembangan produk yang mensyaratkan perubahan
dalam proses.

– peningkatan efisiensi.

– dll.

6. Pendekatan Edisonian

Seperti tersirat dalam namanya, ini tipe riset tanpa spesifikasi dalam hal misi dan tujuan, dan lebih mengutamakan intuisi ala Edison. Pendekatan seperti ini bisa jadi sangat produktif untuk orang-orang yang berbakat, terlebih lagi bakat biasanya menuntut kebebasan agar tetap terasah.

Bagi beberapa orang, formalisasi kegiatan R&D seperti dalam point 1-5 diatas bisa jadi menghilangkan semangat kebebasan dalam pekerjaannya dan karenanya dihinggapi rasa bosan/krisis motivasi.

Jadi ada perusahaan-2 yang mentolerir adanya aktivitas tipe ini untuk tetap menjaga motivasi para penelitinya.

Tanggapan – gunawan@re.rekayasa

Saya mau ‘share’ penggunaan jasa R & D dari sebuah Oil & Gas Multi National Corporation . Perusahaan R & D tsb merupakan salah satu ‘profit center’ dari korporasi tsb, disamping sebagai ‘think-tank’ dari korporat. Subsidiary Companies ( anak-perusahaan ) / Joint-Venture Company. ( perusahaan patungan ) dari MNC yang akan menggunakan jasa R & D diharuskan mengisi DCO. ( semacam dokumen perintah kerja ) untuk pembebanan biaya . Tugas dari perusahaan R & D tsb misalnya :

1. Membuat dokumen Project Philosophy untuk major projects ventures .

Dari project philosophy baru diturunkan / dibuat project specification.

Contoh : Fire & Gas & Safety System Philosophy for xxx LNG Plant.

2. Melakukan Feasibility Study & Risk / Reliability Study untuk major projects.

Contoh : DCS / PI / APC Feasibility Study for xxx LNG Plant.

3. Melakukan Study untuk masalah2 Operation dari subsidiary / j-v companies.

Contoh : Dynamic Simulation for LPG Turbo-Expander.

Dynamic Simulation for LNG Compressors
Strings.

Flare System Loading & Availability
Study.

Sea Water & Propane Exchanger Vibration
Study.

4. Meng’update’ dan mendistribusikan korporate technical documents keseluruh subsidiaries / joint-venture companies world-wide , misalnya : Company Engineering Guides, Engineering Standards, Company Procedures , dsb.

5. Mendistribusikan Safety Leaflet tentang ‘lessons learned’ dari accidents di installasi Oil & Gas diseluruh dunia kepada semua subsidiaries / affiliate companies worlwide.

6. Mendistribusikan Mobil Feedback ( berupa abstracts dan ‘lessons-learned’ dari pemasanga control systems & safety systems; technologies yang relatif baru dipasang di salah satu subsidiaries / joint – venture companies ; hasil uji-coba alat / sistem baru , dsb ).

7. Mendistribusikan informasi ‘product baru’ yang dihasilkan salah satu subsidiaries / jvc. Misalnya : produk Lube-Oil baru untuk kilang ( Mobil DTE ), chemical baru , dsb.

Dulu saya pernah berpikir, kenapa Pertamina sebagai perusahaan Oil & Gas yang besar tidak mempunyai anak-perusahaan di bidang R & D Oil & Gas , sehingga JVC harus menggunakan jasa R & D company milik KPS (padahal saham Pertamina di kilang JVC adalah mayoritas 55 % , sedangkan saham KPS cuma 35 % dan saham pembeli LNG 10% ).