Dalam mempelajari floating structure (floater), ada 2 bidang keilmuan mendasar yang mensupport : – masalah bangunan apung (naval arch), yang meliputi, stabilitas, hidrodinamik, perilaku gerak bangunan apung, gaya gaya lingkungan (gelombang, arus, angin, pasut).
Output dari riset dibidang ini biasanya ke didapatkannya perilaku gerak bangunan apung saat menerima beban beban lingkungan yang sangat ekstrim menjadi lebih baik daripada sebelumnya; – masalah struktur. Semua hal yang berhubungan dengan struktur.
Output dari riset di bidang ini biasanya ke didapatkannya suatu design struktur (sebagian ataupun seluruhnya) dari suatu bangunan apung menjadi lebih optimal (lebih ringan, lebih simple, lebih murah .. dll).

Tanya – Aryo Seto Wicaksono

Dear Teman2 Milis Migas,

Saya sedang mencari masukan untuk final project topic dalam rangka menyelesaikan studi master saya. Kebetulan saya ingin memfokuskan diri ke Floating Structure. Sehubungan saya masih baru mengenal floater ini, mohon kira2 teman2 barangkali punya masukan, saran, ataupun info tentang apa yang lagi didevelop dan ‘hot’ untuk floating structure. Dari pihak kampus menawarkan beberapa topik juga selain FPSO. Berikut ada beberapa opsi yang diberikan

1. Fracture of Ship Structure

2. FE Analysis of Ship Structural Connection

3. Impact Loads of FPSO

4. Spar Heave Plate Testing

5. Effects of Ice on Offshore Installation

6. Development of a Preliminary Design Tool to Asses the Perfomance of an FPSO due to wave, wind and current Loading

7. Active vs Passive Dynamic Control of Slender Offshore Structure

Mohon pencerahan dari rekan2 migas, barangkali ada issue lain yang mungkin potensial bisa dijadikan final project.

Terima kasih sebelumnya.

Tanggapan 1 – budi setyo

Pak Aryo,

Dalam mempelajari floating structure (floater), ada 2 bidang keilmuan mendasar yang mensupport

– masalah bangunan apung (naval arch), yang meliputi, stabilitas, hidrodinamik, perilaku gerak bangunan apung, gaya gaya lingkungan (gelombang, arus, angin, pasut).
Output dari riset dibidang ini biasanya ke didapatkannya perilaku gerak bangunan apung saat menerima beban beban lingkungan yang sangat ekstrim menjadi lebih baik daripada sebelumnya.

– masalah struktur. Semua hal yang berhubungan dengan struktur.

Output dari riset di bidang ini biasanya ke didapatkannya suatu design struktur (sebagian ataupun seluruhnya) dari suatu bangunan apung menjadi lebih optimal (lebih ringan, lebih simple, lebih murah .. dll).

Sekarang dari Bapak sendiri … mana yang akan ditekuni ?

Setelah hal ini diputuskan, baru Bapak bisa menggolongkan riset berdasarkan hal tingkatan capaian riset yang diinginkan

– riset dasar

– riset terapan

– riset percepatan/difusi teknologi

Setelah itu semua diputuskan, baru kita mencari tema riset yang ingin dilakukan.

Contoh Misalkan, tertarik di

– hydrodinamika, di riset dasar. Akan muncul tema tema yang banyak berkutat ke riset masalah masalah bentuk hidrodinamis dari suatu bangunan apung pada media air, teori gelombang, CFD, pembuktian koefisien koefisien tertentu

– hidrodinamika terapan. Misalkan tema masalah : penambahan roll stabillzation, bilge keel, bulbous bow, pengaruh sudut masuk, mooring arangement, dll

– hidro di percepatan/difusi, misal prosedur instalasi dilaut, lifting stability, impact, drop object, berthing, maneuvering in restricted .. dll

Jadi masih banyak sekali topik penelitian yang bisa dilakukan untuk bidang ini. Kalau kita seach juga paper paper / jurnal yang membahas masalah floating structure ini juga .. luar biasa banyaknya.

