Saya ingin menanyakan tentang Tanki Fuel (API-650) : 1. Dari customer hanya diketahui working capacity, filling dan discard rate, bagaimana menentukan design liquid capacity (maximum capacity), apakah ada perhitungan atau panduan berdasarkan code?? mohon pencerahannya, 2. Apakah ada perhitungan Estimasi berat floating roof double deck?? saya mo menghitung internal pressure di bottom plate, 3. Kapan sebuah tanki harus didesain frangible atau non frangible, apakah tergantung mood customer?

Tanggapan 1 – Joey Satriany

Dear Para Senior,

Secara saya newbie dalam bidang ini, jadi saya ingin tanyakan ttg Tanki Fuel (API-650)

1. Dari customer hanya diketahui working capacity, filling dan discard rate, bagaimana menentukan design liquid capacity (maximum capacity), apakah ada perhitungan atau panduan berdasarkan code?? mohon pencerahannya…

2. Apakah ada perhitungan Estimasi berat floating roof double deck?? saya mo menghitung internal pressure di bottom plate…

3. Kapan sebuah tanki harus didesain frangible atau non frangible, apakah tergantung mood customer???

Terimakasih atas petunjuknya.

Tanggapan 2 – edfarman chan

Share saja,

1. Sebaiknya tanya ke process group unt equipment sizing dan menentukan liquid level di tangki.

2. Unt berat FR tidak ada dicode, tapi hitung manual berdasarkan bentuk dan dimensional design anda. Tapi tekanan di bottom plate tidak terkait langsung dgn berat FR, cukup dari liquid level. Hukum Archimedes aja dasarnya.

3. Ya frangible or not tergantung permintaan client. Biasanya diapplikasikan pd tangki dgn small internal pressure. Kalau frangible joint maka top angle to roof joint harus sesuai design/code.

Semoga membantu.

Tanggapan 3 – Joey Satriany

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, untuk agan dibawah ini, tp sharing-nya jgn nanggung dong gan, sekalian aja saya disuruh baca code ato standard apalah yg mendukung he99x, overall tenkyu lah…

1. Nah itu dia gan, secara saya jg ingin tahu referensi ataupun parameter apa yg dijadikan dasar penentuan liquid level (coz org processnya udh tuwir bos n satu2nya jd jual mahal, diajak diskusi dikit isinya urat leher keluar smua)

2. Kalo logika saya bilangnya, selain hidrostatic dr liquid (max level), berat FR pasti menambah total pressure yg diterima bot. plate dan course paling bawah, apakah alurnya desain dulu FR baru decide plate thickness??? mungkin ad tips dr designer2 senior diluar sana???

3. Kondisi frangible dipadu dengan self supported roof, butuh design khusus ga ya??? ato API 650 aj cukup??? dikantor saya ada TANK 3.1 bisa dipake ga yah??? secara saya lihat di forum2 eng software tsb tdk mengakomodir floating roof di dalamnya….

Ayo dunk agan-agan yg kawakn lain bantu gw….

Tanggapan 4 – Crootth Crootth

Dear Mas Fajar Y

1. Saya rasa tidak profesional memberikan komentar ‘org processnya udh tuwir bos n satu2nya jd jual mahal, diajak diskusi dikit isinya urat leher keluar smua’. Dengan memberikan komentar seperti ini anda telah, mengesankan diri kurang profesional. Kembali ke topik utama, penentuan design capacity tidak sekedar berdasarkan masukan dari Process Engineering melainkan juga masukan dari Process Safety Engineer/ Risk Engineer berupa Fire Plan atau Fire Explosion Strategy pada tangki yang dirancang, apakah aman (safe) mendesain tanki dengan 80% level, 60% level dst? Berapa lama tangki 80% level bisa dikosongkan jika terjadi kebakaran dst.

2. Jika mau komprehensif silahkan tambahkan juga: kemungkinan FR tidak membuang liquid yang ada di atasnya (karena hujan misalnya) karena roof drain nya mampet atau swivel / chiksan / flexible hose (pipe), etc. nya macet dan FR tidak seimbang dan terbuka, sehingga ada kemungkinan base plate menerima beban liquid yang di dalam tangki + berat FR + berat air hujan yang tertampung . Tapi seberapa besar kemungkinan ini? Saya lebih sepakat dengan komentar mas Edfarman di bawah.

The devil is in detail, sebaiknya berpikir sederhana saja.

3. The devil is in detail, again. API 650 sudah mencukupi buat dasar perancangan.

Semoga membantu,