System Automatic Tank Gauging (ATG) sudah diperbolehkan untuk custody transfer. Mengenai peraturannya, dapat dilihat pada surat Edaran Dirjen Migas No.: 8361/18.06/DJM.T/2008. Untuk proses persetujuannya sendiri, sama dengan proses metering unit. Keuntungan : client punya back up meter atau comparison meter disbanding turbine; operator dapat mengetahui stock product di dalam tangki; dasar perhitungan lebih akurat karena ada parameter temperature, ada water level (optional), perhitungan density dll. Kerugiannya : tergantung sisi tekhnis.

Tanya – Andi Suprapto

Bapak2/Ibu2,

Mohon infonya, apakah saat ini system Automatic Tank Gauging System (ATG) pada Tanki diperbolehkan utk Custody Transfer oleh BP Migas?
Kalau ada peraturannya ttg hal ini mohon utk dishare peraturan no berapa ya?
Apakah keuntungan dan kekurangan ATG ini bila dibandingkan dengan Turbin Meter?.

Terima kasih banyak atas masukannya.

Tanggapan 1 – hsurachman

Dear pak Andi,

Systems automation tank gauging sudah dapat digunakan sebagai custody transfer. Beberapa tempat mengunakan type Radar tank gauging systems.

Untuk aturan, mungkin dari kawan-kawan dari bpmigas bisa share information.

Keuntungannya seperti terutama type radar mudah untuk mengkalibrasi, maintenance free dan user frendly.
Kekurangannya, sangat berpengaruh dari strucktur tank sendiri (seperti fix roof ), kecuali untuk type flooting roof.

Tanggapan 2 – Triez trisworo99

Sedikit menambahkan,

Betul, Pak hady. Selain itu di ATG radar sudah tidak ada moving part jadi kemungkinan lengket displacer ke heavy liquid juga tidak ada.
Klo mau lebih bagus ya pake yg hybrid combine. Cuman harganya akan kauh lebih mahal.Tp masih banyak kok pak di Tanki2 lama yg pake servo.

Saya malah baru tahu nech klo ada rule dari BP migas untuk penggunaan ATG sebagai custody. Mohon dishare juga klo ada yg sudah punya.

Tanggapan 3 – alexies martinus

Dear Pak Andi Suprapto,

System Automatic Tank Gauging(ATG) sudah diperbolehkan untuk custody transfer.
Mengenai peraturannya, bapak dapat lihat pada surat Edaran Dirjen Migas No:8361/18.06/DJM.T/2008.

Untuk proses persetujuannya sendiri, sama dengan proses metering unit.

Keuntungan : client punya back up meter atau comparison meter dibanding turbine; operator dapat mengetahui stock product didalam tangki;
dasar perhitungan lebih akurat karena ada parameter temperature, ada water level (optional) , perhitungan density dll.

kerugiannya : tergantung sisi tekniks.

contoh: kadang product(BBM/crude oil/etc) yang datang menggunakan tanker menggunakan perhiungan level liquid sebagai dasar volume yang di transfer, tapi di bagian penerimaan masih menggunakan pipeline meter (turbine, coriolis, PD meter dll), tentunya harus ada agreement untuk dasar meter yang digunakan antara kedua belah pihak
kalau dari segi ATG, tentunya harus agak cerdik karena untuk perhitungan volume, atau didalam istilah Tank Gauging ada GSV (Gross Standard Volume), NSV (Net standard Vol) , TOV (Total Observe volume) dan masih banyak istilah lainnya; ada faktor temperature dalam calculationnya.

Kadang user complain perhitungan volume pada siang hari dan malam hari berbeda padahal tidak ada proses loading/unloading. tentunya temperature didalam tank pada malam hari berbeda dengan siang hari. tentu saja di dalam Tank Inventory Management ada perhitungan untuk VCF (volume correction factor).

Kebetulan saya bekerja di perusahaan yang mengageni produk ATG HONEYWELL ENRAF
Jika ada yang ingin ditanyakan atau informasi lebih lanjut bisa japri saya.

Tanggapan 4 – Andi Suprapto

Bapak2,

Thanks atas semua masukkannya, kebetulan perusahaan kami akan menambah tanki condensate dengan type Internal Floating Roof with Fixed Roof Tank…ada rencana untuk ditambahkan ATG system utk custody transfer sebagai pembanding system metering yg sudah ada.

Tanggapan 5 – ‘Wisnu Purwanto’

Saya ingin menambahkan ‘sedikit’.

Dasar suatu alat ukur bisa digunakan untuk custody transfer bukan dari Migas.

