Sheet pile tersebut berfungsi sebagai seawall untuk wharf structure(Lo/Lo & Ro/Ro) pada pantai yang akan direklamasi, dimana panjang pile cap adalah 65 m dengan quantity concrete cap ~120 m3. Saya merencanakan untuk menggunakan steel bekisting mengingat adanya pasang surut. Selain itu yang ingin saya tanyakan juga, apakah sebenarnya fungsi utama dari pile cap pada struktur sheet pile, apakah sebagai pelindung dari sheet pile akibat impact dari kapal atau ada fungsi structural lain yang lebih khusus?? Dan apakah sheet pile cap ini harus dari concrete atau bisa menggunakan baja profil misalnya baja channel??

Tanya – ‘Atik Rosalina’

Dear All,

Saya mohon bantuan informasi mengenai metode yang biasa/dapat digunakan untuk bekisting concrete cap dari sheet pile yang dibangun di daerah pasang surut.
Terima Kasih.

Tanggapan 1 – Jacob Jordanus

Mbak Atik,

bisa minta info yg lebih lengkap lagi sebelum aku menjawab pertanyaannya? seperti struktur apa yg dibangun? seawall? bgm casting quantity nya? apakah banyak atau sedikit?

Tanggapan 2 – Atik Rosalina’

Pak Jacob,

Sheet pile tersebut berfungsi sebagai seawall untuk wharf structure(Lo/Lo & Ro/Ro) pada pantai yang akan direklamasi, dimana panjang pile cap adalah 65 m dengan quantity concrete cap ~120 m3. Saya merencanakan untuk menggunakan steel bekisting mengingat adanya pasang surut. Selain itu yang ingin saya tanyakan juga, apakah sebenarnya fungsi utama dari pile cap pada struktur sheet pile, apakah sebagai pelindung dari sheet pile akibat impact dari kapal atau ada fungsi structural lain yang lebih khusus?? Dan apakah sheet pile cap ini harus dari concrete atau bisa menggunakan baja profil misalnya baja channel??

Terima kasih atas bantuannya Pak.

Tanggapan 3 – Jacob Jordanus

Mbak Atik,

sebenarnya info yg lebih detail sangatlah dibutuhkan disini, namun sekedar mencoba membantu sedikit dan memperjelas keadaan:

1. pada umumnya pile cap digunakan sbg pendistribusi baban ke struktur (pile) sekitarnya.

Dalam kasus sheet pile (SP) yg akan digunakan sbg seawall, istilah yg lebih tepat adalah Capping Beam (CB). CB inilah yg akan mendistribusikan gaya lateral ke struktur disekitarnya jika SP tsb ‘tak mampu’ menahannya.

2. Mengenai material dr CB yg akan digunakan, sekali lagi tergantung dari structural system dr seawall tsb. Jika SP nya satu lapis, akan sulit kalo kita gunakan material concrete, kecuali SP nya 2 lapis (yg mana ada concrete infill didalamnya) maka concrete dpt digunakan.

3. Apakah seawall (yg terdiri dr cantilever SP ?) tsb juga dipakai sbg earth retaining structure?

Biasanya sih untuk melindungi warf tsb dari ship impact atau mencegah rusaknya kapal saat menubruk, diatasnya disediakan sesuatu yg dpt menyerap energy tubrukan tadi, misalnya, ban bekas atau lainnya.

semoga membantu.
mungkin rekan lain ada yg hendak menambahkan.

Tanggapan 4 – rbunarta

Setuju dg Pak Jacob, sebenarnya mBak Atik ini sedang mendisainkah atau akan melaksanakan pekerjaan sea/quaywall?

Sebenarnya mBak Atik, entah mau menggunakan concrete atau steel sbg capping SP, semuanya bisa diketahui dari disain beban yg bekerja pada capping beam tersebut. Biasanya bila tanah dibelakang CB akan digunakan sbg arus lintas pekerjaan berat, beton akan lebih ekonomis digunakan drpd steel dan CB disini lebih berfungsi sbg retaining wall.

Sebaliknya steel capping akan lebih ekonomis dan mudah pengerjaannya, bila sea/quaywall hanya digunakan sbg tempat sandar saja. Untuk kasus CB sepanjang 65-m dg concrete qty 120-m3, rasanya bidang seluas 1. 85-m2 memang ditujukan sbg bidang retaining wall, dimana impact kapal pengaruhnya lebih kecil drpd beban yg bekerja di atas pelabuhan Anda. (Asumsi lebar concrete CB 1-m)

Chanel profil yg diusulkan mBak Atik lebih mengarah kepada fungsi sbg capping/penutup SP saja.

Begitu mBak Atik? Ato kalau ada yg lain monggo lho!

Tanggapan 5 – esukardi@technip

Saya mau nambahin sedikit, jangan lupa untuk menambahkan tie-back didalam mendesign SP yg ada hubungannya dengan kegiatan bongkar muat diatas tanah yg direclaim, dari pengalaman waktu mengerjakan oil base disalah satu PKS, SP nya nga bisa nahan tekanan tanah aktip dan beban diatasnya sehingga SP jointnya pada renggang nga sanggup nahan beban. Mudah2an informasi ini berguna.