Perlu dibedakan antara keperluan testing kekuatan pipa dan testing kekuatan sambungan antar pipa. Untuk linepipe hydrotest dilakukan untuk mengetest kekuatan material pipanya sendiri, individual. Tapi untuk pipeline.pipe di hyrotest untuk menguji kekuatan integrity antar sambungan pipa. Linepipe ditest di manufacture dan pipeline/piping di test setelah fabrikasi instalasi di lapangan. Durasi hydrotest linepipe jauh lebih singkat daripada pipeline/piping. Dalam hal ini MIGAS berkepentingan untuk witness hydrotestnya pipeline/piping. Referensi pipeline/piping di Indonesia yang dipakai diantaranya ASME series B31 dan DNV OS F101. Untuk ASME B31.1 sudah diadopsi oleh SNI dengan nomor registrasi 13-3499-2002.

Tanya – Wawan Hendrawan

Dear All,

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk hydrotest pipa carbon steel A106 B kelas 150# dan 600 # sesuai dengan regulasi Migas?

Soalnya saya baca di regulasi Migas tidak menemukan apakah ada di Code and Standard.

Apakah Hydrotest selama 10 menit sudah cukup.

Tanya – jagoanneon11

Pak Wawan,

Regulasi Migas tdk mengatur periode waktu utk uji hidro kecuali utk pipeline dan bejana tekan (termasuk HEX, ACHE, pig launcher/receiver) yg tertera dlm Surat Kep. DirJen 84.K. Utk piping silakan mengacu pada code standard yg dipakai dan spec project/pemilik.

Code standard sptnya tdm men-state jelas batasan waktu hanya secukupnya. Spec pemilik yg mengatur detail utk pengujian ini.

Tanggapan 1 – mirza kurniawan

Dear Pak Wawan

Regulasi MIGAS tergantung dengan standard apa yang akan di pakai, apakah menggunakan Standard ASME, API, JIS? semua berbeda , contoh jika dalam ASME holding time dalam test pressure mencapai 120 menit, dan lain2.

mungkin langkah pertama pak Wawan harus menentukan standard yang akan dipakai terlebih dahulu.

Terima KAsih semoga bermanfaat.

Tanggapan 2 – didin afandi

Seperti saran dari pak kurniawan di bawah ini, ada baiknya refer ke standard code saja.
Setahu saya penjelasan detail mengenai hal ini lebih komplit dibahas di standard.

Tanggapan 3 – Dedih Durahman

Tambahan, perlu dibedakan antara keperluan testing kekuatan pipa dan testing kekuatan sambungan antar pipa. Untuk linepipe hydrotest dilakukan utk mengetest kekuatan material pipanya sendiri, individual. Tp utk pipeline/piping dihydrotest untuk menguji kekuatan integrity antar sambungan pipa. Linepipe ditest di manufacture dan pipeline/piping ditest setelah fabrikasi instalasi di lapangan. Durasi hydrotest linepipe jauh lebih singkat daripada pipeline/piping. Dalam hal ini MIGAS berkepentingan untuk witness hydrotestnya pipeline/piping. Referensi pipeline/piping di Indonesia yg dipakai diantaranya ASME series B31 dan DNV OS F101. Utk ASME B31.1 sudah diadopsi oleh SNI dgn nomor registrasi 13-3499-2002.

Tanggapan 4 – Dirman Artib

Coba lihat lagi pernyataan dari sipenanya di bawah ini :

Soalnya saya baca di regulasi Migas tidak menemukan apakah ada di Code and Standard.

Si penanya mencoba mencari penyelesaian dgn membaca regulasi migas, tetapi tidak menemukan jawabannya.

Di manakah letak kesalahan sistematik ini?

Apakah regulasi migas merujuk kepada spesifik code dan standard? Jawaban nya adalah ‘tidak’.

Saya coba baca ulang misalnya SK Dirjen No.84, yang dirujuk ‘menimbang’ adalah Peraturan Menteri Pertambangan 06P/1991, lalu ‘mengingat’ yg dirujuk adalah peraturan menteri, KepMen, Kep Dirjen, dll.

Para professional migas di Indonesia tahu, bahwa secara praktek rujukan kepada codes dan standards didefinisikan sewaktu preparing of ITP. Lagi-lagi, dalam SK Dirjen tidak ada disebutkan bahwa perusahaan wajib merencanakan inspeksi dan test produk dan instalasi dalam bentuk ITP yg harus direview dan disetujui oleh pelaksana inspeksi tambang atau perusahaan jasa inspeksi, dan harus juga merujuk kepada international recognized standard spt. ASME, BS EN ISO, API atau SNI.

Satu-satunya dokumen menjembatani kepada international standard/code hanya kontrak.

Tanggapan 5 – harrys pahala manalu

Pak wawan,

mungkin attachment saya dpt membantu.
Hal. 15 point D

Tanggapan 6 – didin afandi

Terima kasih pak dedih infonya, baru tahu SNI dah ada regulasi mengenai hal ini. Beberapa code sih memang sudah diadop ke SNI, contohnya beberapa code untuk alat2 safety (PPE). Untuk adopsi SNI yang lain saya belum nemu (SNI-SNI yang dah saya temukan aja belum saya perdalam). Tapi kok saya lebih yakin dan lebih plong kalo merefer ke code nya langsung ya, daripada penyesuaian yang telah dilakukan oleh SNI.