Kehandalan itu banyak macam dan metode, selain itu harus disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri. Walaupun secara basic, metodenya sama (bisa pakai weibull) tetapi kan definisi atau kriteria setiap peralatan berbeda. Sebaiknya, di dalam perusahaan anda terlebih dahulu dibentuk semacam board untuk mendiskusikan kebutuhannya (bila anda mau customized).

Tanya – firman siagian

Dear rekans,

Mungkin ada yang bisa bantu saya menginformasikan lembaga yang capable di bidang kehandalan, baik untuk consultant-nya, pelatihan, atau bahkan software untuk kehandalan.

Tanggapan 1 – SKF Balikpapan

Pak Firman,

Sepanjang yang saya ketahui, kehandalan sama dengan reliable atau reliability. SKF Reliability Systems (www.skfreliability.com) memiliki kompetensi consultancy, implementasi dan software untuk area rotating equipments.

Tanggapan 2 – Darwin Sihombing

Bukannya kita memiliki pak Anas Rosyadi dari PT Tiara Vibrasindo Pratama dengan CSI-nya ?

Pak Anas, monggo atuh….

Tanggapan 3 – Bambang S. Santoso

Mas Fyantosh,

Pertanyaan nya mudah, jawabnya yang sulit. Kehandalan berkaitan dengan hal yang sangat luas. Ada baiknya anda memberikan sedikit back ground mengenai permasalahan yg dihadapi atau setidaknya diperjelas lingkup nya / objective nya.

Saya percaya, cukup banyak pembaca milis ini yang dapat memberikan bantuan maupun saran.

Tanggapan 4 – firman siagian

Ha…ha…ha…

Gampang nanyanya, susah dan males yang ngejawabnya, ya?

Sebenarnya saya bermaksud melihat lembaganya dulu, apapun yang bisa dia sediakan. Dari situ, saya sebagai pembeli bisa melihat sejauh mana scope / capacity lembaga tersebut. Itu menurut saya. Sehingga saya bisa lebih memilih lembaga mana, dari referensi teman-teman yang memberikan informasi kepada saya, yang menurut saya bisa mengakomodir kebutuhan perusahaan tempat saya bekerja. Mungkin secara umum saya dapat beri gambaran, bahwa perusahaan tempat saya bekerja, secara umum ingin memulai analisa remaining life assessment equipments pabrik dan analisa kehandalan equipments pabrik (khususnya yang terkait erat dengan HSE) – untuk jangka panjangnya.

Untuk itu, saya ingin memulai dari critical analysis, failure analysis, reliability analysis, etc, etc.
Masih sedikit acak sih memang gambaran saya, tapi kira-kira seperti itulah.

Tanggapan 5 – Nanang Jamil

Banyak cara menghitung kehandalan sebuah sistem, salah satu yang pernah saya gunakan adalah ‘frequency and duration method’ yang pada saat itu (tahun 1992) saya gunakan untuk menghitung kehandalan sistem distribusi jaringan listrik Kotamadya Semarang. Metoda ini dikembangkan oleh IEEE dan sudah banyak dipakai oleh kawan-kawan electrical engineer.

Metoda lain saya kira kurang lebih aja, ujung dari perhitungan kehandalan adalah R sama dengan 1 (satu) minus e (eksponensial) pangkat min lambda kali t (waktu).

Tanggapan 6 – Dwi Priyanta

Yth. Pak Firman,

Benar apa yang dikatakan pak Nanang, untuk menghitung/mengevaluasi keandalan ada banyak cara dari cara analitik sampai simulasi.

Untuk frekuensi and duration technique termasuk cara analitik.

Kami (di JTSP ITS) biasanya menggunakan metode simulasi, karena dengan metode ini, paling tidak profil operasional sistem yang akan dianalisa disimulasikan tingkat / level reliability / availability-nya.

Standar yang kami gunakan untuk melakukan analisa system reliability secara garis besar adalah :

1. Mendefinisikan boundary sistem

2. Failure modeling untuk masing – masing equipment yang ada di dalam boundary.

Standard Software yang kami gunakan untuk failure atau reliability modelling adalah Weibull ++

3. System modeling (dengan block diagram atau FT mana yang lebih cocok dengan permasalahan akan dipilih)

4. Input data operasional pada masing-masing block di dalam model

:

– Model reliability untuk masing – masing equipment

– Model maintenance untuk masing – masing equipment

– model manajemen perawatan yang digunakan

– Resource yang diperlukan melakukan maintenance berupa :

– cost of PM, CM, atau Inspection

– personnel yang diperlukan untuk melakukan PM, CM, atau inspection

– Spare part yang diperlukan (ada dalam inventory atau tidak)

– kemungkinan terjadinya delay resource dan part pada saat pelaksanaan eksekusi maintenance

Standar Software yang kami gunakan adalah BlockSim ver 6.2 FTI
Edition keluaran reliasoft (www.reliasoft.com). FYI, software ini sudah kami gunakan untuk simulasi power plant dan gas plant.

