Over Speed Test (OST), tujuannya untuk memastikan fasilitas pengaman pada saat terjadi emergency case ( dalam hal ini speed yang melebihi normal operasi). Intinya, ada pembatasan speed yang boleh terjadi pada turbin. Biasanya besarnya speed tersebut sudah termaktub didalam manual turbin atau bila mengacu pada API STD 611 atau API STD 612, maksimum speed tersebut adalah 127% dari rated speed. OS system tersebut biasanya ada 2 macam, yang pertama mechanical system dan yang kedua electronic system (instrument). Untuk prosedurnya, turbin dijalankan dalam kondisi uncouple sampai mencapai speed yang telah ditentukan sesuai standard (127% dari rated untuk API STD 612). Pada saat speed tersebut tercapai, seharusnya turbin akan trip. Apabila tidak trip, perlu dilakukan resetting kembali pada system OS-nya.

Tanya – Kelik Virgiantoro

Mau tanya nih, khususnya rotating equipment…. khususnya steam turbine

1. bagaimana prosedur overspeed test?

2. di mn dilakukan ? di shop/pabrik turbin ato di site project?

3.bagaimana prosedur balancing standar? brp rpm speed balancingnya?

4. apa akibatnya jika sistem test dan function test pd pompa dilakukan tanpa fluida?

5. pernah dengar barring test? sy cari di google g ketemu….

sbg info:

Steam Turbin made in china,

power 9 MW

speed 3000rpm

inlet pressure 4.9 MPa

ex pressure 0.0076 MPa

thx sebelumnya.

Tanggapan 1 – Taufiq Firmansyah

Pak Kelik,

Kalau overspeed test-nya dilakukan pada Bently-Nevada system, silakan buka2 archive diskusi milis migas sekitar awal Agustus 2011.
Pak Zainal Abidin dari Dept.Mesin ITB menjelaskan panjang lebar mengenai tips dan trik menggunakan proximitor sensor pada sistem tersebut.

Tanggapan 2 – Riki Sapari

Dear Pak Kelik,Mhn ijin ikutan urun rembug untuk pertanyaan bapak berikut.1.

Sependek yang saya tahu untuk OST (Over Speed Trip) test yang dilakukan adalah mechanical test dan electronic test. untuk mech test yg dilakukan adalah ada device OSt ini yang letaknya ada di salah satu sisi turbine brupa pegas dan sebuah bola dimana mechanical test yang dilakukan mendekati operation speed yaitu 3000 rpm. Untuk electronic test saya belum pernah melakukan dan melihatnya.2. Proses OST test biasanya selama project yg saya alami dilakuka di shop, dan belum pernah dilakuka disite karna harus melepaskan device OST ini dari rotr turbin CMIWW.3. Procedurebalancing rotor turbine ada 2 type yaitu low speed dan high speed balancing. Untuk low speed shop lokal sudah byk yang bisa melakukannya sedangkan untuk high speed setahu saya belum ada, kami dulu biasa ke General Turbo Rumania.4. Utk pompa yg akan di simulasikan dgn keadaan tanpa fluida , tidak recommended karna akan merusak baik itu bagian stationary or rotating part lainnya selain itu juga akan merisak si mechanical seal yang berfungsi menahan kebocoran pada saat si pompa running.5. Barring test, sy belum pernah dengar mas mhn maaf tidak bisa kasih komen.Mungkin itu dahulu sedikit haring dari saya yang newbie. Mohon koreksinya dari para tetua Roteq di Milis tercinta ini, mungkin Pak Sigit Bekti or Pak Jono Banten bisa memberikan sharingnya kepada kita2……monggo

Tanggapan 3 – Sigit kumoro bekti

Salam kenal mas kelik

urun rembug,

1. Overspeed bisa dilakukan di manufacture and site, saya pernah beberapa kali tapi untuk gas turbine, pada umumnya ada 2 type yaitu electronic overspeed yaitu proteksi overspeed dilakukan oleh signal yang berasal dari speed sensor pada umumnya 110% dan yang kedua adalah mechanical dimana ini adalah last proteksi untuk mesin pada umumnya pada +/-113%. Bisa dilakukan dua duanya. khususnya untuk mechanical overspeed, hal yang harus dilakukan adalam inspeksi overspeed mekaniknya supaya yakin memang bekerja denan baik dan me verifikasi clearance antara shaft dengan boltnya. pada saat ini untuk beberapa turbomachinery (khususnya GE) sudah tidak menggunakan mechanical overspeed bolt) semua proteksi dilakukan oleh speed sensor memalui control system.

