Dalam menentukan fluid service ‘category M’. Tidak semerta-merta ditentukan oleh faktor jenis fluida apa yang dialirkan dalam pipa tersebut. Tetapi lebih merupakan kombinasi dari beberapa faktor (faktor fluida, faktor design, faktor owner dll).

Tanya – fendy dest

Dear Piping & Safety Master

Saya tertarik untuk mengetahui definisi M Fluid secara lebih jelas Pada ASME B31.3 definisi M-Fluid adalah:

‘M Fluid is a fluid service in which the potential for personnel exposure is judged to be significant and in which a single exposure to a very small quantity of a toxic fluid, caused by leakage, can produce serious irreversible harm to persons on breathing or bodily contact, even when prompt restorative measures are taken’.

Berdasarkan informasi diatas, definisi M-Fluid adalah apabila suatu fluida ter-ekspos meskipun dalam quantity sedikit akan menyebabkan irreversible harm to person.

Apakah ada referensi secara quantitatif (misalnya rating health category NFPA704) mengenai ireversible harm, agar lebih mudah mendefinisikannya?

Bagaimana pengalaman para sesepuh mendefinisikan M-FLuid?
Terimakasih atas saran dan diskusinya.

Tanggapan – ‘weko abhinimpuno’

Pak Fendy,

Dalam menentukan fluid service ‘category M’. Tidak semerta-merta ditentukan oleh faktor jenis fluida apa yang dialirkan dalam pipa tersebut. Tetapi lebih merupakan kombinasi dari beberapa faktor (faktor fluida, faktor design, faktor owner dll).

1. Fluida Toxic => dapat mengacu pada local regulation, client requirement dll. sangat subjeketif tergantung acuan yg hendak dipakai oleh owner

2. Faktor Design => Sesuai di Appendix M Fig M300 kolom 3 pertanyaan no 3. ‘Considering experience, service conditions, and location involved, will design per Base Code or Chapter VII sufficiently protect personnel from exposure to very small quantities of the fluid in the environment?’.

3. Faktor owner => ‘subject to the owner’s designation.’

Contoh intepretasi sederhana:

Seandainya kita membuat sistem pemipaan untuk untuk natural gas yang mengandung content H2S yang tinggi.

1. Based on experience design yang ada aman, maka client bisa mengkonsider hal tsb tidak dalam category M

2. Bisa juga berlaku partial, pipa di area yang dilalui oleh operator di beri category M, sisanya Normal

3. Bisa saja client langsung menyatakan bahwa semua fluida adalah category M

Jadi posisi saya sebagai kontraktor, se-Toxic apapun fluida tersebut, bila kita membangun sebuah plant yang menggunakan well-known technology (Petroleum, Industrial Chemical plant dll). Kita klasifikasikan ke dalam Normal. Kecuali:

(1) Bila client yang meminta dimasukan ke category M; (2) past experience terdapat failure (atau yg dianggap membahayakan) bila hanya menggunakan category Normal tersebut; (3) bila membangun sebuah chemical plant menggunakan proses reaksi baru, yang melibatkan chemical2 toxic dan client tidak tahu category mana yang digunakan.

Demikian pemahaman saya terhadap ‘category M’ teresbut. Mungkin bila ada rekan lain yang hendak mengkoreksi atau menambahkan.