Melting dapat terjadi karena beban arus dan jarak lampu terjauh yang terpasang, kadang daya arus yang mengalir pada cabel memang dapat ditahan oleh cable tetapi dengan penambahan jarak dan jumlah lampu yang terpasang harus di perhitungkan dropvoltage karana ini mempengaruhi panas pada cable juga.

Tanya – Pandhu Lakshana

Dear MIGAS-ers,

Sesuai topik di atas, apa ada yang pernah melakukan investigasi/ risk assesment pada elektrik kabel, terutama kabel yang terpasang pada vessel ?

Misalnya : ada kasus kabel meleleh/ melted cable yang ditemukan pada elektrikal instalasi di atas kapal, Mungkin saja masalahnya ada pada insulasinya yang bisa jadi terdegradasi sehingga menyebabkan core-nya meleleh.
Sebagai containment action, 100% inspeksi pada kabel yg terpasang di vessel tsb sudah dilakukan terutama pada merek kabel yg berkaitan dengan issue meleted cable tersebut dan belum bener2 ketemu root cause-nya. Takutnya akan terjadi juga pada kabel lain dan pada tempat yang lain di kemudian hari. Pengennya sih di cari akar masalahnya supaya bisa meminimalisir kemungkinan failure yang sama as low as reasonable possible.

Initial HAZID beserta konsekuensi dan frekuensi serta counter measures sudah dilakukan tapi ternyata hanya bisa menurunkan resiko frekuensi kejadian saja, tapi tingkat bahaya/ severity level-nya punya kecenderungan tetap tinggi. Alhasil, pada akhirnya tingkat resiko/ risk level-nya masih tinggi/ HIGH karena severity level tetap tinggi.

Kira-kira jika dibuat risk assesment untuk mencari tahu/ memitigasi masalah pada kasus kejadian ini dan membuat risk-nya menjadi rendah, secara umum langkah2 penting apa yang mesti dilakukan ? Apa ada guidance/ link/ buku yang ‘dekat’ dengan masalah ini yang bisa saya baca-baca ?

Terima kasih.

Tanggapan 1 Γ’β‚¬β€œ mustawan

Mas Pandu,

Saya suspect di installation detail dari cables, sometime hal yg mendasar semacam medan electromagnetis yg ga balance bisa menyebabkan hal semacam itu. RST cable harus tricoil misalnya biar zero. Arah cable route etc. Kalo ada detail mungkin bisa japri aja.
Semoga cepet solve

Tanggapan 2 – Jamaludin

Mas,

Paling mendasar perihal specifications dan peruntukan dari cable itu sendiri, yang terkadang suka diabaikan oleh enduser.

Tanggapan 3 – Agus Purwanto

Pak Pandhu,

Yang meleleh tentunya adalah isolasi dari kabel tersebut dan bukan konduktornya kan? Kebanyakan yang menyebabkan isolasi dari kabel tersebut meleleh adalah suhu yang tinggi dimana kabel tersebut dipasang dan juga lingkungan yang bersifat merusak dimana kabel tersebut dipasang. Lingkungan merusak ini mempunyai karakter seperti : suhu tinggi, suhu rendah, kondisi kerja berminyak, terjadinya beban mekanis pada saat bekerja, udara laut,air laut. Dimana jika lingkungan tersebut mempunyai suhu yang tinggi akan dapat menyebabkan isolasinya meleleh atau permukaan isolasinya mengeras. Maka dari itu ketika kita akan memasang kabel untuk daerah tersebut harus lebih dperhatikan material kabel yang cocok untuk dipasang di tempat tersebut atau sebisa mungkin kabel tersebut tidak melewati di lingkungan tersebut.

Saran:

– Bisa baca buku ‘ Electrical Cable Handbook’ dibaca disitu dijelaskan tentang berbagai macam jenis material kabel. Yang mana dari situ kita akan mendapatkan referensi material yang mana yang cocok untuk lingkungan dimana kabel terebut akan di pasang

Tanggapan 4 – Pandhu Lakshana

Dear All, terima kasih atas masukannya yang berharga.