Standard analysis kami selalu mengacu pada MIL-STD. (e.g. MIL-STD 1629A untuk analisa FMEA)

Kurang lebih itu yang biasa kami lakukan untuk melakukan evaluasi atau evaluasi system reliability. Semoga bermanfaat. Kurang lebihnya mohon maaf.

Tanggapan 7 – Bambang S. Santoso

Mas Fyantosh,

Kalau boleh menyebut lembaga di luar sana, silakan mencoba

– DNV Houston. Cukup banyak yang mereka tawarkan (seperti masuk ke Mal gitu), termasuk Quantitative Risk Assessment dan PSM (termasuk Mechanical Integrity).

Lembaga lain di luar sana, barangkali bisa dicoba:

– Process Safety Institute/EQE International, Inc. / ABS Group Inc. Knoxville. e mail: psi@jbfa.com

– Baker Engineering and Risk Consultant, Houston. Coba contact: Jack Philley (email: jphilley@bakerrisk.com)

– Untuk reliability nya: The RM Group, Inc, Knoxville ; coba contact Ron Moore e-mail: RonsRMGP@al.com

Yang lain nya, termasuk lembaga domestik, saya belum sempat mengenal kinerja nya.

Semoga bermanfaat, Mas. Njawabnya pake mikir lho …..

Tanggapan 8 – Rosmana Eko Saputra

Benar apa yang diutarakan pak Bambang, Pak Nanang, dan Pak Dwi…. kehandalan itu banyak macam dan metode, selain itu harus disesuaikan dengan kebutuhan kita sendiri. Walaupun secara basic, metodenya sama (bisa pake weibull) tetapi kan definisi atau kriteria setiap peralatan berbeda. Saran saya, di dalam perusahaan anda terlebih dahulu dibentuk semacam board untuk mendiskusikan kebutuhannya (bila anda mau customized). Atau bila mau standar, ya silahkan hubungi list yang telah diberikan Pak Bambang.

Sebagai informasi, Pak Firman… Pak Bambang ini adalah salah seorang ahli reliability di Indonesia (ada CMRP-nya loh) yang sudah disertifikasi oleh asosiasi reliability Amrik. Jadi, saya rasa… Pak Bambang pun bisa memberikan training yang bagus…. kl butuh yang lain, ada banyak… tinggal anda hubungi mereka satu persatu. Save Cost kan…. dan yang pasti tidak ada salah persepsi karena sama2 pake bahasa indonesia……..

Tanggapan 9 – Hasanuddin

Bapak2,

PT Radiant-nya pak Ramzy setahu saya Reps-nya Tischuk International di Indonesia. Tischuk udah well established dan cukup bonafid dibidang Risk Based Inspection, QRA, dan Plant Safety & Reliability.

Selain itu juga bisa provide jasa konsultasi, pelatihan berikut software2nya.

Kemana nih pak Ramzy kok gak kedengaran suaranya?

Tanggapan 10 – Anas Rosyadi

Pak Firman Yth,

Untuk implementasi program reliability, langkah2 berikut ini mungkin bisa dipertimbangkan :

1. Review Overall Maintenance Strategy

2. Select Area For Detailed Implementation

3. Conduct Detailed Assessment

4. Complete Failure Defence Plan

– SERP

– FMEA

– Individual Defence Plans

– Maintenance task analysis

– Technology Application Description

– Development of Cost Benefit Model

5. Implementation

– Technology Validation

– Level of Awareness (LOA) Training

– Development of Key Performance Metrics

– Development of RCFA System

– Selected Skills Training

– Reliability Programmatic Implementation

6. Broader Implementation

7. Project Work

Plant assessment bertujuan untuk mengetahui strategy maintenance yg dijalankan saat ini, utk mengetahui kita berada di mana, improvement apa yg bisa dilakukan sehingga bisa dibuat roadmap dan action plan- nya.

Langkah awal ini penting. Mungkin bisa diawali dengan pilot project, dimonitor perkembangannya, cost benefitnya dll. Kata pengamat olahraga lari, kalo start-nya bagus hasilnya akan bagus 🙂 software utk reliability cukup banyak Pak…tinggal pilih sesuai kebutuhan. Semoga membantu.