Selamat berkarya

Tanggapan 2 – prio sriyono

Pak Aryo,

Topik 1 sd 7 menarik, cuma itu terlalu luas.

Lebih baik ditanyakan lagi, lebih spesifik goal-nya kemana???

Contoh: Fracture of Ship Structure??

Goalnya kemana?? Apa Arah fracture mechanicnya (crack propagation)??? Apa fatigue lifetimenya?? Lokasi yg dianalisa khusus daerah mana di kapalnya?? apa lebih ke fracture loadnya?? Apa khusus utk operation Indonesian Waterways?? Apa membahasnya by experiment lab atau by numerical analysis atau by analytical solution?? Apa khusus membahas 1 bentuk joint connectionnya?? dll.. dll…

Tanggapan 3 – Aryo Seto Wicaksono

Pak Prio,

Terima kasih responnya. Untuk soal detailnya pun saya masih mencari2 informasi juga. Sebelum berdiskusi sama professor yang bersangkutan saya harus ada gambaran juga. Tapi mungkin barangkali menurut pak prio yang kira2 menjadi issue untuk misalnya FPSO kira2 apa ya?. Salah satu yang saya lagi baca2 juga tentang deep draft semi, dalam rangka mengurangi heave motion. Ada juga ide yang menambahkan heave plate pada jenis platform semi sub. Kira2 barangkali ada informasi apa yang sedang dikejar para pembuat floater, terlepas dari metode penelitian yang akan dilakukan.

Pak Budi,

Terima kasih responnya. Saya mulai ada gambaran nih, antara urusan structure dan urusan naval, juga dengan jenis penelitiannya dasar, terapan dan difusi. Sepertinya saya lebih condong yang ke difusi, karena sepertinya langsung berhubungan langsung dengan objectnya. Terlepas dari itu barangkali jika pak Budi ada informasi mengenai apa yang kira2 lagi didevelop didunia floater mohon diberi pencerahan.

terima kasih.

Tanggapan 4 – prio sriyono

Dear P Aryo,

Deep draft semi & heave plate pada jenis platform semi sub artinya sampiyan riset ttg seakeeping isue.

Kalo deep draft semi, targetnya kemana?? Apa ingin membuktikan kalo deep draft bisa mengurangi heaving motion?? Lalu apakah buat semi sub-nya dari baru?? Kalo dari baru bgmn meyakinkan bahwa heaving motion lebih baik?? Lalu apakah membuktikannya dengan cara experiment (towing tank lab) atau secara numerical atau secara analytical saja?? Mungkin lebih baik mengembangkan dari semi sub yg pernah ada, lalu di modifikasi menjadi deep draft. Cuma nanti sampiyan harus punya alasan, dari sisi teknis & ekonomisnya bagaimana?? Percuma saja kalo dr sisi seakeeping nya bagus tapi dari sisi teknis lainnya & ekonomis (cost-benefit) tdk masuk.

Kalo heave plate, sepertinya mirip-mirip bilge plate di kapal (utk mengurangi rolling & jg heaving motion). Yg mau ditinjau mananya?? Apakah sekedar membuktikan bahwa dgn dipasang heaving plate, bisa mengurangi heaving motion?? -Mungkin jawabannya iya-. Atau mau melakukan optimisasi desain heave platenya?? Misalnya ukuran heave plate terhadap semi sub, lokasi pemasangannya di semi sub hull, jumlah terpasangnya, dll.

Yang jelas tentu sdh harus ditarget: model semi sub nya yg akan dijadikan penelitian apa?? lokasi operasionalnya dimana?? pemiliknya siapa??

Mungkin soal fracture structure akibat blasting bisa jd topik juga. Ambil contoh buat studi soal blasting di cargo tank di salah satu fso disini yg terjadi tdk lama. Tujuannya utk mengetahui tingkat keamanan penggunaan single hull tanker sebagai converted fso. Lalu bandingkan dengan double hull fso utk case yg sama akibat blasting. Kalo utk permodelan secara numerical pake Ansys atau Patran/Marc.

Mungkin banyak kelirunya, mohon maaf…