Dalam term Cost of Quality (COQ), cost dikelompokkan kedalam 4 kelompok besar, yaitu : – Preventive cost (training, planning, vendor/subcontractor qualification,etc); – Appraisal Cost (incoming material inspection, shop inspection (inspection agency, NDT cost, etc); – Internal Failure Cost (rework, replace, etc), dan – External Failur Cost (lebih kepada rework yang terjadi setelah hand over yang disebabkan oleh poor quality).

Tanya – ‘Ina K.Hakim’

Rekan-rekan Milis MIGAS sekalian …

Mohon masukannya tentang pengukuran Cost of Quality (COQ) yang suitable untuk proyek… kebanyakan referensi yang saya miliki adalah perhitungan COQ pada manufacturing industries… Adakah proyek yang sudah berhasil mengukur COQ nya .. ?

Atas masukan rekan-rekan sekalian sebelum dan sesudahnya saya mengucapkan banyak terima kasih….

Tanggapan 1 – hambroh

Mba Ina

Saya ada bentuk cost model untuk oil and gas pipe Proces. Kalau minat bisa japri.

Mbak Ina,

Sependek Pengetahuan saya di Oil & Gas Project yang dimeasure ada 2 dalam perspective KKKS,

1. Project Quality Cost

Definisi: agregate dari semua biaya Quality assurance dan Quality Surveillance yang ditujukan kepada aktifitas project. Dimana jumlah biaya diatas harus didefinisikan secara jelas dalam biaya supervisi suatu project.

Project Quality Cost biasanya meliputi,

– QA/QC personnel cost

– QA Consultancy/Assistance cost

– QA briefing/training

– Quality Audit yang dilaksanakan dengan biaya project

– Inspection/Quality Surveillance assistance ke project

– Inspection Agencies cost

– Warranty surveyor and certification authorities cost

– Persentase dari supervision cost ( tiap perusahaan punya persentase beda2), contoh: 50% cost dari Management level PMT, 75% cost dari Yard/Site Supervision team

2. Project Non Quality Cost

Definisi : agregate biaya yang dihasilkan oleh aspek non quality terhadap aktifitas project.

Biasanya meliputi,

– Additional cost/Legitimate Change order yang dibayarkan ke kontraktor ( Penambahan lingkup kerja, Basic engineering deffect, kegagalan interface, kegagalan LLI supplier)

– Additional personel management cost

– Claims paid by insurance

– Remedial works termasuk engineering cost untuk remedial solution

– Indirect operational cost terhadap KKKS karena keterlambatan Project dan remedial works.etc

Pada akhirnya kedua value diatas akan dibandingkan dengan evaluasi Project customer satisfaction, initial budget ,variance cost, variance duration dan pencapaian project KPI. Sehingga kita dapat mendapatkan measurement yang quantitative terhadap ke efektifan implementasi Quality Management System di suatu Proyek.

Metode diatas tidak refer ke ISO 9000 dan dipakai internally di KKKS tempat saya bekerja, apabila ada yang berbeda kita bisa diskusikan di millis ini. Semoga membantu dan mohon tanggapan rekan2 lainnya.

Tanggapan 2 – ‘Ina K.Hakim’

Pak Firdauzi,

Terima kasih atas masukannya …

Sedikit tambahan dari saya, dalam term Cost of Quality (COQ), cost dikelompokkan kedalam 4 kelompok besar, yaitu :

– Preventive cost (training, planning, vendor/subcontractor qualification,etc)

– Appraisal Cost (incoming material inspection, shop inspection (inspection agency, NDT cost, etc)

– Internal Failure Cost (rework, replace, etc), dan

– External Failur Cost (lebih kepada rework yang terjadi setelah hand over yang disebabkan oleh poor quality)

Tanggapan 3 – Dirman Artib

Apa cost yg diluar dari apa yg ditentukan oleh Mbak Ina bukan Cost of Quality?

Misalnya melakukan Training Safety apakah diberinama Cost of Safety?

Padahal mentraining bidang safety juga bertujuan quality, yaitu agar persyaratan product (product requirements) dapat dipenuhi.

Lalu, apakah mengganti mesin las lama dgn mesin las baru meruapakan Cost of Production?

Padahal jika mesin lama tak diganti akan menimbulkan cacat product.

Apakah merekruit pekerja yang berkomptent bukan sebagai Cost of Quality?

Padahal jika pekerja tak kompetent akan menimbulkan cacat produk.

Apakah Cost of Quality adalah hal yg relevant utk dihitung?

Padahal semua biaya untuk menggerakkan roda organisasi adalah Cost of Quality, termasuk cost utk gaji CEO dan Tea Boy.

