Ketika sumur minyak lagi dibuka semua, maka operasi berjalan lancar. Namun, ketika sumur minyak yang dibuka hanya sedikit karena suatu sebab, maka masalah mulai timbul, yaitu PSLL sering aktif karena hidrolik aliran yang mengalir (sedikit flow rate-nya). Ingin menurunkan setting PSLL, saya agak kesulitan karena settingnya memang sudah kecil sekali. Ingin menghilangkan PSLL, berarti harus melakukan hazard analysis dulu. Ada masukan tentang cara penyelesaian yang lebih praktis?

Tanya – cahyo@migas-indonesia

Saya minta bantuan….

Operasi pemompaan minyak mentah kami terlampir seperti di gambar berikut. Ketika sumur minyak lagi dibuka semua, maka operasi berjalan lancar. Namun, ketika sumur minyak yang dibuka hanya sedikit karena suatu sebab, maka masalah mulai timbul, yaitu PSLL sering aktif karena hidrolik aliran yang mengalir (sedikit flow rate-nya). Ingin menurunkan setting PSLL, saya agak kesulitan karena settingnya memang sudah kecil sekali. Ingin menghilangkan PSLL, berarti harus melakukan hazard analysis dulu. Ada masukan tentang cara penyelesaian yang lebih praktis?

b>Tanggapan 1 – nanan.yanie

Susah dan menarik juga ya, karena PSLL ini sudah keciil.

Saya belum bisa melihat gambarnya, jadi saya coba bayangkan saja suatu pompa sentrifugal dengan PSLL di suction-nya Saya jadi ingin tahu, apa yang men-driver setting PSLL ini dalam kasus pa Cahyo ini, apakah untuk mencegah aliran di bawah minimum flow pompa, ataukah untuk NPSH pompa, atau untuk deteksi kebocoran

Keliatannya bukan untuk deteksi kebocoran, mengingat fluid-nya tidak kompresible.

Ngomong2, untuk fluida kompresible-pun (gas), setting PSLL untuk deteksi kebocoran susah juga ya, terutama jika normal operating pressure-nya cukup tinggi, flow-nya besar. Jika setting PSLL nya rendah, bocor2 dikit mungkin tidak kerasa sehingga tidak cukup untuk mengaktifkan si PSLL. Tapi jika setting-nya ketinggian, pas flow-nya berkurang, nanti sedikit2 kena. Sehingga untuk kebocoran ini, gas detector sering lebih disukai disbanding PSLL. Mungkin rekan2 bisa sharing pengalamannya dalam hal ini. Karena seperti kita lihat API 14C selalu mencantumkan PSLL sebagai salah satu protection devices-nya. Tetapi bagaimana cara menentukan setting yang tepat dan mewakili sehingga si PSLL ini bener2 berfungsi sebagai proteksi seperti yang kita inginkan?

Anyway, balik lagi ke pompa minyak tadi. Mungkin untuk mencegah minimum flow? Dalam hal ini, PSHH di discharge pompa mungkin bisa menggantikan fungsi PSLL di suction. Tentunya tergantung bentuk kurva pompanya juga. Kalau dia modelnya landai pada kondisi sekitar minimum flow-nya, ya agak susah juga menentukan settingnya.

Ataukah untuk menjaga agar supaya NPSHA available-nya terpenuhi, tetap di atas NPSHr. Kalau ini, seperti yang pernah pa Cahyo tulis di e-mail sebelumnya, mungkin NPSRr nya bisa dicek lagi pada flow yang lebih rendah tersebut, untuk melihat apa masih ada kemungkinan diturunkannya si PSLL ini. Dan karena PSLL sekarang sudah keciil, selain susah, akurasinya bisa jadi berkurang.

Apakah mungkin dibikin recycle flow yang lebih besar untuk mengatasinya?

Memang bukan solusi yang cukup menganut efisiensi energi, jika memang pompa-nya kebesaran (jika flownya memang sudah turun sedemikian rupa sehingga pompanya jadi kebesaran). Tetapi jika ini terjadi sekali2 saja, karena ada sumur yang ditutup, mungkin masih bisa diterima.

