Untuk kasus pipeline dengan panjang sekitar 10 km, pig cleaning adalah mandatory. Metode flushing atau blowing biasanya kurang efektif untuk meremove kotoran seperti hydrate, wax etc yang terjebak didalam pipa sebagai akibat perbedaan kontur bumi. Pig cleaning menggunakan pig launcher yang dilewatkan di dalam pipa dengan driving force udara tekan, atau bisa juga didorong langsung dengan menggunakan aliran liquid sebenarnya jika tekanannya mencukupi. Jenis pig yang dipakai sangat bergantung pada jenis kotoran yang ingin dibersihkan, dan sebagai catatan, Pig…termasuk Launcher dan Receiver-nya adalah vendor proprietary design.

Tanya – hendy

Dear milisters,

Saya mau menanyakan tentang pigging…

untuk case flowline 4′ dengan panjang sekitar 8-10 km, apakah sebelum commissioning untuk membersihkan pipa-nya sebaiknya menggunakan pigging?

Jika memang lebih baik menggunaan cleaning pig, sebaiknya jenis pig yg seperti apa yg dipakai? mohon informasi vendor yg ada….

terima kasih,

Tanggapan 1 – ihwanulul.firdaus

Pak Hendy,

Untuk kasus pipeline dengan panjang sekitar 10 km, pig cleaning adalah mandatory. Metode flushing atau blowing biasanya kurang efektif untuk meremove kotoran seperti hydrate, wax etc yang terjebak didalam pipa sebagai akibat perbedaan kontur bumi. Pig cleaning menggunakan pig launcher yang dilewatkan di dalam pipa dengan driving force udara tekan, atau bisa juga didorong langsung dengan menggunakan aliran liquid sebenarnya jika tekanannya mencukupi.

Jenis pig yang dipakai sangat bergantung pada jenis kotoran yang ingin dibersihkan, dan sebagai catatan, Pig…termasuk Launcher dan Receiver-nya adalah vendor proprietary design. Jadi mungkin teman-teman vendor bisa menambahkan?

Tanggapan 2 – Bambang Sugiharta

Mas Hendy dan yang lainnya,

Anda bisa browsing ke www.migas-indonesia.com/klaras terus link (klik dua kali) ke logo girards.

Beberapa informasi mengenai jenis pig, prosedur pig,pig launching and receiving procedure, dealing with stuck pig, pig tracking, the art of pigging, etc ada didalamnya. Mohon maaf, karena kalo langsung ditulis disini agak banyak, malah takut mengganggu.

Tanggapan 3 – e-Director

Brush pig atau foan pig boleh digunakan… tetapi mungkin tidak bisa menghilangkan pitting corrosion 100%. Kalau acid cleaning, resultnya mungkin lebih baik…

Kami pernah membuat acid cleaning dan pigging, dan beza resultnya lebih baik acid pickling…

Tetapi bergantung pada budgetnya dan sensitiviti paip itu untuk tujuan apa….

Tanggapan 4 – Abas F Soeriawidjaja

Rekan2 ysh,

Bagaimana ketentuan pigging bagi Spiral Welded Pipe dan Longitudinal Welded Pipe.

Apakah ada bedanya, mengingat hambatan yang terjadi pada weld seam nya pada pipa spiral weld.

Apakah weld seam dari spiral weld pipe tidak menghambat, menimbulkan keausan dsb.

Bagaimana pengaruh ovality terhadap pigging, mengingat ovality terjadi pada spiral weld pipe.

Karena pada longitudinal weld pipe, selain hydro test juga dilakukan ‘ mechanical expansion ‘ untuk memeroleh roundness dan straightness, sementara pada spiral weld pipe tidak bisa dilakukan mechanical expansion karena terhambat oleh weld seam yang melingkar.

Mohon penjelasannya.

Tanggapan 5 – braskoro

Pak Ihwan,

Saya setuju dengan jawaban anda. Ada satu hal yang saya ingin tanyakan. Setahu saya hydrate tidak bisa di remove dengan pigging.

Apa mungkin yang anda maksud itu adalah ‘air’?

Hydrate hanya bisa di cairkan dengan cara: penurunan pressure atau penaikan temperature atau dengan cara injeksi bahan kimia seperti methanol atau glycol.

Tanggapan 6 – ihwanulul.firdaus

Pak Bras,

Anda benar, sebelum proses pigging, hydrate diinjeksi dulu dengan glycol, baru di dorong dengan pigging.

Tanggapan 7 – Hasanuddin

Saya mau ikut nimbrung merespon pertanyaan pak Abas. Kalo ada yang salah, mohon koreksi dari rekan2.

1. Sepertinya tidak ada ketentuan khusus yang membedakan perlakuan pigging untuk spiral maupun longitudinal welded.

2. Weld seam tidak menghambat jalannya pig. Beberapa hal yang mungkin dapat menghambat jalannya pig (stuck) adalah : pig berada pada off-take section (tee/branch), ketidakcocokan ukuran pipe component (terdapat reducer misalnya), valve tidak sepenuhnya terbuka, kesalahan radius bend, saling tumbuk antar pig, tersumbat oleh wax, adanya debris pada pipeline, dsb.

3. Seberapa besar ovality yang ada? Ovality yang memang bawaan dari mill maker (dan diconfirm dengan mill certificate) adalah masih acceptable. Saya cenderung mengasumsikan bahwa setiap pipa yang terpasang sudah melewati tahapan inspeksi dimensional oleh QC dan ovality-nya masih tolerable.

——

Additional:

Pada fase konstruksi, pig berfungsi membersihkan construction debris, perform line filling/dewatering untuk hydrotest termasuk melakukan inspeksi geometri. Pada fase operasional, pig berfungsi membersihkan pipe walls, remove condensate, memisahkan dissimilar product dan mendeteksi physical damage/corrosion/cracking.

Jenis pig yang akan dipakai ditentukan berdasarkan kriteria:

– tujuan pigging

– line contents (termasuk available vs required driving pressure, pig velocity)

– karakteristik pipeline (min/max internal line sizes, jarak pig
travel, bend radius, fitur2 spt valve/branch connections, elevation profile, dsb)

Sebelum dilakukan pigging, tentunya sudah dipersiapkan prosedur, kalkulasi dan detail engineeringnya.

Sebagai info, ada juga pipelines yang non-piggable dikarenakan factor insufficient flows, sharp bends, cost-prohibitive, dsb.

Demikian sharing saya.

Tanggapan 8 – Abas F Soeriawidjaja

Mas Hasanuddin Ysh,

Terima kasih atas penjelasannya yang komprehesif.