Statoil dan partnernya telah memilih untuk platform tertentu untuk pengembangan penemuan minyak dan gas Dagny di North Sea Norwegia. Satelit lahan gas Eirin akan menghubungkan lagi 9 km (5.6 mi) ke platform melalui fasilitas subsea.

Statoil dan partnernya telah memilih untuk platform tertentu untuk pengembangan penemuan minyak dan gas Dagny di North Sea Norwegia. Satelit lahan gas Eirin akan menghubungkan lagi 9 km (5.6 mi) ke platform melalui fasilitas subsea.

Gas dari Dagny akan diekspor melalui sebuah connection ke infrastruktur di Sleipner East. Minyak yang diproduksi kemungkinan akan di offload ke shuttle tankers.

Dagny ditemukan pada tahun 1974, 30 km (18.6 mi) timur laut dari Sleipner East di water depth 125 m (410 ft), dan semula dipertimbangkan lahan gas kecil.

Tapi, pada tahun 2007, minyak dan gas terbukti disebelahnya Dagny East (ex-Ermintrude) structure, yang mengakibatkan reassessment dari development scope.

Pengerjaan appraisal selanjutnya pada tahun 2008-2011 didirikan sebuah connection antara Dagny dan Dagny East, dengan substantial oil resources di bawah semua struktur.

Eirin ditemukan pada tahun 1978. Bersama lahan yang memegang perkiraan 300 MMboe, menurut senior VP Statoil, Ivan Aasheim untuk pengembangan lahan Norwegia. Pengembangan akan mengeksploitasi kapasitas ekstra di Sleipner East selama beberapa tahun mendatang, tambahnya.

“Sudah ada dialog yang sangat baik antara lisensi Dagny, Eirin, dan Sleipner, dengan empat pengerjaan lisensi lainnya untuk pencapaian good coordinated solution dengan infrastruktur yang ada.”

Langkah berikutnya akan menyerahkan kontrak front-end engineering design (FEED), dengan keputusan investasi yang agaknya dalam setahun. Perusahaan memperkirakan biaya 4.1-4.9 milyar dolar untuk dua lahan, yang meliputi penyewaan dan pengeboran rig, dengan kemungkinan pengerjaan pada tahun 2016.

Statoil adalah operator dengan provisional shareholding 58.5%, berpartnership dengan ExxonMobil (33%), Total (6.5%) dan Det norske oljeselskap (2%). Pembagian lisensi terakhir akan tergantung pada negosiasi dahulu dari keputusan pengembangan.

Sumber: www.offshore-mag.com