2. lihat No 1.

3. sudah banyak tanggapan dari rekan rekan.

4. Ga punya gambaran

5. yang saya tahu untuk GT or ST, barring adalah sequence pada saat start up atau shutdown, pa

Tanggapan 4 – Sigit kumoro bekti

Salam kenal Ms kelik, hanya mengoreksi email saya sebelum… karena error pada saat sending

1. Overspeed bisa dilakukan di manufacture and site, saya pernah beberapa kali tapi untuk gas turbine, pada umumnya ada 2 type yaitu electronic overspeed yaitu proteksi overspeed dilakukan oleh signal yang berasal dari speed sensor pada umumnya 110% dan yang kedua adalah mechanical dimana ini adalah last proteksi untuk mesin pada umumnya pada +/-113% (setpoint yang berasal dari manufacture). Bisa dilakukan dua duanya. khususnya
Untuk mechanical overspeed, hal yang harus dilakukan adalah inspeksi overspeed mekaniknya supaya yakin memang bekerja denan baik dan me verifikasi clearance antara shaft dengan boltnya. pada saat ini untuk beberapa turbomachinery (khususnya GE) sudah tidak menggunakan mechanical overspeed bolt) semua proteksi dilakukan oleh speed sensor memalui control system.

2. lihat No 1.

3. sudah banyak tanggapan dari rekan rekan.Saya pernah melakukan in situ baik untuk ST maupun GT, saya melakukannya pad nominal speed untuk shop balancing. seperti mas Riki sampaikan ada 2 type low speed balancing or high speed dimana keduanya punya fungsi yang berbeda yaitu berdasarkan apakah rotor meruakan unflexible rotor atau flexible rotor maksudnya apakah rotor berputar pada operating speed dibawah critical speed atau diatas.

4. sudah banyak tanggapan

5. yang saya tahu untuk GT or ST, barring (dalam fungsi lain sebagai TG atau racheting) adalah sequence pada saat start up atau shutdown, pada saat start up sebagai permissive criteria untuk melanjutkan sequence start up. dan pada saat shutdown sebagai sequence cool down GT/ST. Apakah barring yang dimaksud ini?

semoga membantu.

Tanggapan 5 – kelik Virgiantoro

thx atas penjelasannya. utk barring test sy blom ada gambaran yg pas. ini sy lampirkan prosedur barring test yg sy terima dr kontraktor. mohon ditanggapi…

Tanggapan 6 – Sigit kumoro bekti

Mas Kelik,

Kalau dilihat prosedur dari OEM, prosedur ini untuk pengetesan mekanisme rotor barring sama dengan penjelasan saya sebelumnya, so agar pada saat start up or shutdown berfungsi dengan baik. biasanya barring pada putaran rendah (1 – 35 RPM) (fungsi lain sebagai TG atau rachetting) dimana tujuannya untuk menghindari shaft bent pada rotor setelah beroperasi pada temperature tinggi pada saat cooldown.

Semoga yang dimaksud ini

Tanggapan 7 – ‘Adha Novriansyah’

Sedikit sharing sependek pengetahuan yang saya miliki, mudah-mudahan bisa membantu :

Over Speed Test (OST), tujuannya untuk memastikan fasilitas pengaman pada saat terjadi emergency case ( dalam hal ini speed yang melebihi normal operasi). Intinya, ada pembatasan speed yang boleh terjadi pada turbin. Biasanya besarnya speed tersebut sudah termaktub didalam manual turbin atau bila mengacu pada API STD 611 atau API STD 612, maksimum speed tersebut adalah 127% dari rated speed. OS system tersebut biasanya ada 2 macam, yang pertama mechanical system dan yang kedua electronic system (instrument). Untuk prosedurnya, turbin dijalankan dalam kondisi uncouple sampai mencapai speed yang telah ditentukan sesuai standard (127% dari rated untuk API STD 612). Pada saat speed tersebut tercapai, seharusnya turbin akan trip. Apabila tidak trip, perlu dilakukan resetting kembali pada system OS-nya.

OS, biasanya dilakukan dipabrik sebelum turbin dikirim kepada client dan hasilnya akan dilampirkan berupa dokumen (atau bisa di witness jika dirasa perlu). Namun, client biasanya akan melakukan OST kembali di site pada saat turbin akan di commissioning, untuk memastikan system proteksi sudah sesuai standard.