Mungkin yang perlu didiskusikan adalah Cost of Poor Quality (CPQ), yaitu biaya tambahan yang seharusnya tak perlu dikeluarkan jika management system mampu mengendalikan operational sehingga semua persyaratan produk (product requirements) dan persyaratan kontrak (contract requirements) dapat dipenuhi.

Mungkin rekan-rekan yang lain bisa menambahkan …. sebagai bahan diskusi ringan diakhir pekan ini..

Terima kasih,

Tanggapan 4 – ‘Ina K.Hakim’

Pak Dirman,

Terima kasih sebelumnya atas inputannya.

Sependek pengetahuan saya, mengenai training dan semua item yg pak Dirman sebutkan tentu saja bisa dikelompokkan dalam preventive cost dalam aplikasi COQ. Namun mungkin dalam skala lebih besar, yaitu sebuah organisasi. Untuk proyek, mungkin parameter komponen cost akan sedikit berbeda, ini yg saya mohon masukan dari rekan2 sekalian.

Sepertix COQ ingin melihat sejauh mana effort yg telah kita buat berdampak pada qualitas produk akhir.

Sejatinya perusahaan yg telah matang dalam quality management akan menghabiskan dana lebih sedikit pada failure cost dan appraisal cost nya juga akan berkurang, sebagai kompensasix biaya pada preventif akan sedikit meningkat (cmiiw). Karena biaya yg dikeluarkan untuk preventive akan jauh lebih kecil daripada corrective.

Saya juga jadi tertarik dengan cost of poor quality yg pak Dirman sebutkan. Apakah maksudx menghitung segala efek yg diakibatkan oleh sebuah rework ato NCR? Seperti cost of rework kah?

Mohon penjelasannya lebih detail lagi.

Tanggapan 5 – ‘candra’

Bapak bisa mendownloadnya di AACEI mengenai TCM Framework chapter 6.1 cost of quality — asset performance measurement.

Tanggapan 6 – ‘andyuli’

Menarik sekali diskusi ini.

Mohon maaf klo saya ingin menimba ilmu lebih lanjut ke sodara firda. Setidaknya saya ada 2 pertanyaan yg ingin saya sampaikan:

1. yg musti menghitung COQ ini harusnya siapa ya, Quality function ato Project Control function?

2. Ada kalimat indah dan menarik diakhir penjelasan yg coba saya pahami tapi masih juga belom ketemu karena ilmunya blom smp kesana, untuk itu mohon pencerahannya lebih lanjut (kalo tidak keberatan). Berikut adalah cuplikan kalimat tsb: ‘Pada akhirnya kedua value diatas akan dibandingkan dengan evaluasi Project customer satisfaction, initial budget ,variance cost, variance duration dan pencapaian project KPI’.

Tanggapan 7 – Firdauzi

Andyuli,

Saya coba jawab pertanyaannya,

1. Value tersebut dihitung oleh project control sebab mereka yang punya access data, tetapi quality function melakukan verifikasi terhadap jenis quality/non quality cost yang teridentifikasi. Biasanya quality cost bisa diidentifikasi setelah quality plan diissue oleh PMT.

2. Pada akhir project kita melakukan project quality eveluation untuk memastikan apakah quality plan yang direncanakan terlaksana dan apa impactnya terhadap project performance (HSE,technical compliance, schedule dan budget). Dari proses itu PMT bisa melihat apakah biaya yang dikeluarkan oleh project untuk masalah quality effesien atau tidak terhadap project performance.

Konsepnya sederhana tetapi inmpactnya signifikan apabila semua pihak yang terkait dgn project tersebut bisa terbuka dan berpikir positif pada saat evaluasi. Semoga membantu.

Tanggapan 8 – ‘Ina K.Hakim’

Pak Firdauzi,

Apakah keadaannya akan sama jika kontrak kita dengan kontraktor bersifat Lumpsum? Ada pengalamankah dengan jenis proyek dengan kontrak seperti ini ?

Terima kasih,

Tanggapan 9 – Firdauzi

Bu Ina,

Untuk kontrak lumpsum, kita harus mengidentifikasi dalam cost structure kontraknya. Biasanya untuk welding qualification menjadi sub-work unit sendiri, sedangkan untuk lainnya kita bisa didentifikasi dengan meminta detail price analysis (cost, time and resource)dalam penawaran komersial.

Detail price analysis pada lumpsum type kontrak juga membantu Klien utk memastikan pemahaman kontraktor pada contract requirement pada saat commercial evaluation. Secara kontraktual Detail price analysis tidak akan berpengaruh pada kontrak deliverable yang bersifat lumpsum.

Semoga penjelasannya membantu. Terima kasih