Saya pikir juga ada kemungkinan ada sesuatu yang ‘salah’ dengan prosedur ketika instalasi awalnya. Ada spesifikasi/ peruntukan kabel yang mungkin tidak sesuai pada awal instalasi (AWG size, ampere load rating, insulation test yang tidak dilakukan dengan baik, terminasi yang kurang baik, load test yg tidak sesuai prosedur dlsb, pemilihan material yang tidak sesuai dengan temperature di mana kabel tersebut di pasang dll)

Masalahnya, ini terjadi bukan pada saat commissioning, dan baru terjadi / diketahui pada saat2 ini. Fyi, kabel di-instal pada vessel sekitar tahun 2006-2007 di salah satu galangan di korea. Masalah melting cable ini ditemukan hanya pada kabel merek tertentu. Decision awal yang dilakukan adalah menginspeksi kabel dari merek tersebut yang diproduksi dan diinstal pada periode tahun 2004 ke atas.
Dari pihak owner mengidentifikasi ada 3 vessel yang menggunakan kabel tersebut dan sudah mengkonfirmasi problem serupa yang juga terjadi pada vessel lain yang diinstal pada shipyard yang sama dengan merek dan produksi kabel yang sama.
Dan, dari investigasi ditemukan bahwa melting cable yang terindikasi pada 2 vessel ini terjadi pada kabel sekitar terminasi lampu fluorescent pada area akomodasi.

Masalah yang saya hadapi sekarang adalah belum ada akses langsung ke vesselnya πŸ™‚ apalagi data penunjang ketika instalasi. So far, saya hanya mendapat informasi dari field/ crew dan melakukan desktop analysis. Dan saya ragu jika data instalasi/ commissioning cable tahun 2006 lalu masih ada πŸ™‚ Apalagi sekarang vesselnya lagi sibuk/ occupied. Makanya si owner mau pake risk assesment untuk menjustifikasi kalo tingkat bahaya karena melted cable itu rendah dan kapalnya bisa tetap jalan πŸ™‚ yang jadi kendala dalam risk assesment ini adalah, so far, counter measures yang sudah / bisa dilakukan hanya sebatas hal2 yang hanya menurunkan frekuensi kejadian, seperti inspeksi berkala dan lain sebagainya. Tapi belum ketemu counter mesure yang bisa menurunkan severity level-nya.

Saran mas Faried, dik Udin dan pak Agus, di bawah ini insya Allah akan saya coba propose untuk mengecek kembali detail ketika proses instalasi, terutama area yang mengunakan kabel merek tertentu pada produksi tahun tertentu tersebut. (mudah2an dapet akses πŸ™‚ )

Saya sih sudah siap ngeluarin ‘saran tidak populer’ seperti ganti/ replace cable dengan material yang sesuai dengan spesifikasi environment/ consumer yang ingin dipasang, (terutama pada lampu fuorescent sekitar akomodasi) tentu saja setelah detail investigasi dan verifikasi berkaitan dengan prosedur instalasi kabel sudah dilakukan dan memang ditemukan indikasi ke arah tersebut.

Anyway, jika ada rekan MIGAS yang bisa share corrective action lain yang bisa dilakukan (yang low-cost solution tentunya ^_^) supaya severity level/ tingkat bahaya melting cable bisa ditekan pada kasus ini, akan sangat membantu sekali.

Terima kasih.

Tanggapan 5 – Ardi Soma

Pak Pandu

Berikut sedikit referensi dari DNV dan maker

Tanggapan 6 – ‘Teguh Kurnianto’

Hello pak Pandhu

Kapal bapak termasuk klas apa? saya bekerja di galangan kapal dan bagian Electrical,biasanya sebelum menentukan jenis kabel yang digunakan saya lihat DNV role(klas rusia),siapa tahu ada penyimpangan jenis/ukuran cable ,klu udh dapat solusi,tolong share yach pak,thanks

Tanggapan 7 – Pandhu Lakshana

Pak Teguh,

ada 2 kapal yg terindikasi pak, 1 pake kelas dari amerika dan 1 pake kelas dari norway (bukan rusia pak πŸ™‚ )

Dari field/ crew information sih, hal ini sudah dicek dan sudah sesuai katanya. Cuman saya belum dapet akses untuk verifikasi langsung.

Tanggapan 8 – bambang ismoyo

Semoga reference ini membantu, silahkan review : IEC 60092-352.

Tanggapan 9 – Pandhu Lakshana

Terima kasih mas Bambang, ini memang salah satu referensi saya, terutama untuk mengecek material dan instalasi-nya. Cuman saya masih belum dapet akses dan informasi ttg data dan instalasi dari eksisting kabel yang sudah terpasang (karena sudah diinstall tahun 2006-2007 lalu).

Tanggapan 10 – fajar suhartono

Pak Pandu,

Kabel yang meleleh itu MV atau LV?