Untuk balancing, bisa dilihat pada API STD 611 atau API STD 612. Speed untuk balancing tergantung dengan rpm mesin anda, sebaiknya dilakukan pada speed berkisar +- 10% operational speed (CMIIW, please refer to API STD 611 atau STD 612), Namun untuk mesin2 yang high speed, fasilitas high speed balancing di Indonesia belum ada yang memiliki, jadi apabila hendak melakukan high speed balancing, biasanya harus dilakukan di negara2 seperti Jepang, Jerman, dll. Bisa minta referensi kepada manufacture turbin yang anda punya. Yang saya tahu untuk balancing machine 1500 rpm ada beberapa shop di Indonesia yang punya. Untuk 3000 rpm, no comment.

Jika system test dan function test pompa dilakukan tanpa fluida (incompressible fluide), tentu saja menyalahi basic design pompa. Pompa didesign fungsinya untuk mengalirkan fluida (incompressible fluide), otomatis untuk melihat karakteristiknya, harus dilakukan test dengan fluida (incompressible fluide). Meskipun fluida (incompressible fluide) actual berbeda, namun hasilnya bisa dikonversikan dengan hitung2an. Apabila dijalankan tanpa fluida (incompressible fluide), akibatnya akan merusak internal part pompa dikarenakan kestabilan dinamis pompa terganggu. Contoh kasus saja, apabila pada saat running pompa tidak dilakukan venting, bisa menyebabkan vibrasi. Apalagi kalau fluida (incompressible-nya) tidak ada.

Barring Test–à No comment

Tanggapan 8 – JONO pharjono

mas Kelik, sekedar berbagi:

1. Saya belum pernah melakukan OS Test.

2. Biasanya di lakukan di pabrik pembuat steam turbine. Saya belum pernah melakukan OST di plant kami.

3. Kalau untuk balancing steam turbine, saya belum pernah melakukannya dan seingat saya, di plant saya belum pernah ada balancing untuk steam turbine, kalaupun ada permasahan di shaft/di blade turbinenya, kami ganti dengan spare. Saya hanya melakukan on site balancing untuk fan (overhung system). Speed nya tergantung dari drivernya, bisa 3000 rpm ataupun 1500 rpm (speed aktual)

4. No comment

5. No comment

Tanggapan 9 – suwardi

Sekedar berbagi,

1. sependek pengetahuan saya overspeed trip test dilakukan pada 110% operating speed (dengan variasi 1%)

2. biasanya overspeed trip test dilakukan di shop, tapi dalam beberapa kasus kami pernah melakukan trimming dilapangan (jenis mechanical OSTD) dengan menambah atau mengurangi shim.

3. jika yang dimaksud adalah high speed balancing, maka rotor diputar sesuai dengan operating speed, koreksi dilakukan minimal dalam 3 mode, V mode (1st critical), S-mode (2nd critical) dan operating speed. biasanya high speed balancing hanya dilakukan sekali oleh manufacturer, setelahnya bisa dilakukan low speed balancing kecuali jika ada perubahan yang extreem dari rotor (destaging, reblading semua stage, rotor bending, etc). untuk low speed balancing biasanya dilakukan dengan putaran <1200 rpm tergantung dari rotor yang akan di balancing.

4. functional test pompa tanpa fluida? kemungkinan paling jelek semua rotating part overheat & melting, bisa juga casing hangus (pernah kejadian di salahsatu client kami)

5. –

Tanggapan 10 – Deny Setiyawan

Menambahkan informasi dari apa yang sudah disampaikan Mas Adha Novriansyah,
secara praktis lapangan Overspeed Trip Test dilakukan sbb:

1. pada 110% dari nominal speed untuk menguji turbine protective device apakah masih bekerja dengan baik.

2. Test dilakukan minimal 6 jam dari Full Speed No Load (FSNL)

3. Pengujian dilakukan sebaiknya satu bulan sekali atau setelah dilaksanakannya major inspection / major overhaul.

4. Dilihat dari data Spec Teknis turbin 9 MW, sepertinya untuk PLTU Batubara skala kecil di Pulau Terpencil atau mulut tambang. Menurut hemat kami di daerah tersebut rawan terjadi gangguan eksternal akibat gangguan dari penyulang. Pada kondisi tersebut, rawan terjadi overspeed trip, sehingga pengujian turbine protective device tersbut penting dilakukan secara rutin.