Custody transfer adalah ‘change of ownership’ alias jualas – nah, dasar hukumnya adalah ketentuan yang dikeluarkan oleh departemen perdagangan via direktorat Metrologi (dimet)
Hal ini diatur dengan jelas dan konsisten mengacu kepada OIML – Organisasi Internasional untuk Metrologi Legal (singkatan yang bener silahkan google, dari bahasa perancis) – karena Indonesia adalah anggota OIML, yang notabene turunan ISO (bukan iso babat). Jadi –menggunakan alat yang tidak disetujui dan dilegalisasi oleh dimet adalah melawan hukum dan dikenai sangsi. Nah ati2 – Jualan beras pakai timbangan dapur dirumah bisa dituntut secara hokum. Kemudian selanjutnya instansi lain, dengan tujuan / alas an tertentu biasanya ikut cawe-cawe, apalgi kalau melibatkan kepentingan yang cukup besar. Untuk komoditi migas, maka migas ikut serta nimbrung menambahkan aturan. Meskipun saya nggak yankin migas ikutan nimbrung untuk yang ‘cepete-cepete’ atau retail.

Kembali ke ATG, seperti sudah dijawab ya bisa saja dipakai untuk custody transfer – tapi biasanya BUKAN sebagai pembanding, melainkan sebagai back-up jika peralatan utama mengalami gangguan atau tidak bisa digunakan. Hal ini harus dtegaskan didalam agreement. Pembicaraan bisa lebih detail ketika menyangkut ‘kapan’ peralatan back-up bisa menggantikan peralatan utama.

Apakah ATG lebih akurat dibanding metering (pengukuran dinamik dengan flowmeter)? ‘Bakul’ ATG akan bilang ATG lebih akurat – tapi juragan Metering
System akan ngotot mengatakan metering lebih akurat.

Penggunaan isitilah akurat turunan accuracy untuk menggambarkan performance suatu pengukuran sesungguhnya tidak akurat – untuk itu hendaknya digunakan istilah uncertainty (silahkan cek di koleksi dokumen miling list ini mengenai pengertian uncertainty di presentasi/training material yang saya buat dulu sekali, mudah2an masih ada, atau bisa minta bantuan mbah google).

Kalau dibilang ATG lebih akurat karena ada pertimbangan temperature, water level, perhitungan density dll. Maka pernyataan ini juga tidak akurat. Pengukuran hydrocarbon skala besar umumnya dilakukan pada kondisi standard (API) atau Normal (ISO) dengan koreksi terhadap temperature, pressure (tidak selalu) dan juga parameter lainnya sesuai teknis pengukuran yang digunakan dan persyaratan uncertainty yang dikehendaki.

Bakul ATG sering menyodorkan data performance ‘akurasi’ ATG dalam mengukur level yang luar biasa akuratnya. Kalaupun pengukuran levelnya sangat akurat (ingat level adalah interfase, seringkali interfase nya sendiri nggak jelas). Yang di transaksi bukan level, tapi – misalnya – adalah – Net standard volume. Untuk sampai NSV dari level jalannya panjang dan berliku yang jika tidak dilakukan dengan benar malah akan membuat nilai akurasi level 0.00.. mm tidak significant didalam perhitungan total system uncertainty. Pengukuran temperature disuatu tanki yang tinggi dan besar tidaklah sederhana, bahkan bisa dikatakan tidak simple. Bayangkan ingin mendapatkan besaran suhu yang mewakili temperature suatu volume tangki yang diameternya separuh lapangan bola dan tingginya puluhan meter. Dipinggir, diujung, ditengah, diatas, pagi, siang, malam, saat produk dipompa, bisa mempengaruhi pengukuran temperature. Demikian puladengan pengukuran water level, density disuatu tangkiyang besar banyak dipengaruhi oleh berbagai factor.

Juragan flowmeter juga seringkali mengajukan data akurasi flowmeternya, padahal untuk sampai ke NSV jalannya juga tidak mudah dan ceritanya juga tidak kalah asyik (atau malah membosankan). Kalau yang dikirim ada airnya, tentunya mesti dihitung juga. Dan tentunya mengukur kandungan air dari suatu volume yang besar juga tidak mudah karena laboratorium pasti nggak mau kalau disuruh menganalisa crude sebanyak satu tanker. Solusi yang ditawarkan bisa macam2, bisa pakai grab sampler ataupun online water cut – tapi lagi-lagi cukup banyak yang harus diperrhitungkan.

Complicated? Don’t worry masih lebih mudah membandingkan ATG dan Metering System dari pada menentukan mana yang lebih cantik antara Julia Perez dan Angelina Jolie.