Yang lebih tepat seperti yang pa Cahyo bilang, harus melakukan hazard analyis dulu, sehingga langkah yang diambil bisa lebih tepat dan sesuai.

Pendapat rekan2 lain..?

b>Tanggapan 2 – iman_tirta@jjsea

Mas cahyo, wajar aja kalo psll-nya bermasalah ketika hanya beberapa sumur aja yg dibuka alasanya seperti mas bilang flow rate-nya kecil, akibatnya friction loss(head loss) dipipanya kan nilainya ikut mengecil berbanding lurus dengan berkurangnya jumlah flowrate yg mengalir,..alhasil total head di-discharge pompa nilainya juga ikut turun & penurunan pressure ini terdeteksi terus menerus oleh psll yang segera men-shutdown pompa…

Sebaliknya turunnya nilai head loss akibat derate flow ini pd pipa suctionnya malah memperbesar nilai NPSHa sekalipun gak significan krn biasanya kan pipa suction didesign sependek mungkin mendekati source fluidanya. jadi menurut saya psll-nya gak bisa dihilangin sebab gimana jadinya kalo gak ada psll, pompa-nya pasti masalah ketika beroperasi didaerah kanan kurva performannya akibat disch.pressurenya rendah tanpa ada yg memproteksi,..imbasnya malah bisa kavitasi kan, masalah lain yg bakal timbul krn derate flow ini biasanya pd lubrikasi mechanical seal pompanya jika lubrikasinya mengandalkan liquid yg dipompakan (plan 11) apalagi kalo temperature liquidnya tinggi,.. tapi mudah2an sih pake plan 52 (eksternal source lubrikasi).

Jalan keluarnya menurut saya kenapa pompanya gak dibuat booster package aja lengkap dengan jockey pump, kaya fire pump gitu,..jadi gak langsung mainpump-nya hidup saat flownya masih kecil.

Atau bisa juga driver pompanya dilengkapi frekuensi inverter,jadi speed pompanya bisa variable dan proporsional terhadap flowrate dan operating pressure sistemnya,..mungkin ini lebih ekonomis dan efisien power sekaligus bisa sebagai safety terhadap kemungkinan terjadi vapour lock di dalam pompa waktu flownya kecil speednya tingg dan Freq.inverter ini dpt juga digunakam utk mencegah water hamer pd saat mematikan pompa..karrna speednya berhenti secara perlahan,sekian.

Mohon di koreksi dan dilengkapi yach!!

b>Tanggapan 3 – BSwastioko@mcdermott

Saya minta bantuan….

Operasi pemompaan minyak mentah kami terlampir seperti di gambar berikut. Ketika sumur minyak lagi dibuka semua, maka operasi berjalan lancar. Namun, ketika sumur minyak yang dibuka hanya sedikit karena suatu sebab, maka masalah mulai timbul, yaitu PSLL sering aktif karena hidrolik aliran yang mengalir (sedikit flow rate-nya). Ingin menurunkan setting PSLL, saya agak kesulitan karena settingnya memang sudah kecil sekali. Ingin menghilangkan PSLL, berarti harus melakukan hazard analysis dulu.

Ada masukan tentang cara penyelesaian yang lebih praktis?

b>Tanggapan 4 – Tahzudin.Noor@vico

PSLL yg di pump discharge line ya untuk alarm saja, to keep you alert ( if it’s a nuisance alarm — ya dibuang),jangan dipakai untuk pump shutdown.

b>Tanggapan 5 – cahyo@migas-indonesia

That is exactly what I am thinking. Tetapi, apakah konsekuensinya dari sisi safety?? Need advice from safety engineer, please

b>Tanggapan 6 – sapto.hari@kpi

Untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu beberapa data pendukung yaitu :

1. Berapa pressure terendah yang diijinkan di downstream pompa

2. PSLL yang digunakan tipe apa dan kemampuan terendahnya berapa

Dengan data-data tersebut kita bisa membayangkan kondisi sistem yang ada dan mungkin akan bisa memberikan masukan-masukan.

Terima kasih.