Dimana terjadinya kabel meleleh? tengah kabel atau pada terminalnya?

Berapa besar arus yang melewati kabel tersebut ?

Kecendrungan kabel meleleh adalah dikarenakan insulation break down, terutama pada MV cable. atau bisa dikarenakan terminalnya kendor, sehingga tahanan joint-nya turun, ingat, panas adalah hasil perkalian Arus kuadrat kali R.Untuk insulation brakdown di tenggah kabel bisa dikarenakan instalasi yang kurang baik, seperti over bending.

Untuk itu:

1. Pastikan dengan periodic maintenance untuk semua terminasi (di torque ulang) tiap 6-12 bulan.

2. Pastikan bahwa bending pada kabel tidak melebihi specifikasi dari manufacture

3. Untuk Medium Voltage cable, check terminasi kabel dari partial discharge atau korono (bisa dengan mengunakan ultrasonic detection)

4. Pastikan bahwa harmonisa sistem sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Semoga Membantu,

Tanggapan 11 – Pandhu Lakshana

Pak Fajar,

Terima kasih atas inputnya.

Seperti imel saya sebelumnya, dari hasil investigasi ditemukan bahwa melting cable terindikasi pada 2 LNG carrier yang mengunakan produk kabel yang sama dan terjadi pada kabel sekitar terminasi lampu fluorescent pada area akomodasi (~220V). Jadi bukan ditengah2.

Berdasarkan informasi tambahan, dari investigasi di lapangan disimpulkan juga bahwa secara umum ini terjadi karena ‘wear and tear’. insulasi kabel sudah mulai ‘aus’ karena faktor ‘life time’-nya.

Sekarang kami sedang menganalisa dan melakukan due-dilligence apakah Risk Assessment ini sudah cukup atau belum. Dan bbrp countermeasures berkaitan dengan tindakan yang harus dilakukan thd kabel itu sendiri untuk menurunkan severity level sudah dilakukan, seperti mengganti kabel yang sudah rusak insulasinya karena termakan usia dan memilih material yang pas dengan kondisi lingkungan dan memberlakukan instalasi yang sesuai dengan prosedur spt yang pak Fajar uraikan juga dibawah.

Tanggapan 12 – Musriady Mustari

pak Fandhu dan rekan2 lain

Kalau melting ini terjadi pada kabel2 lampu 220V biasanya minimum pakai penampang 1,5mmsq bahkan beberapa kapal menyratkan min 2,5mmsq.

Tarolah pakai 1,5mmsq, current max capacitinya ~16A perhitungan kasarannya P=VI cos alfa, 220Vx16A (abaikan sj power factorx) = 3520Watt.

Kalau lah di seri beberapa lampu pun tak kan sampai sekitar 3520Watt.

Bisa dipastikan bhwa melelehnya kabel itu bukan karena over current.

Tambahan juga, pernah saya di perbantukan di owner site di salah satu galangan d sini, sy liat langsung beberapa kable yang di belum terpasang masih di drum nya di gulung sudah pada meleleh & retak isolasinya.

Saya tanya orang store, dia bilang akan di return balik ke vendornya. Ya mungkin salah maufature kali.

Tanggapan 13 – Pandhu Lakshana

Pak Ady,

Apa kabar nih ? πŸ™‚

Terima kasih atas masukannya.

Dari investigasi lapangan saya dengar bahwa secara umum, wire insulation-nya udah worn-out dan sudah mendekati lifetime-nya. Belum ada final report sih, cuman sepertinya akan ada penggantian untuk kabel2 tersebut.

Iya, fokus-nya sekarang ke fluorescent light di akomodasi (tempat masalah banyak ditemukan). Suspect -nya disamping lifetime sih juga kemungkinan manufacturing issue, karena untuk tahun produksi lain tidak / belum dijumpai kasus serupa.

Oh iya, apa ada yang tahu tentang aturan/ rules yang berkaitan dengan aplikasi UV protection pada kabel sebelum diinstall ?

Terima kasih.

Tanggapan 14 – Philemon Baktiman – emon_3112 simamora

Maaf menambahkan melting dapat terjadi juga karena beban arus dan jarak lampu terjauh yang terpasang, kadang daya arus yang mengalir pada cabel memang dapat ditahan oleh cable tetapi dengan penambahan jarak dan jumlah lampu yang terpasang harus di perhitungkan dropvoltage karana ini mempengaruhi panas pada cable jg.